Pelabuhan utama ekspor minyak Rusia di Primorsk dilaporkan terbakar setelah diserang drone dalam gelombang serangan terbaru di tengah konflik Rusia–Ukraina. Serangan tersebut menargetkan infrastruktur energi strategis yang menjadi salah satu sumber utama pendapatan Rusia.
Berdasarkan laporan pejabat setempat, kebakaran sempat terjadi di area terminal minyak setelah serangan drone pada malam hari. Pelabuhan Port of Primorsk diketahui merupakan salah satu fasilitas ekspor minyak terbesar Rusia di kawasan Laut Baltik, dengan kapasitas pengiriman jutaan barel per hari.
Gubernur wilayah Leningrad, Alexander Drozdenko, menyatakan bahwa api berhasil dipadamkan dalam waktu relatif singkat dan tidak menyebabkan tumpahan minyak. Ia juga menyebutkan bahwa puluhan drone berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Rusia.
Sementara itu, Volodymyr Zelenskyy mengklaim serangan tersebut menimbulkan kerusakan signifikan pada infrastruktur pelabuhan. Selain itu, beberapa target lain seperti kapal tanker minyak, kapal patroli, dan kapal rudal juga dilaporkan ikut terdampak.
Serangan ini merupakan bagian dari peningkatan operasi militer Ukraina yang menyasar fasilitas energi Rusia, dengan tujuan melemahkan kemampuan logistik dan pendanaan perang Moskow. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah kilang dan terminal minyak Rusia juga dilaporkan menjadi target serangan serupa.
Meski demikian, pihak Kremlin menyatakan bahwa serangan tersebut tidak akan mengganggu stabilitas produksi energi secara signifikan. Namun, analis memperkirakan serangan berulang terhadap infrastruktur energi dapat berdampak pada pasokan global dan berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Insiden ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, sekaligus menunjukkan bahwa fasilitas vital jauh dari garis depan pun kini semakin rentan terhadap serangan jarak jauh.











