Wednesday, October 28, 2026
Jurnal Nusantara
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Gunung Bromo Terbakar Lagi, 17 Kali Water Bombing Dikerahkan untuk Jinakkan Api

admin by admin
September 12, 2026
in Peristiwa
0
Gunung Bromo Terbakar Lagi, 17 Kali Water Bombing Dikerahkan untuk Jinakkan Api
7.7k
SHARES
4.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

JURNAL NUSANTARA, PROBOLINGGO — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Kebakaran kali ini terjadi di kawasan Sabana atau Blok Pengol, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, sejak Kamis sore, 10 September 2026.

Kobaran api menjadi perhatian karena lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan dengan vegetasi yang relatif mudah terbakar dan berada tidak jauh dari kawasan yang dikenal wisatawan sebagai Bukit Teletubbies.

READ ALSO

Bukan Cuma Pantai! Pangandaran Pamerkan Kesenian dan Ikon Unik dalam Carnival 2026

16 Galaksi Ungkap Rahasia Alam Semesta, Ledakan Bintang dan Lubang Hitam Jadi Perhatian Ilmuwan

Laporan dari sejumlah media menyebutkan api mulai terlihat sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas gabungan kemudian bergerak melakukan penanganan untuk mencegah api semakin meluas. Hingga Jumat, 11 September 2026, sejumlah titik api masih terpantau dan proses pemadaman terus dilakukan.

Api Merembet ke Kawasan Bukit Teletubbies

Perkembangan kebakaran menjadi perhatian karena api dilaporkan merembet dari kawasan Blok Pengol menuju wilayah Lembah Watangan yang berdekatan dengan Bukit Teletubbies.

Pantura7 melaporkan terdapat titik api di Blok Penggol dan kawasan sekitar Lembah Watangan. Kondisi medan yang berada di atas perbukitan membuat petugas tidak dapat dengan mudah menjangkau seluruh titik kebakaran melalui jalur darat.

Kondisi tersebut semakin menantang karena kawasan Bromo memiliki medan yang terjal, sementara angin dan kabut turut memengaruhi proses penanganan kebakaran.

Petugas gabungan terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi agar kobaran api tidak bergerak menuju kawasan yang lebih rendah maupun menyebar ke vegetasi lainnya.

Helikopter Dikerahkan untuk Water Bombing

Karena sebagian lokasi kebakaran sulit dijangkau dari darat, BPBD Jawa Timur mengerahkan helikopter PK-DAP untuk melakukan operasi pemadaman dari udara atau water bombing.

Helikopter tersebut menggunakan bucket dengan kapasitas sekitar 1.000 liter air dalam setiap pengambilan. Air untuk operasi pemadaman diambil dari kawasan Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Hingga Jumat, 11 September 2026 sekitar pukul 12.00 WIB, operasi water bombing telah dilakukan sebanyak 17 kali, dengan total air yang dicurahkan mencapai 17.000 liter.

Namun, operasi dari udara juga menghadapi kendala. Kabut tebal di kawasan pegunungan menyebabkan jarak pandang pilot terbatas sehingga operasi water bombing harus dihentikan sementara demi keselamatan penerbangan.

Pemadaman Darat Menghadapi Medan Terjal

Selain menggunakan helikopter, personel gabungan tetap melakukan pemantauan dan penanganan dari darat.

Tim yang terlibat antara lain BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, Balai Besar TNBTS, TNI, Polri serta relawan. Upaya pemadaman manual dilakukan di titik-titik yang masih memungkinkan dijangkau oleh petugas.

Akan tetapi, kondisi medan yang terjal dan lokasi titik api yang jauh dari akses membuat pemadaman darat tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Petugas juga harus memperhitungkan kondisi angin dan arah pergerakan api. Faktor tersebut penting untuk mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain.

Api Dilaporkan Merembet ke Wilayah Gunung Kursi

Perkembangan lain yang menjadi perhatian adalah laporan bahwa api telah merembet hingga ke wilayah Gunung Kursi.

