Wednesday, October 28, 2026
Jurnal Nusantara
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Demo 27 Agustus Jadi Sorotan Pasar, Akankah IHSG dan Rupiah Kembali Tertekan?

admin by admin
August 27, 2026
in Ekonomi
0
Demo 27 Agustus Jadi Sorotan Pasar, Akankah IHSG dan Rupiah Kembali Tertekan?

IHSG KEMBALI ANJLOK: Pengunjung merekam pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/2/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan hari ini, Senin (2/2/2026). IHSG anjlok 406,88 poin atau 4,88 persen ke level 7.922,73. Total volume transaksi tercatat 47,53 miliar saham dengan nilai Rp 28,91 triliun dan frekuensi 2,888 juta kali. Kapitalisasi pasar menyusut menjadi Rp 14.239 triliun. MI/Usman Iskandar

5.7k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Jurnal Nusantara, JAKARTA — Aksi demonstrasi yang berlangsung di Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026, tidak hanya menjadi perhatian dari sisi politik dan keamanan, tetapi juga mulai diperhatikan oleh pelaku pasar keuangan. Dinamika aksi massa di sekitar Gedung DPR/MPR RI menjadi salah satu sentimen domestik yang dicermati investor karena berpotensi memengaruhi persepsi terhadap stabilitas ekonomi dan iklim investasi.

Perhatian tersebut muncul ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah sama-sama berada dalam tekanan. Pada perdagangan Rabu (26/8), sehari sebelum aksi demonstrasi, IHSG ditutup melemah 1,48 persen ke level 6.405,69, sementara rupiah tercatat melemah tipis menjadi sekitar Rp17.712 per dolar AS.

READ ALSO

Emas Antam Kembali Menguat Tipis, Harga 1 Gram Tembus Rp2,574 Juta

Bukan Sekadar Angka di Bursa, Tekanan IHSG Menguji Kepercayaan Investor terhadap Pasar Modal Indonesia

Pada pembukaan perdagangan Kamis (27/8), tekanan kembali terlihat. Rupiah dibuka sekitar Rp17.775 per dolar AS, sedangkan IHSG turun ke kisaran 6.390,35.

Kondisi tersebut membuat perkembangan aksi demonstrasi menjadi salah satu faktor domestik yang harus diperhatikan investor sepanjang perdagangan hari ini.

Investor Pilih Wait and See

Situasi politik dan keamanan domestik menjadi salah satu pertimbangan investor dalam mengambil keputusan. Ketidakpastian biasanya membuat sebagian pelaku pasar memilih mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan menunggu perkembangan situasi sebelum kembali melakukan pembelian.

BRI Danareksa Sekuritas mencatat bahwa pelemahan IHSG sehari sebelumnya juga dipengaruhi sikap wait and see investor menjelang aksi demonstrasi 27 Agustus. Selain itu, tekanan jual terjadi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti BBRI, BRPT dan AMMN.

Namun demikian, demonstrasi tidak otomatis berarti pasar akan terus mengalami tekanan.

Sejumlah analis menilai dampak aksi demonstrasi terhadap IHSG dan rupiah sangat bergantung pada bagaimana aksi tersebut berlangsung. Jika aksi berjalan tertib dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi secara signifikan, tekanan terhadap pasar dapat bersifat sementara.

Sebaliknya, apabila terjadi eskalasi, bentrokan, gangguan keamanan atau ketidakpastian politik yang lebih besar, investor dapat meningkatkan sikap hati-hati sehingga tekanan terhadap aset domestik berpotensi berlanjut.

Demo Tidak Otomatis Membuat IHSG dan Rupiah Jatuh

Pandangan bahwa demonstrasi secara otomatis akan menyebabkan IHSG dan rupiah melemah juga perlu ditempatkan secara proporsional.

Peneliti Center of Reform on Economics (CoRE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, sebelumnya menilai pasar tidak serta-merta merespons aksi demonstrasi secara reaktif. Investor lebih memperhatikan apakah aksi tersebut berpotensi menimbulkan gangguan terhadap aktivitas ekonomi dan stabilitas kebijakan dalam jangka lebih panjang.

