Jurnal Nusantara, Gaza Strip – Ketegangan di Jalur Gaza kembali meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir. Konflik antara Israel Defense Forces dan kelompok bersenjata Palestina memasuki fase yang semakin mengkhawatirkan, ditandai dengan rentetan serangan udara dan balasan roket yang terus berlanjut.
Sejumlah media internasional seperti BBC, Al Jazeera, dan Reuters melaporkan bahwa militer Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah titik strategis di Gaza yang diduga menjadi basis kelompok bersenjata. Target mencakup infrastruktur militer hingga jaringan terowongan bawah tanah yang selama ini menjadi bagian dari konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.
Sebagai balasan, kelompok bersenjata di Gaza meluncurkan roket ke arah wilayah Israel. Sirene peringatan berbunyi di berbagai kota, sementara sistem pertahanan udara diaktifkan untuk meredam serangan. Warga sipil di kedua wilayah kembali hidup dalam bayang-bayang ketakutan.
Laporan dari berbagai media juga menyebutkan adanya korban jiwa serta kerusakan infrastruktur sipil. Permukiman warga, fasilitas umum, hingga layanan dasar dilaporkan terdampak, memperparah kondisi kemanusiaan yang sejak lama berada dalam tekanan.
Di tengah meningkatnya eskalasi, ASBI Foundation turut angkat bicara. Dalam pernyataannya, ASBI Foundation menyoroti bahwa perhatian dunia saat ini cenderung terfokus pada isu-isu lain, sementara tragedi kemanusiaan di Gaza seolah terabaikan.
“Banyak mata tertuju pada berbagai peristiwa global lainnya, namun kita tidak boleh melupakan apa yang terjadi di Gaza. Di sana, warga sipil terus hidup dalam ancaman, kehilangan, dan keterbatasan,” demikian pernyataan yang disampaikan
ASBI Foundation juga mengajak masyarakat internasional untuk kembali memberikan perhatian dan kepedulian terhadap kondisi di Gaza, serta mendorong langkah-langkah kemanusiaan yang lebih nyata bagi para korban terdampak konflik.
Sementara itu, komunitas internasional terus mendesak kedua pihak untuk menahan diri. Analis Timur Tengah menilai, tanpa upaya deeskalasi yang serius, konflik ini berpotensi meluas dan memperburuk stabilitas kawasan.
Situasi ini kembali menegaskan bahwa konflik di Gaza bukan sekadar isu regional, melainkan krisis kemanusiaan global yang membutuhkan perhatian dan aksi bersama.