BPBD Jawa Timur menyampaikan bahwa luas kawasan yang terdampak kebakaran masih dalam proses pendataan. Artinya, angka luasan lahan terbakar belum dapat dipastikan secara final karena proses penanganan dan pemantauan masih berlangsung.

Situasi ini membuat petugas tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan perambatan api, khususnya apabila kondisi angin kembali menguat.

Akses Wisata Bromo dari Jemplang Ditutup

Kebakaran juga berdampak terhadap aktivitas wisata di kawasan TNBTS.

Balai Besar TNBTS memutuskan menutup sementara akses wisata Gunung Bromo melalui pintu masuk Jemplang, Kabupaten Malang. Penutupan tersebut diberlakukan sejak Kamis, 10 September 2026 dan belum ditentukan sampai kapan akan berlangsung.

Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan proses pemadaman serta keselamatan wisatawan yang berada di sekitar kawasan terdampak kebakaran.

Balai Besar TNBTS menyatakan pembukaan kembali akses tersebut akan menyesuaikan perkembangan situasi di lapangan dan hasil evaluasi keselamatan.

Sementara itu, sejumlah akses wisata lainnya masih dapat digunakan dengan tetap memperhatikan kondisi terkini serta pembatasan pada kawasan yang terdampak kebakaran.

Penyebab Kebakaran Masih Belum Dipastikan

Sampai laporan terbaru yang tersedia, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Petugas masih berkonsentrasi melakukan pemadaman, pemantauan serta pendataan terhadap kawasan yang terdampak.

Begitu pula dengan luas pasti lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan.

Kondisi tersebut membuat masyarakat dan wisatawan diimbau untuk mengikuti informasi resmi dari Balai Besar TNBTS dan pihak berwenang sebelum melakukan perjalanan ke kawasan Gunung Bromo.

Keselamatan Menjadi Prioritas

Kebakaran di kawasan konservasi Gunung Bromo bukan hanya berkaitan dengan aktivitas wisata, tetapi juga menyangkut kelestarian ekosistem dan keselamatan masyarakat maupun petugas yang bekerja di lapangan.

Dengan medan yang sulit, angin yang berubah-ubah dan kondisi kabut tebal, penanganan kebakaran membutuhkan koordinasi antara petugas darat dan udara.

Saat ini tim gabungan masih melakukan pemantauan dan penanganan di sejumlah titik. Pemerintah dan pengelola kawasan juga perlu memastikan setiap keputusan mengenai pembukaan akses wisata dilakukan berdasarkan kondisi keamanan dan hasil evaluasi lapangan.

Kebakaran tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kawasan konservasi seperti TNBTS membutuhkan kewaspadaan tinggi, terutama ketika kondisi vegetasi dan cuaca meningkatkan potensi terjadinya karhutla.

ASBI Media Center akan terus memantau perkembangan kebakaran Gunung Bromo, termasuk informasi mengenai luas wilayah terdampak, perkembangan pemadaman, kondisi akses wisata serta keputusan resmi Balai Besar TNBTS.

Tags: ASBIMediaCenterAsbiNewsBeritaBromoBeritaHariIniBeritaIndonesiaBeritaJawaTimurBeritaTerkiniBlokPengolBPBDJawaTimurBPBDProbolinggoBromo2026BukitTeletubbiesGunungBromoGunungKursiJawaTimurJemplangkabarBromokarhutlaKarhutlaBromokebakaranBromoKebakaranGunungBromoKebakaranHutanKebakaranLahanLembahWatanganpemadamanBromoProbolinggoSabanaBromoTamanNasionalBromoTenggerSemeruTNBTSWaterBombingWisataBromoWisataJawaTimur

Related Posts

Bukan Cuma Pantai! Pangandaran Pamerkan Kesenian dan Ikon Unik dalam Carnival 2026
Peristiwa

Bukan Cuma Pantai! Pangandaran Pamerkan Kesenian dan Ikon Unik dalam Carnival 2026

