Jurnal Nusantara, Tel Aviv / Yerusalem — Konflik bersenjata antara Iran dan Israel kembali memanas setelah Iran meluncurkan gelombang baru serangan rudal dan drone yang menyasar sejumlah wilayah di Israel, termasuk Tel Aviv dan Yerusalem. Serangan ini menyebabkan korban luka serta kerusakan pada infrastruktur dan bangunan sipil.
Menurut laporan media internasional, sedikitnya beberapa rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel dan menghantam wilayah pemukiman di Tel Aviv. Serangan tersebut menyebabkan ledakan besar yang merusak gedung apartemen, kendaraan, dan fasilitas umum di sekitarnya.
Di Yerusalem, serpihan rudal dilaporkan jatuh di beberapa titik, termasuk kawasan Kota Tua, setelah sistem pertahanan Israel berhasil mencegat sebagian besar proyektil yang datang. Warga sempat mengungsi ke tempat perlindungan saat sirene peringatan berbunyi.
Otoritas kesehatan Israel melaporkan sejumlah korban luka, dengan sebagian besar mengalami cedera akibat ledakan dan reruntuhan bangunan. Beberapa korban lainnya juga dilaporkan terluka saat berusaha menuju tempat perlindungan.
Serangan ini disebut sebagai bagian dari eskalasi balasan dalam konflik yang telah berlangsung selama beberapa minggu terakhir, di mana kedua pihak saling melancarkan serangan udara dan rudal ke wilayah masing-masing. Situasi ini turut meningkatkan kekhawatiran internasional akan meluasnya perang di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, pemerintah Israel menyatakan akan terus melanjutkan operasi militer sebagai respons atas serangan Iran, sementara Iran menegaskan bahwa serangan akan berlanjut jika Israel tidak menghentikan aksi militernya di wilayah regional.
Hingga kini, belum ada tanda-tanda meredanya konflik, dengan kedua negara masih berada dalam kondisi siaga militer penuh.







