Thursday, October 29, 2026
Jurnal Nusantara
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Daerah

Karhutla di Kalimantan Barat Capai 435 Hektare, Pengamat Soroti Lemahnya Pencegahan dan Tata Kelola Gambut

Hingga saat ini, proses pemadaman dan pemantauan titik api masih berlangsung. Pemerintah berharap seluruh hotspot dapat segera dikendalikan guna mencegah dampak lebih luas terhadap lingkungan, kesehatan, dan stabilitas ekonomi daerah.

admin by admin
February 12, 2026
in Daerah
0
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Jurnal Nusantara, Pontianak – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) sejak awal Januari 2026. Berdasarkan data terbaru dari laporan sejumlah media nasional dan keterangan instansi terkait, luas lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 435 hektare, meliputi lahan mineral dan gambut yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Wilayah terdampak antara lain Kabupaten Kubu Raya, Sambas, Mempawah, serta Kota Pontianak dan Singkawang. Titik-titik api terpantau muncul di beberapa kawasan yang didominasi lahan gambut, yang dikenal memiliki karakteristik mudah terbakar saat musim kering dan sulit dipadamkan apabila api telah menjalar ke lapisan bawah tanah.

READ ALSO

PSI Cimahi Desak Kepala DPKP Dinonaktifkan, Dugaan Fee Proyek 10 Persen Jadi Sorotan

Dedi Mulyadi Dorong Pilkades Digital di Seluruh Jawa Barat, Penghitungan Suara Lebih Cepat

Upaya Pemadaman Terus Dilakukan

Tim gabungan yang terdiri dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD Provinsi Kalbar, Manggala Agni, TNI/Polri, serta relawan dan masyarakat peduli api terus dikerahkan ke lapangan. Petugas melakukan berbagai langkah, mulai dari pemadaman darat, pembuatan sekat bakar, pembasahan lahan gambut, hingga patroli rutin untuk mencegah munculnya titik api baru.

Sebagian area yang terbakar dilaporkan telah berhasil dipadamkan dan memasuki tahap pendinginan. Namun demikian, sejumlah hotspot masih terpantau aktif dan memerlukan penanganan intensif, terutama di wilayah dengan akses terbatas dan kondisi tanah gambut yang kering.

BNPB juga memberikan dukungan peralatan tambahan guna mempercepat pengendalian api. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan api tidak meluas hingga mendekati kawasan permukiman maupun lahan pertanian warga.

Kondisi cuaca kering dalam beberapa pekan terakhir disebut menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat penyebaran api. Minimnya curah hujan dan angin kencang memperbesar risiko kebakaran meluas, terutama di area terbuka dan lahan gambut.

Menanggapi situasi ini, H. Agus Darmawan, S.ST.Par.,atau kerap di sapa Kang Danu pengamat lingkungan dari Bandung Jawa Barat, menilai bahwa kebakaran hutan dan lahan di Kalbar merupakan persoalan berulang yang memerlukan penanganan lebih sistemik dan berkelanjutan.

“Karhutla di Kalbar hampir selalu terjadi setiap tahun dengan pola yang mirip. Ini menunjukkan bahwa sistem pencegahan belum berjalan maksimal. Kita masih cenderung reaktif, baru bergerak ketika api sudah membesar,” ujar Kang Danu, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, pendekatan pemadaman memang penting, namun harus dibarengi dengan strategi pencegahan yang kuat, termasuk pengawasan terhadap praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Penegakan hukum harus konsisten dan tidak tebang pilih. Jika pembakaran lahan terus terjadi tanpa efek jera, maka siklus kebakaran akan terus berulang,” tegasnya.

Agus juga menyoroti pentingnya pengelolaan tata air lahan gambut. Ia menjelaskan bahwa lahan gambut yang kering sangat rentan terbakar hingga ke lapisan bawah tanah, sehingga api sulit dipadamkan dan berpotensi menyala kembali meski permukaan terlihat padam.

“Restorasi gambut, pengendalian kanal, dan menjaga kelembapan tanah adalah kunci. Jika gambut tetap basah, risiko kebakaran bisa ditekan secara signifikan. Ini bukan hanya soal pemadaman, tapi soal tata kelola lingkungan jangka panjang,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dampak karhutla tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi.

“Asap dari kebakaran bisa memicu gangguan pernapasan, mengganggu transportasi, bahkan berdampak pada sektor pendidikan dan pariwisata. Jadi, kerugian yang ditimbulkan sangat luas,” tambahnya.

Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menyebabkan kerusakan vegetasi, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan emisi karbon, hilangnya habitat satwa liar, serta degradasi kualitas tanah. Pada lahan gambut, kebakaran dapat melepaskan karbon dalam jumlah besar ke atmosfer, yang berdampak pada perubahan iklim.

Selain itu, masyarakat di sekitar lokasi kebakaran juga berpotensi terdampak kabut asap, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama aparat penegak hukum menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara itu, patroli terpadu terus digencarkan untuk mendeteksi dini potensi kebakaran baru. Edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak karhutla juga terus ditingkatkan melalui berbagai program sosialisasi.