Artinya, ukuran utama bagi pasar bukan semata-mata jumlah massa yang turun ke jalan, melainkan eskalasi risiko yang ditimbulkan oleh aksi tersebut.

Pasar keuangan pada dasarnya sangat sensitif terhadap ketidakpastian. Ketika pelaku pasar melihat risiko meningkat, investor cenderung melakukan penyesuaian portofolio. Sebaliknya, apabila kondisi kembali normal, kepercayaan investor dapat pulih dan tekanan pasar berpotensi mereda.

IHSG Sudah Melemah Sebelum Aksi

Tekanan terhadap IHSG sebenarnya sudah terlihat sebelum demonstrasi berlangsung.

Pada perdagangan Rabu (26/8), IHSG mengalami koreksi sebesar 1,48 persen menjadi 6.405,69. Koreksi terjadi ketika sebagian besar bursa global dan regional Asia justru bergerak menguat.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan terhadap pasar saham Indonesia tidak semata-mata disebabkan oleh isu demonstrasi.

Investor juga masih mencermati berbagai sentimen eksternal, termasuk perkembangan pasar global dan agenda ekonomi internasional. Dengan demikian, aksi demonstrasi menjadi salah satu faktor risiko domestik, tetapi bukan satu-satunya penentu pergerakan IHSG.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai IHSG masih menghadapi tekanan jual dan berpotensi mengalami koreksi lebih lanjut. MNC Sekuritas memperkirakan area koreksi IHSG berada di sekitar 6.290–6.394, sementara area penguatan berada di sekitar 6.666.

Rupiah Juga Berada dalam Tekanan

Selain pasar saham, nilai tukar rupiah turut menjadi perhatian.

Rupiah pada perdagangan Kamis dibuka melemah sekitar 0,29 persen ke Rp17.763 per dolar AS, berdasarkan laporan Bloomberg Technoz.

Pelemahan rupiah tidak dapat langsung dikaitkan hanya dengan demonstrasi. Pergerakan mata uang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi dolar AS, arus modal, sentimen global, kebijakan moneter, kebutuhan valuta asing dan persepsi investor terhadap risiko domestik.

Namun, situasi politik yang tidak stabil dapat menjadi tambahan pertimbangan bagi investor asing ketika menentukan penempatan modal di Indonesia.

Karena itu, stabilitas keamanan dan kepastian kebijakan menjadi sangat penting untuk menjaga kepercayaan terhadap pasar domestik.

Bank Indonesia Tetap Fokus Menjaga Stabilitas

Di tengah tekanan pasar tersebut, Bank Indonesia tetap menjalankan mandatnya untuk menjaga stabilitas perekonomian sekaligus mendukung pertumbuhan.

Dalam Tinjauan Kebijakan Moneter Agustus 2026, BI mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen, Deposit Facility 4,75 persen dan Lending Facility 6,50 persen. BI menyatakan kebijakan tersebut diarahkan antara lain untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, menjaga inflasi dalam sasaran, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

BI juga menyatakan terus mengoptimalkan strategi stabilisasi nilai tukar, termasuk melalui intervensi di pasar valuta asing.

Langkah tersebut menjadi penting karena stabilitas rupiah tidak hanya berkaitan dengan pasar valuta asing, tetapi juga memiliki dampak terhadap inflasi, biaya impor, dunia usaha dan persepsi investor terhadap kondisi perekonomian Indonesia.

BI Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Di tengah perhatian terhadap pasar keuangan, Bank Indonesia juga menyatakan dukungan terhadap target pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan BI mendukung target tersebut dengan tetap menjalankan mandat dan menjaga independensi bank sentral. Sinergi antara pemerintah dan BI diarahkan untuk menciptakan kondisi ekonomi yang kondusif sekaligus memperkuat pembiayaan bagi sektor-sektor produktif.

