Friday, May 22, 2026
Jurnal Nusantara
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Daerah

Karhutla di Kalimantan Barat Capai 435 Hektare, Pengamat Soroti Lemahnya Pencegahan dan Tata Kelola Gambut

Hingga saat ini, proses pemadaman dan pemantauan titik api masih berlangsung. Pemerintah berharap seluruh hotspot dapat segera dikendalikan guna mencegah dampak lebih luas terhadap lingkungan, kesehatan, dan stabilitas ekonomi daerah.

admin by admin
February 12, 2026
in Daerah
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Jurnal Nusantara, Pontianak – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) sejak awal Januari 2026. Berdasarkan data terbaru dari laporan sejumlah media nasional dan keterangan instansi terkait, luas lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 435 hektare, meliputi lahan mineral dan gambut yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Wilayah terdampak antara lain Kabupaten Kubu Raya, Sambas, Mempawah, serta Kota Pontianak dan Singkawang. Titik-titik api terpantau muncul di beberapa kawasan yang didominasi lahan gambut, yang dikenal memiliki karakteristik mudah terbakar saat musim kering dan sulit dipadamkan apabila api telah menjalar ke lapisan bawah tanah.

READ ALSO

Bak Festival Jalanan! CFD Perdana Rasuna Said Diserbu Warga, Jakarta Punya Ikon Baru Akhir Pekan

“Transfer Demi Redam Tekanan?” Oknum Wartawan Berinisial ‘K’ Diduga Minta Uang ke Pelaku UMKM di Cangkuang

Upaya Pemadaman Terus Dilakukan

Tim gabungan yang terdiri dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD Provinsi Kalbar, Manggala Agni, TNI/Polri, serta relawan dan masyarakat peduli api terus dikerahkan ke lapangan. Petugas melakukan berbagai langkah, mulai dari pemadaman darat, pembuatan sekat bakar, pembasahan lahan gambut, hingga patroli rutin untuk mencegah munculnya titik api baru.

Sebagian area yang terbakar dilaporkan telah berhasil dipadamkan dan memasuki tahap pendinginan. Namun demikian, sejumlah hotspot masih terpantau aktif dan memerlukan penanganan intensif, terutama di wilayah dengan akses terbatas dan kondisi tanah gambut yang kering.

BNPB juga memberikan dukungan peralatan tambahan guna mempercepat pengendalian api. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan api tidak meluas hingga mendekati kawasan permukiman maupun lahan pertanian warga.

Kondisi cuaca kering dalam beberapa pekan terakhir disebut menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat penyebaran api. Minimnya curah hujan dan angin kencang memperbesar risiko kebakaran meluas, terutama di area terbuka dan lahan gambut.

Menanggapi situasi ini, H. Agus Darmawan, S.ST.Par.,atau kerap di sapa Kang Danu pengamat lingkungan dari Bandung Jawa Barat, menilai bahwa kebakaran hutan dan lahan di Kalbar merupakan persoalan berulang yang memerlukan penanganan lebih sistemik dan berkelanjutan.

“Karhutla di Kalbar hampir selalu terjadi setiap tahun dengan pola yang mirip. Ini menunjukkan bahwa sistem pencegahan belum berjalan maksimal. Kita masih cenderung reaktif, baru bergerak ketika api sudah membesar,” ujar Kang Danu, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, pendekatan pemadaman memang penting, namun harus dibarengi dengan strategi pencegahan yang kuat, termasuk pengawasan terhadap praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Penegakan hukum harus konsisten dan tidak tebang pilih. Jika pembakaran lahan terus terjadi tanpa efek jera, maka siklus kebakaran akan terus berulang,” tegasnya.

Agus juga menyoroti pentingnya pengelolaan tata air lahan gambut. Ia menjelaskan bahwa lahan gambut yang kering sangat rentan terbakar hingga ke lapisan bawah tanah, sehingga api sulit dipadamkan dan berpotensi menyala kembali meski permukaan terlihat padam.

“Restorasi gambut, pengendalian kanal, dan menjaga kelembapan tanah adalah kunci. Jika gambut tetap basah, risiko kebakaran bisa ditekan secara signifikan. Ini bukan hanya soal pemadaman, tapi soal tata kelola lingkungan jangka panjang,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dampak karhutla tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi.

“Asap dari kebakaran bisa memicu gangguan pernapasan, mengganggu transportasi, bahkan berdampak pada sektor pendidikan dan pariwisata. Jadi, kerugian yang ditimbulkan sangat luas,” tambahnya.

Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menyebabkan kerusakan vegetasi, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan emisi karbon, hilangnya habitat satwa liar, serta degradasi kualitas tanah. Pada lahan gambut, kebakaran dapat melepaskan karbon dalam jumlah besar ke atmosfer, yang berdampak pada perubahan iklim.