Hingga saat ini, proses pemadaman dan pemantauan titik api masih berlangsung. Pemerintah berharap seluruh hotspot dapat segera dikendalikan guna mencegah dampak lebih luas terhadap lingkungan, kesehatan, dan stabilitas ekonomi daerah.

 

Tags: BPBDDamkarKalimantanKalimantan BaratKebakaranKubu RayaViral

Related Posts

PSI Cimahi Desak Kepala DPKP Dinonaktifkan, Dugaan Fee Proyek 10 Persen Jadi Sorotan
Daerah

PSI Cimahi Desak Kepala DPKP Dinonaktifkan, Dugaan Fee Proyek 10 Persen Jadi Sorotan

October 28, 2026
Dedi Mulyadi Dorong Pilkades Digital di Seluruh Jawa Barat, Penghitungan Suara Lebih Cepat
Daerah

Dedi Mulyadi Dorong Pilkades Digital di Seluruh Jawa Barat, Penghitungan Suara Lebih Cepat

October 28, 2026
Kasus Dugaan Keracunan MBG di Cirebon Meluas, Keselamatan Anak dan Pengawasan Pangan Jadi Sorotan
Daerah

Kasus Dugaan Keracunan MBG di Cirebon Meluas, Keselamatan Anak dan Pengawasan Pangan Jadi Sorotan

October 23, 2026
Kebakaran Gunung Ciremai Meluas, Dedi Mulyadi Ajak Warga Turun Tangan dengan Insentif Rp250 Ribu
Daerah

Kebakaran Gunung Ciremai Meluas, Dedi Mulyadi Ajak Warga Turun Tangan dengan Insentif Rp250 Ribu

October 23, 2026
Gunung Ciremai Terbakar, KDM Ajak Warga Bergerak Bersama dan Siapkan Honor Rp250 Ribu
Daerah

Gunung Ciremai Terbakar, KDM Ajak Warga Bergerak Bersama dan Siapkan Honor Rp250 Ribu

October 23, 2026
Gudang Kayu dan 10 Bangunan Terbakar di Bandung, Api Muncul Pagi Hari
Daerah

Gudang Kayu dan 10 Bangunan Terbakar di Bandung, Api Muncul Pagi Hari

October 23, 2026
Next Post

Viral Wanita Tembak Burung Hantu Putih, Publik Soroti Nurani, Edukasi Lingkungan, dan Ketegasan Aparat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

PANCEG RUPA : PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI HAJAT LEMBUR, WUJUD PELESTARIAN SENI BUDAYA DAN RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT

PANCEG RUPA : PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI HAJAT LEMBUR, WUJUD PELESTARIAN SENI BUDAYA DAN RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT

August 2, 2026
Partai Berkarya Kabupaten Bandung Perkenalkan Kepengurusan Baru, KPU dan Kesbangpol Beri Sambutan Hangat

Partai Berkarya Kabupaten Bandung Perkenalkan Kepengurusan Baru, KPU dan Kesbangpol Beri Sambutan Hangat

June 10, 2026

SBR 3, Pusat Oleh-Oleh Garut Terbesar dan Terlengkap dengan Dominasi Produk UMKM Lokal

January 22, 2026

Video “Mukena Pink” Viral di Media Sosial, Warganet Ramai Mencari Link Asli

March 13, 2026
KADIN Kabupaten Bandung dan Kota Depok Kembali Buka Fasilitas Sertifikasi SBU Pengadaan Barang dan Jasa Nonkonstruksi

KADIN Kabupaten Bandung dan Kota Depok Kembali Buka Fasilitas Sertifikasi SBU Pengadaan Barang dan Jasa Nonkonstruksi

September 10, 2026

EDITOR'S PICK

1.098 Hektare Terdampak Kebakaran, Pendakian Gunung Rinjani via Senaru-Torean Ditutup

1.098 Hektare Terdampak Kebakaran, Pendakian Gunung Rinjani via Senaru-Torean Ditutup

September 30, 2026
Perdagangan Siamang Terbongkar, Kementerian Kehutanan Selamatkan Primata Muda dari Ancaman Eksploitasi Satwa Liar

Perdagangan Siamang Terbongkar, Kementerian Kehutanan Selamatkan Primata Muda dari Ancaman Eksploitasi Satwa Liar

July 28, 2026
Heboh Lapas Cibinong, Ombudsman Soroti Hunian Mirip Rumah Tinggal, Pemerintah Turun Tangan

Heboh Lapas Cibinong, Ombudsman Soroti Hunian Mirip Rumah Tinggal, Pemerintah Turun Tangan

September 25, 2026

Warga Desak Audit Dana Desa, Kinerja Kades Simpang Wanayasa Jadi Sorotan

January 29, 2026
Jurnal Nusantara

© 2026 Jurnal Nusantara News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik

© 2026 Jurnal Nusantara News