Target pertumbuhan ekonomi 8 persen tentu membutuhkan kondisi makroekonomi yang stabil. Karena itu, stabilitas politik, keamanan, nilai tukar, inflasi dan pasar keuangan menjadi bagian penting dari ekosistem yang harus dijaga.

Pasar Mengawasi Dampak Demo terhadap Aktivitas Ekonomi

Salah satu hal yang paling diperhatikan investor adalah apakah demonstrasi hanya berlangsung sebagai aksi penyampaian aspirasi atau berkembang menjadi gangguan terhadap aktivitas ekonomi.

Apabila kegiatan masyarakat, pusat perdagangan, transportasi, perkantoran, distribusi barang dan kegiatan usaha tetap berjalan, dampaknya terhadap fundamental ekonomi kemungkinan lebih terbatas.

Namun, apabila terjadi gangguan berkepanjangan, pelaku pasar dapat mulai memperhitungkan risiko yang lebih besar.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi keputusan investasi, terutama bagi investor yang sangat sensitif terhadap risiko politik dan keamanan.

Karena itu, perkembangan situasi di lapangan akan menjadi salah satu indikator penting bagi pasar sepanjang perdagangan hari ini.

Fundamental Ekonomi Tetap Menjadi Pertimbangan Utama

Meski demo menjadi perhatian, investor tetap melihat faktor fundamental ekonomi secara lebih luas.

Kinerja perusahaan, pertumbuhan ekonomi, inflasi, kebijakan suku bunga, arus modal asing, kondisi fiskal dan perkembangan ekonomi global tetap menjadi faktor penting dalam menentukan arah pasar.

BRI Danareksa Sekuritas menilai kondisi aksi dan stabilitas keamanan menjadi katalis utama yang perlu diperhatikan. Jika demonstrasi berlangsung kondusif, tekanan terhadap IHSG berpotensi hanya sementara. Sebaliknya, eskalasi dapat meningkatkan kondisi risk-off dan volatilitas pasar.

Dengan kata lain, pasar akan terus membandingkan antara risiko jangka pendek akibat ketidakpastian domestik dengan prospek fundamental ekonomi Indonesia dalam jangka menengah dan panjang.

Pemerintah dan Otoritas Diminta Menjaga Kepercayaan Pasar

Situasi seperti demonstrasi besar menjadi ujian penting bagi pemerintah dan otoritas ekonomi untuk memastikan stabilitas tetap terjaga.

Pemerintah perlu memastikan ruang penyampaian aspirasi tetap berjalan secara demokratis sekaligus menjaga keamanan masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Sementara itu, otoritas moneter dan pasar keuangan perlu memastikan mekanisme pasar tetap berjalan secara normal.

Komunikasi publik juga menjadi faktor penting. Informasi yang cepat, akurat dan transparan dapat membantu mengurangi ketidakpastian yang berlebihan di pasar.

Pasar pada dasarnya tidak menyukai ketidakpastian. Karena itu, semakin jelas pemerintah dan otoritas memberikan informasi mengenai situasi ekonomi dan keamanan, semakin kecil ruang bagi spekulasi untuk berkembang.

Jangan Panik, Investor Tetap Perlu Mencermati Risiko

Bagi investor, pelemahan IHSG dan rupiah pada saat situasi politik menjadi sorotan tidak selalu berarti kondisi fundamental ekonomi Indonesia sedang mengalami kerusakan.

Pergerakan pasar saham dan valuta asing dapat sangat dinamis dalam jangka pendek.

Analis bahkan masih melihat peluang IHSG bergerak fluktuatif dengan sejumlah level support dan resistance yang perlu diperhatikan. BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak mixed to negative, dengan support 6.340–6.300 dan resistance 6.455–6.550.

Karena itu, investor disarankan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan satu sentimen atau berita yang sedang viral.

