Jurnal Nusantara, Gaza / Palestina — Situasi di Gaza terus memburuk di tengah berlanjutnya konflik bersenjata yang tak kunjung mereda. Serangan udara dan operasi militer yang masih berlangsung dilaporkan kembali menghantam wilayah sipil, merusak rumah warga, fasilitas kesehatan, serta infrastruktur vital yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.
Di lapangan, kondisi kemanusiaan kian mengkhawatirkan. Warga sipil menghadapi tekanan berlapis: keterbatasan pangan, krisis air bersih, minimnya obat-obatan, hingga lumpuhnya layanan kesehatan di sejumlah titik. Banyak keluarga kini bertahan dalam kondisi darurat tanpa kepastian kapan situasi akan membaik.
Di tengah eskalasi yang terus berlangsung, muncul kritik keras terhadap perhatian dunia internasional yang dinilai tidak seimbang. Konflik lain di kawasan disebut lebih mendominasi pemberitaan global, sementara krisis kemanusiaan di Palestina perlahan terpinggirkan dari sorotan utama media internasional.
Menanggapi kondisi tersebut, Founder ASBI Foundation, Agus Darmawan atau Kang Danu, menyuarakan keprihatinan sekaligus kritik terhadap minimnya perhatian global terhadap penderitaan rakyat Palestina.
“Mata masyarakat dunia saat ini banyak tertuju pada perang antarnegara lain di kawasan, sementara penderitaan rakyat Palestina seolah tidak mendapatkan ruang yang sepadan dalam perhatian global,” tegasnya.
Ia menilai kondisi ini bukan sekadar masalah pemberitaan, tetapi juga soal keadilan kemanusiaan yang mulai terabaikan.
“Ini bukan hanya soal perang, tetapi soal kemanusiaan yang sedang diabaikan. Kami menyerukan agar dunia tidak menutup mata terhadap penderitaan yang masih berlangsung setiap hari di Gaza,” lanjutnya.
ASBI Foundation menegaskan bahwa krisis di Palestina telah memasuki fase darurat kemanusiaan yang membutuhkan respons cepat, nyata, dan berkelanjutan dari komunitas internasional, bukan sekadar simpati sesaat.
Lembaga tersebut juga menyoroti bahwa akses bantuan kemanusiaan masih sangat terbatas, sementara kebutuhan warga terus meningkat secara drastis. Dalam situasi seperti ini, keterlambatan respons dinilai dapat memperburuk jumlah korban sipil.
Sejumlah organisasi kemanusiaan terus mendesak gencatan senjata segera, perlindungan penuh terhadap warga sipil, serta pembukaan akses bantuan tanpa hambatan ke wilayah terdampak konflik.
Seruan Aksi Kemanusiaan: Jangan Hanya Menjadi Penonton
ASBI Foundation mengajak masyarakat luas untuk tidak hanya mengikuti perkembangan situasi sebagai konsumsi berita, tetapi juga mengambil peran nyata dalam membantu kehidupan warga Palestina yang terdampak perang.
Bentuk dukungan dapat disalurkan melalui program resmi berikut:
Dana kemanusiaan akan difokuskan untuk kebutuhan mendesak seperti pangan, air bersih, layanan medis, dan bantuan darurat bagi keluarga terdampak di Gaza.
Saluran Informasi & Transparansi Program
Untuk memastikan transparansi serta perkembangan program kemanusiaan, publik dapat mengakses informasi resmi melalui:
ASBI Foundation menegaskan bahwa krisis kemanusiaan di Gaza bukan sekadar isu politik atau konflik militer, tetapi tragedi kemanusiaan yang membutuhkan keberpihakan moral dan aksi nyata dari dunia internasional.
Hingga saat ini, Gaza masih berada dalam kondisi kritis dengan potensi eskalasi yang terus meningkat, sementara jutaan warga sipil terus hidup dalam ketidakpastian yang berkepanjangan.