Selain itu, masyarakat di sekitar lokasi kebakaran juga berpotensi terdampak kabut asap, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama aparat penegak hukum menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku pembakaran hutan dan lahan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara itu, patroli terpadu terus digencarkan untuk mendeteksi dini potensi kebakaran baru. Edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak karhutla juga terus ditingkatkan melalui berbagai program sosialisasi.

Hingga saat ini, proses pemadaman dan pemantauan titik api masih berlangsung. Pemerintah berharap seluruh hotspot dapat segera dikendalikan guna mencegah dampak lebih luas terhadap lingkungan, kesehatan, dan stabilitas ekonomi daerah.

 

Tags: BPBDDamkarKalimantanKalimantan BaratKebakaranKubu RayaViral

Related Posts

Bak Festival Jalanan! CFD Perdana Rasuna Said Diserbu Warga, Jakarta Punya Ikon Baru Akhir Pekan
Daerah

Bak Festival Jalanan! CFD Perdana Rasuna Said Diserbu Warga, Jakarta Punya Ikon Baru Akhir Pekan

May 10, 2026
“Transfer Demi Redam Tekanan?” Oknum Wartawan Berinisial ‘K’ Diduga Minta Uang ke Pelaku UMKM di Cangkuang
Daerah

“Transfer Demi Redam Tekanan?” Oknum Wartawan Berinisial ‘K’ Diduga Minta Uang ke Pelaku UMKM di Cangkuang

May 9, 2026
Iqbal Maju sebagai Calon Tunggal Ketua Kadin Kabupaten Bandung, Usung Konsep Kadin Kolaboratif
Daerah

Iqbal Maju sebagai Calon Tunggal Ketua Kadin Kabupaten Bandung, Usung Konsep Kadin Kolaboratif

May 6, 2026
Puskesmas Kiarapedes Gelar Skrining TBC Gratis untuk Masyarakat
Daerah

Puskesmas Kiarapedes Gelar Skrining TBC Gratis untuk Masyarakat

May 4, 2026
Wamensos Apresiasi Kudus & Garut Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen
Daerah

Wamensos Apresiasi Kudus & Garut Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen

May 3, 2026
Kapolres Palopo Tindak Oknum Polisi yang Ngamuk-Panjat Pagar Rumah Wali Kota
Daerah

Rampas Mobil Warga, 4 Orang Ngaku Debt Collector Diringkus Polresta Pati

May 3, 2026
Next Post

Viral Wanita Tembak Burung Hantu Putih, Publik Soroti Nurani, Edukasi Lingkungan, dan Ketegasan Aparat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

Dari Bandung untuk Indonesia. SUMU Hadir Menjadi Rumah Besar UMKM dan Kebangkitan Ekonomi Umat

Dari Bandung untuk Indonesia. SUMU Hadir Menjadi Rumah Besar UMKM dan Kebangkitan Ekonomi Umat

May 7, 2026
Puskesmas Kiarapedes Gelar Skrining TBC Gratis untuk Masyarakat

Puskesmas Kiarapedes Gelar Skrining TBC Gratis untuk Masyarakat

May 4, 2026
Pelabuhan Utama Minyak Rusia, Primorsk, Terbakar Akibat Diserang Drone

Pelabuhan Utama Minyak Rusia, Primorsk, Terbakar Akibat Diserang Drone

May 4, 2026

Dugaan Investasi Bodong CV Mantra Jaya Group di Bandung, Puluhan Korban Rugi Hingga Miliaran Rupiah

April 19, 2026
“Transfer Demi Redam Tekanan?” Oknum Wartawan Berinisial ‘K’ Diduga Minta Uang ke Pelaku UMKM di Cangkuang

“Transfer Demi Redam Tekanan?” Oknum Wartawan Berinisial ‘K’ Diduga Minta Uang ke Pelaku UMKM di Cangkuang

May 9, 2026

EDITOR'S PICK

Event Serentak, Jakarta Membludak

April 11, 2026

Perjanjian Keamanan Indonesia–Australia: Apakah Kedaulatan Terlindungi atau Sekadar Simbol Diplomasi?

February 8, 2026

Longsor Dahsyat di Bandung Barat: Puluhan Rumah Tertimbun, Puluhan Warga Hilang, Operasi SAR Masih Berlangsung

January 24, 2026

Tragedi Longsor di Indonesia: 74 Jiwa Melayang, Kesiapsiagaan Masih Dipertanyakan

February 8, 2026
Jurnal Nusantara

© 2026 Jurnal Nusantara News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik

© 2026 Jurnal Nusantara News