October 20, 2026
16 Galaksi Ungkap Rahasia Alam Semesta, Ledakan Bintang dan Lubang Hitam Jadi Perhatian Ilmuwan
Peristiwa

16 Galaksi Ungkap Rahasia Alam Semesta, Ledakan Bintang dan Lubang Hitam Jadi Perhatian Ilmuwan

October 20, 2026
Berawal dari Salon Sederhana, Martha Tilaar Tinggalkan Warisan Besar bagi Kecantikan Indonesia
Peristiwa

Berawal dari Salon Sederhana, Martha Tilaar Tinggalkan Warisan Besar bagi Kecantikan Indonesia

October 14, 2026
1.098 Hektare Terdampak Kebakaran, Pendakian Gunung Rinjani via Senaru-Torean Ditutup
Peristiwa

1.098 Hektare Terdampak Kebakaran, Pendakian Gunung Rinjani via Senaru-Torean Ditutup

September 30, 2026
Bukan Lava Biru! Fenomena Blue Fire Muncul di Gunung Papandayan, Wisatawan Diminta Waspada
Peristiwa

Bukan Lava Biru! Fenomena Blue Fire Muncul di Gunung Papandayan, Wisatawan Diminta Waspada

September 26, 2026
Pestapora 2026 Digelar 25–27 September, Ini Line-up Hari Pertama dan Lokasinya
Peristiwa

Pestapora 2026 Digelar 25–27 September, Ini Line-up Hari Pertama dan Lokasinya

September 25, 2026
Next Post
Ratusan Siswa di Batukliang Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap MBG, 352 Orang Terdampak

Ratusan Siswa di Batukliang Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap MBG, 352 Orang Terdampak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

PANCEG RUPA : PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI HAJAT LEMBUR, WUJUD PELESTARIAN SENI BUDAYA DAN RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT

PANCEG RUPA : PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI HAJAT LEMBUR, WUJUD PELESTARIAN SENI BUDAYA DAN RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT

August 2, 2026
Partai Berkarya Kabupaten Bandung Perkenalkan Kepengurusan Baru, KPU dan Kesbangpol Beri Sambutan Hangat

Partai Berkarya Kabupaten Bandung Perkenalkan Kepengurusan Baru, KPU dan Kesbangpol Beri Sambutan Hangat

June 10, 2026

SBR 3, Pusat Oleh-Oleh Garut Terbesar dan Terlengkap dengan Dominasi Produk UMKM Lokal

January 22, 2026

Video “Mukena Pink” Viral di Media Sosial, Warganet Ramai Mencari Link Asli

March 13, 2026
KADIN Kabupaten Bandung dan Kota Depok Kembali Buka Fasilitas Sertifikasi SBU Pengadaan Barang dan Jasa Nonkonstruksi

KADIN Kabupaten Bandung dan Kota Depok Kembali Buka Fasilitas Sertifikasi SBU Pengadaan Barang dan Jasa Nonkonstruksi

September 10, 2026

EDITOR'S PICK

Ratusan Juta Pasang Mata Tertuju Pada Laga PERSIB BANDUNG VS PSBS BIAK

January 26, 2026
Pendaki Bawa Senapan di Gunung Dempo Berhasil Diamankan, Sempat Intimidasi Pendaki Lain

Pendaki Bawa Senapan di Gunung Dempo Berhasil Diamankan, Sempat Intimidasi Pendaki Lain

July 28, 2026
Rupiah Diprediksi Melemah Lagi! Netizen Ramai Bahas Kurs Dolar AS Jelang Akhir Mei 2026

Rupiah Diprediksi Melemah Lagi! Netizen Ramai Bahas Kurs Dolar AS Jelang Akhir Mei 2026

May 28, 2026

Komisi III Terima Hakim Ad Hoc, Bahas Soal Gaji dan Tunjangan

January 14, 2026
Jurnal Nusantara

© 2026 Jurnal Nusantara News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik

© 2026 Jurnal Nusantara News