Thursday, October 29, 2026
Jurnal Nusantara
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Kekacauan Coretax DJP: Masyarakat Keluhkan Sistem Digital Perpajakan — Registrasi NPWP & Layanan Terhambat

DJP perlu memperkuat infrastruktur teknis, komunikasi yang jelas, dan panduan penggunaan, serta memperhatikan masukan pengguna secara serius agar transformasi digital ini benar-benar menghadirkan kemudahan, bukan sebaliknya.

admin by admin
February 4, 2026
in Ekonomi
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

JURNAL NUSANTARA, JAKARTA – Transformasi digital sistem perpajakan Indonesia melalui Core Tax Administration System (Coretax DJP) yang diharapkan jadi penyelamat praktis administrasi pajak ternyata disambut oleh gelombang kritik, keluhan, hingga frustrasi luas dari wajib pajak sejak implementasi awal pada 1 Januari 2025. Sistem yang seharusnya mempermudah pembuatan NPWP, pelaporan pajak, dan layanan administrasi kini justru mengalami gangguan teknis berkepanjangan, memicu keresahan dan beban baru.

Masifnya Keluhan Akses & Aktivasi Akun

Salah satu bentuk kekecewaan terbesar berasal dari fakta bahwa meskipun sudah diberlakukan secara nasional, aktivasi akun Coretax DJP berjalan lambat dan tidak maksimal. Dari total lebih dari 14,78 juta wajib pajak terdaftar, hanya sekitar 12,45% akun yang berhasil teraktivasi — sisanya belum dapat digunakan secara efektif oleh pemiliknya.

READ ALSO

Emas Antam Kembali Menguat Tipis, Harga 1 Gram Tembus Rp2,574 Juta

Bukan Sekadar Angka di Bursa, Tekanan IHSG Menguji Kepercayaan Investor terhadap Pasar Modal Indonesia

Dengan hanya sekitar 5,7 juta akun yang aktif, jutaan orang dan badan usaha masih terkendala untuk melakukan hal dasar seperti pembuatan NPWP, pemadanan identitas digital (NIK–NPWP), atau akses layanan pajak lain. Ini menciptakan keterlambatan administratif yang berdampak nyata pada aktivitas bisnis dan kepatuhan pajak.

Keluhan Publik: Error Sistem, Bug, dan Gangguan Teknis

Masyarakat pernah ramai mengeluhkan gangguan teknis, error, dan sistem yang tidak responsif — terutama saat mencoba login, mendaftar akun baru, atau mengurus pembuatan NPWP. Banyak pengguna melaporkan error berulang, halaman tidak termuat, atau proses registrasi yang tidak selesai meskipun data yang dimasukkan benar.

Selain itu, laporan dari komunitas wajib pajak di media sosial menunjukkan pengguna sering mengalami:

  • Pesan error saat registrasi atau aktivasi akun.
  • Email verifikasi yang tidak masuk atau lama diterima.
  • Kesulitan memadankan NIK dengan NPWP untuk registrasi awal.
  • Sistem lemot atau timeout berkali-kali sepanjang jam kerja.

Keluhan ini menunjukkan bahwa implementasi Coretax belum matang secara teknis dan cenderung menjatuhkan pengguna pada proses trial and error tanpa pedoman yang jelas.

Dampaknya pada NPWP dan Layanan Pajak Lainnya

Salah satu aspek yang paling memprihatinkan adalah hambatan serius dalam proses penerbitan NPWP melalui Coretax DJP. Sistem baru mengintegrasikan NIK (Nomor Induk Kependudukan) sebagai identitas untuk NPWP, dan hal ini menimbulkan kebingungan karena banyak orang belum memahami bagaimana melanjutkan registrasi digital tersebut.

Keluhan seperti “pengen buat NPWP tapi website error terus” juga kerap muncul di forum diskusi, menggambarkan frustrasi masyarakat yang ingin mengurus dokumen wajib tetapi terjebak oleh bug sistem atau interface yang tidak ramah pengguna.

