Kabupaten Bandung, Jurnal Nusantara – Semangat pelestarian seni budaya lokal kembali diwujudkan melalui kegiatan Panceg Rupa “Pengabdian kepada Masyarakat Melalui Hajat Lembur” yang diselenggarakan oleh Padepokan Panawung Jaya Guyur Putra bekerja sama dengan Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Fakultas Pendidikan di Lembur Awi, Kampung Wangun, Desa Jatisari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, pada Minggu mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus sebagai bentuk pelestarian seni budaya lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Selain itu, Hajat Lembur merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat, keselamatan, kesehatan, rezeki, serta keharmonisan kehidupan masyarakat yang senantiasa hidup berdampingan dengan alam.
Acara berlangsung meriah dengan dihadiri oleh seluruh masyarakat Kampung Wangun, Desa Jatisari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari dengan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan oleh panitia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tamu undangan, di antaranya Kapolsek Cangkuang Didi Dwipurnomo, S.AP., C.PHR, Kasi Pemerintahan Desa Jatisari Rahmat Hidayat, perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung Hj. Dini Hayati, Pimpinan Padepokan Panawung Jaya Guyur Putra Ade Cucu, serta perwakilan Mahasiswa UPI Fakultas Pendidikan Rizki Ahmad Syafei.
Dalam sambutannya, Ade Cucu selaku Pimpinan Padepokan Panawung Jaya Guyur Putra menyampaikan bahwa kegiatan Panceg Rupa merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat melalui pelestarian budaya yang mengedepankan nilai gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan terhadap warisan leluhur.
Menurutnya, budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi menjadi identitas masyarakat yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus. Melalui Hajat Lembur, masyarakat diajak untuk terus memelihara persaudaraan, memperkuat rasa memiliki terhadap budaya daerah, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.
Perwakilan Mahasiswa UPI Fakultas Pendidikan, Rizki Ahmad Syafei, menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Ia berharap kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat dapat terus terjalin sehingga pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun pelaku seni, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa.
Sementara itu, Kapolsek Cangkuang Didi Dwipurnomo, S.AP., C.PHR, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.
Beliau menilai bahwa kegiatan budaya seperti Hajat Lembur mampu memperkuat persatuan masyarakat serta menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh budaya, dan warga.
“Kegiatan seperti ini memiliki nilai yang sangat positif karena mampu menjaga tradisi, memperkuat persaudaraan, sekaligus menciptakan situasi yang aman, damai, dan harmonis di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kasi Pemerintahan Desa Jatisari, Rahmat Hidayat, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah bersama-sama menyukseskan kegiatan Panceg Rupa.
Menurutnya, Hajat Lembur merupakan tradisi yang memiliki makna mendalam karena mengandung nilai gotong royong, kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, serta rasa syukur kepada Allah SWT atas segala karunia yang diberikan.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.
Sementara itu, Hj. Dini Hayati dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung mengapresiasi sinergi antara komunitas budaya, masyarakat, pemerintah desa, dan kalangan akademisi yang telah bersama-sama menjaga keberlangsungan budaya lokal.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat agar warisan budaya tetap lestari dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai luhurnya.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat mengikuti berbagai rangkaian acara dengan penuh semangat dan kekeluargaan. Suasana kebersamaan begitu terasa ketika warga berkumpul dalam semangat silaturahmi, gotong royong, dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Melalui kegiatan ini, masyarakat juga diajak untuk terus menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan sesama, manusia dengan alam, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari kehidupan yang harus dijaga bersama.
Kegiatan Panceg Rupa “Pengabdian kepada Masyarakat Melalui Hajat Lembur” diharapkan menjadi agenda budaya yang terus dilaksanakan setiap tahun sebagai media memperkuat identitas budaya lokal, meningkatkan solidaritas masyarakat, serta memperkokoh nilai-nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Sunda.
Kolaborasi antara Padepokan Panawung Jaya Guyur Putra, Mahasiswa UPI Fakultas Pendidikan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat diwujudkan melalui kerja sama seluruh elemen bangsa.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT agar masyarakat Desa Jatisari senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, keberkahan, kemakmuran, serta mampu terus menjaga dan melestarikan seni budaya lokal sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.
Penulis: Tim Redaksi Media Nusantara
Editor: Redaksi Nasional Media Nusantara













