Dalam upaya mendorong pertumbuhan kredit, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mulai melakukan ekspansi pembiayaan ke sektor pariwisata. Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi portofolio kredit perseroan yang selama ini dikenal fokus pada pembiayaan perumahan.
Direktur Utama BTN menyampaikan bahwa sektor pariwisata memiliki potensi besar untuk tumbuh seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan pemulihan ekonomi nasional. Oleh karena itu, BTN melihat peluang untuk masuk lebih dalam dalam pembiayaan hotel, resort, serta usaha pendukung pariwisata lainnya.
“Kami melihat sektor pariwisata memiliki prospek yang sangat baik, terutama di daerah destinasi unggulan. Ini menjadi peluang bagi BTN untuk memperluas pembiayaan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Sejumlah wilayah seperti Bali, Labuan Bajo, dan Danau Toba menjadi target utama ekspansi pembiayaan, mengingat tingginya potensi kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
BTN juga menyiapkan skema pembiayaan yang disesuaikan dengan karakteristik industri pariwisata, termasuk tenor yang lebih fleksibel serta dukungan konsultasi bisnis bagi para pelaku usaha. Perseroan berharap langkah ini dapat membantu pelaku industri pariwisata meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan mereka.
Selain memperluas pembiayaan, BTN tetap berkomitmen menjaga kualitas aset dengan menerapkan prinsip kehati-hatian. Analisis kelayakan kredit akan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan pembiayaan yang disalurkan tetap sehat dan berkelanjutan.
Dengan ekspansi ini, BTN optimistis dapat mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif sekaligus berkontribusi dalam pengembangan sektor pariwisata nasional sebagai salah satu penggerak ekonomi Indonesia.