Sementara itu, wajib pajak yang berhasil lewat halaman awal juga sering mendapatkan loading yang lambat, error 500, atau status “tidak ditemukan” ketika mengakses data KSWP mereka di Coretax, sehingga menghambat proses melanjutkan aktivitas administrasi lain.

Kritik Pakar & Seruan Perbaikan

Pakar pajak dan pelaku usaha kecil menilai bahwa implementasi Coretax terlalu tergesa-gesa, tanpa pengujian dan sosialisasi yang memadai. Mereka menyebut bahwa sistem ini belum siap pakai dan malahan memperbesar beban kerja ketimbang mengurangi kompleksitas administrasi.

Wakil Menteri Keuangan pun telah mengakui bahwa Coretax masih memiliki kekurangan signifikan, dan perbaikan berkala terus dilakukan — namun kritik tetap tajam karena gangguan sistem menimbulkan efek domino pada pelaporan pajak, pembuatan faktur, dan layanan dasar lainnya.

Sejumlah wajib pajak juga secara terbuka menyatakan di media sosial bahwa mereka terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mencoba masuk, mengisi data, atau melakukan pemadanan, sehingga pengalaman pengguna menjadi “menguras tenaga dan kesabaran”. 

Respon DJP & Tindakan Perbaikan

DJP sendiri berulang kali menyatakan bahwa mereka terus melakukan peningkatan dan pemeliharaan sistem agar Coretax DJP bisa berjalan lebih optimal. Upaya meliputi pemeliharaan sistem berkala dan perbaikan teknis secara terus-menerus, serta permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami wajib pajak.

Tak hanya itu, DJP juga mengeluarkan Keterangan Tertulis resmi yang menegaskan bahwa mereka menyadari banyaknya kendala dalam penggunaan fitur layanan Coretax DJP — dan berkomitmen untuk menanganinya demi memperbaiki sistem.

Selain perbaikan teknis, DJP menyediakan helpdesk gratis dan layanan pendampingan pajak di berbagai unit kerja untuk membantu wajib pajak dalam mengisi SPT tahunan dan memahami penggunaan Coretax tanpa biaya pihak ketiga.

Ancaman Penipuan & Keamanan Data

Selain soal sistem, masyarakat juga dihadapkan pada risiko penipuan yang mengatasnamakan Coretax DJP. Banyak kasus korban mendapatkan pesan palsu yang meminta pemadanan NIK dengan NPWP atau instalasi aplikasi yang tidak resmi — yang dapat berpotensi merugikan secara finansial.

DJP kemudian aktif memberi peringatan agar wajib pajak hanya mengakses Coretax melalui situs resmi dan berhati-hari terhadap domain atau aplikasi palsu yang beredar di luar kontrol pemerintah.

Penutup: Frustrasi Publik & Harapan Perbaikan

Keluhan masyarakat terhadap Coretax DJP bukan sekadar soal gangguan teknis; ini mencerminkan gap besar antara tujuan digitalisasi layanan publik dan realita implementasinya, terutama dalam konteks pendaftaran NPWP dan layanan perpajakan lainnya. Banyak wajib pajak merasa ditinggalkan oleh sistem digital, bukan dibantu.

Untuk restorasi kepercayaan publik, DJP perlu memperkuat infrastruktur teknis, komunikasi yang jelas, dan panduan penggunaan, serta memperhatikan masukan pengguna secara serius agar transformasi digital ini benar-benar menghadirkan kemudahan, bukan sebaliknya.


