LONDON – Dampak kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran mulai terasa di pasar keuangan global. Investor menyambut positif perkembangan inovasi tersebut karena dinilai mampu mengurangi risiko geopolitik yang selama ini membebani pasar energi dunia.
Harga minyak mentah dunia tercatat mengalami penurunan setelah muncul laporan bahwa kedua negara telah mencapai kerangka kesepakatan dan tengah mempersiapkan penandatanganan resmi. Penurunan harga terjadi karena pasar memperkirakan distribusi minyak melalui Selat Hormuz akan kembali normal.
Selat Hormuz selama ini menjadi jalur strategi yang dilalui sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk. Ketika konflik meningkat, investor khawatir pasokan energi global terganggu sehingga harga minyak melonjak tajam.

Selain sektor energi, pasar saham internasional juga menunjukkan sentimen positif. Investor menilai mengurangi risiko perang dapat meningkatkan stabilitas perekonomian global serta mendorong aktivitas perdagangan internasional yang sempat terhambat akibat melemahnya geopolitik.
Draf perjanjian juga menyebutkan kemungkinan pembukaan akses ekonomi bagi Iran melalui pelonggaran sanksi serta pencairan aset yang sebelumnya dihentikan. Langkah tersebut berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi Iran dan memperbesar peluang investasi di kawasan Timur Tengah.
Meski demikian, para ekonom mengingatkan bahwa pasar masih menunggu implementasi nyata dari setiap poin kesepakatan. Kegagalan dalam pelaksanaan atau munculnya pelanggaran dari salah satu pihak dapat kembali memicu volatilitas harga minyak dan membuka pasar global.
Saat ini, sentimen pasar cenderung optimis dan menganggap kesepakatan damai AS-Iran sebagai kabar positif bagi perekonomian dunia.















