Jurnal Nusantara – Nama Bianca Kartika mendadak ramai menjadi perbincangan publik usai membagikan pengalaman yang diduga berkaitan dengan tindakan rasisme saat berada di Korea Selatan. Curhatan tersebut viral di media sosial dan memicu beragam respons dari warganet Indonesia, mulai dari dukungan moral hingga perdebatan mengenai perlakuan terhadap warga asing di negara tersebut.
Video pengakuan Bianca pertama kali ramai beredar di TikTok sebelum kemudian menyebar luas ke berbagai platform lain, termasuk X dan Instagram. Dalam unggahannya, Bianca mengaku mengalami sejumlah perlakuan yang membuat dirinya merasa tidak nyaman selama berada di Korea Selatan.
Meski tidak mengungkap seluruh detail secara rinci, Bianca menyebut dirinya mendapat respons berbeda dari beberapa orang karena dianggap sebagai orang asing. Ia mengaku sempat diperlakukan dengan sikap dingin hingga merasa diabaikan di situasi tertentu. Pengalaman tersebut kemudian ia bagikan sebagai bentuk curahan hati kepada para pengikutnya di media sosial.
“Awalnya aku coba berpikir positif, mungkin hanya salah paham. Tapi setelah beberapa kali mengalami hal yang mirip, aku jadi merasa memang ada perlakuan berbeda terhadap orang asing,” ungkap Bianca dalam video yang beredar luas di media sosial.
Unggahan tersebut langsung menarik perhatian ribuan pengguna internet. Dalam waktu singkat, video Bianca dibanjiri komentar dan dibagikan ulang oleh banyak akun. Sebagian besar warganet memberikan dukungan dan simpati atas pengalaman yang dialami influencer tersebut.
Banyak pengguna media sosial Indonesia juga ikut membagikan cerita serupa ketika berkunjung atau tinggal di Korea Selatan. Beberapa mengaku pernah menerima perlakuan kurang ramah di tempat umum, transportasi, hingga pusat perbelanjaan karena dianggap berbeda secara fisik maupun budaya.
“Bukan cuma Bianca, teman saya juga pernah diperlakukan berbeda saat di sana,” tulis salah satu pengguna X dalam kolom komentar.
“Rasisme memang masih ada di mana-mana, bukan cuma di Korea Selatan,” komentar warganet lainnya.
Namun di sisi lain, tidak sedikit pula netizen yang meminta masyarakat untuk tidak langsung menggeneralisasi seluruh warga Korea Selatan berdasarkan pengalaman pribadi seseorang. Mereka menilai setiap negara memiliki individu dengan karakter yang berbeda-beda dan tidak semua masyarakat bersikap diskriminatif terhadap orang asing.
Beberapa pengguna media sosial bahkan mencoba memberikan sudut pandang lain terkait perbedaan budaya dan kebiasaan sosial di Korea Selatan. Ada yang menyebut sikap dingin atau cuek yang dirasakan turis asing terkadang bukan selalu bentuk rasisme, melainkan bagian dari kultur masyarakat perkotaan yang cenderung individualis.
Meski demikian, isu mengenai diskriminasi terhadap warga asing di Korea Selatan memang bukan pertama kali menjadi sorotan publik internasional. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah turis dan pekerja asing dari berbagai negara pernah membagikan pengalaman serupa melalui media sosial maupun forum daring.
Fenomena ini kemudian memicu diskusi lebih luas mengenai pentingnya kesadaran terhadap keberagaman budaya di era globalisasi. Banyak pihak menilai media sosial memiliki peran besar dalam membuka ruang diskusi tentang pengalaman diskriminasi yang sebelumnya jarang dibicarakan secara terbuka.
Pakar komunikasi digital menilai viralnya curhatan Bianca menunjukkan bagaimana pengalaman pribadi kini dapat dengan cepat berkembang menjadi isu publik. Terlebih, figur publik atau influencer memiliki jangkauan audiens yang besar sehingga cerita yang dibagikan mudah mendapat perhatian luas.
Selain itu, kasus ini juga kembali mengingatkan pentingnya sikap saling menghormati antarbudaya, khususnya di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat internasional untuk pendidikan, pekerjaan, maupun pariwisata.
Hingga saat ini, unggahan Bianca masih terus menjadi bahan pembicaraan di media sosial. Nama influencer tersebut bahkan sempat masuk dalam daftar topik yang ramai diperbincangkan warganet Indonesia. Banyak pengguna internet berharap pengalaman serupa tidak kembali terjadi dan menjadi pelajaran penting mengenai toleransi serta penghargaan terhadap perbedaan.