 

Tags: CORETAXDJPEKONOMIKPPNPWPPAJAKVIRL

Related Posts

Emas Antam Kembali Menguat Tipis, Harga 1 Gram Tembus Rp2,574 Juta
Ekonomi

Emas Antam Kembali Menguat Tipis, Harga 1 Gram Tembus Rp2,574 Juta

October 19, 2026
Bukan Sekadar Angka di Bursa, Tekanan IHSG Menguji Kepercayaan Investor terhadap Pasar Modal Indonesia
Ekonomi

Bukan Sekadar Angka di Bursa, Tekanan IHSG Menguji Kepercayaan Investor terhadap Pasar Modal Indonesia

October 19, 2026
KADIN Kabupaten Bandung Kembali Bersatu, Momentum Baru Dongkrak Investasi dan Serapan Tenaga Kerja
Ekonomi

KADIN Kabupaten Bandung Kembali Bersatu, Momentum Baru Dongkrak Investasi dan Serapan Tenaga Kerja

October 15, 2026
Adhitya Fatur Rohman dan Wawan Setiawan Bawa Semangat Pengusaha Muda Kabupaten Bandung ke Forum Bisnis Internasional
Ekonomi

Adhitya Fatur Rohman dan Wawan Setiawan Bawa Semangat Pengusaha Muda Kabupaten Bandung ke Forum Bisnis Internasional

October 14, 2026
Pertalite Tak Naik Meski Harga Minyak Dunia Bergejolak, Pemerintah Jaga Harga BBM Subsidi
Ekonomi

Pertalite Tak Naik Meski Harga Minyak Dunia Bergejolak, Pemerintah Jaga Harga BBM Subsidi

September 30, 2026
HUT ke-58 KADIN, Mohamad Iqbal Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Dunia Usaha di Kabupaten Bandung
Ekonomi

HUT ke-58 KADIN, Mohamad Iqbal Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Dunia Usaha di Kabupaten Bandung

September 25, 2026
Next Post

Darma Buana Indonesia Kembali Hadir dengan Layanan Gate Parking untuk Sektor Perumahan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

PANCEG RUPA : PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI HAJAT LEMBUR, WUJUD PELESTARIAN SENI BUDAYA DAN RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT

PANCEG RUPA : PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI HAJAT LEMBUR, WUJUD PELESTARIAN SENI BUDAYA DAN RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT

August 2, 2026
Partai Berkarya Kabupaten Bandung Perkenalkan Kepengurusan Baru, KPU dan Kesbangpol Beri Sambutan Hangat

Partai Berkarya Kabupaten Bandung Perkenalkan Kepengurusan Baru, KPU dan Kesbangpol Beri Sambutan Hangat

June 10, 2026

SBR 3, Pusat Oleh-Oleh Garut Terbesar dan Terlengkap dengan Dominasi Produk UMKM Lokal

January 22, 2026
KADIN Kabupaten Bandung dan Kota Depok Kembali Buka Fasilitas Sertifikasi SBU Pengadaan Barang dan Jasa Nonkonstruksi

KADIN Kabupaten Bandung dan Kota Depok Kembali Buka Fasilitas Sertifikasi SBU Pengadaan Barang dan Jasa Nonkonstruksi

September 10, 2026

Video “Mukena Pink” Viral di Media Sosial, Warganet Ramai Mencari Link Asli

March 13, 2026

EDITOR'S PICK

Gelombang Panas Eropa Jadi Sorotan Dunia, Perubahan Iklim Kembali Diperdebatkan

Gelombang Panas Eropa Jadi Sorotan Dunia, Perubahan Iklim Kembali Diperdebatkan

June 24, 2026

Mount Rinjani to be closed following the Lombok earthquake

March 2, 2026

Lonjakan Penumpang Kereta Api Jelang Arus Balik Lebaran 2026, Okupansi Tembus 140 Persen

March 27, 2026

Aksi Heroik TNI di Pinrang Viral, Berhasil Amankan Pria Bersenjata Tajam dan Cegah Bentrokan Warga

March 7, 2026
Jurnal Nusantara

© 2026 Jurnal Nusantara News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik

© 2026 Jurnal Nusantara News