Perkembangan aksi demonstrasi perlu dilihat bersama dengan kondisi bursa global, pergerakan dolar AS, kebijakan bank sentral, laporan keuangan emiten serta perkembangan ekonomi nasional.

Demo Jakarta Menjadi Ujian Kepercayaan Investor

Aksi demonstrasi 27 Agustus 2026 pada akhirnya bukan hanya menjadi peristiwa politik yang disaksikan masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu ujian terhadap kepercayaan investor terhadap stabilitas Indonesia.

IHSG yang telah melemah 1,48 persen pada perdagangan sebelumnya dan rupiah yang berada di sekitar level Rp17.700-an per dolar AS membuat perkembangan situasi domestik semakin mendapat perhatian.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa demonstrasi tidak otomatis menjadi penyebab tunggal pelemahan IHSG dan rupiah.

Faktor global dan domestik lainnya juga memiliki pengaruh besar terhadap pasar.

Yang akan menjadi perhatian utama investor adalah bagaimana aksi berlangsung, apakah tetap damai, apakah aktivitas ekonomi tetap berjalan, serta bagaimana pemerintah dan otoritas menjaga stabilitas setelah aksi berlangsung.

Aksi demo besar di Jakarta pada 27 Agustus 2026 membuat IHSG dan rupiah menjadi perhatian pasar di tengah meningkatnya kehati-hatian investor. IHSG sebelumnya telah ditutup turun 1,48 persen ke level 6.405,69, sedangkan rupiah berada di kisaran Rp17.700-an per dolar AS.

Meski demikian, aksi demonstrasi tidak serta-merta menjadi penyebab tunggal tekanan pasar. Investor juga memperhitungkan sentimen global, kebijakan moneter, kondisi ekonomi domestik dan fundamental perusahaan.

Apabila demonstrasi berjalan tertib dan tidak mengganggu kegiatan ekonomi, dampaknya terhadap pasar berpotensi bersifat sementara. Sebaliknya, eskalasi keamanan dan ketidakpastian politik dapat meningkatkan volatilitas serta mendorong investor mengambil sikap lebih defensif.

Di sisi lain, Bank Indonesia tetap menegaskan komitmennya menjaga stabilitas rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi, termasuk dukungan terhadap target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 8 persen.

Dengan demikian, perkembangan demo Jakarta hari ini akan terus menjadi perhatian pelaku pasar. Stabilitas keamanan, kepastian kebijakan dan keberlangsungan aktivitas ekonomi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Tags: Agustus2026AksiDemonstrasiArusModalASBIMediaCenterAsbiNewsAspirasiRakyatBankIndonesiaBerita27Agustus2026BeritaAsbiBeritaDemoBeritaEkonomiBeritaIndonesiaBeritaJabarBeritaJakartaBeritaNasionalBeritaPolitikBeritaTerbaruBeritaTerkiniBeritaViralBursaEfekIndonesiaBursaSahamDemo27AgustusDemoDPRDemoHariIniDemoJakartaDemokrasiIndonesiaDemonstrasiJakartaDolarASDPRRIekonomi2026EkonomiIndonesiaEkonomiNasionalGedungDPRIHSGIHSGHariIniInfoEkonomiInfoJakartaInfoNasionalInvestasiInvestasiIndonesiaInvestorInvestorIndonesiaJabarTodayJakartaHariIniJurnalIndonesiaJurnalNusantaraJurnalNusantaraNewsKabarIndonesiaKabarTerkiniKamis27Agustus2026KebijakanMoneterMasyarakatIndonesiaMediaIndonesiaMediaNusantaraMediaNusantaraNewsNilaiTukarRupiahPasarKeuanganPasarModalPasarSahamPerdaganganSahamPertumbuhanEkonomiPertumbuhanEkonomi8PersenPolitikIndonesiaRupiahRupiahHariIniRupiahTerhadapDolarSahamHariIniSahamIndonesiaSentimenPasarSituasiJakartaStabilitasEkonomiStabilitasKeamananStabilitasPolitikSuaraRakyatSukuBungaTrendingHariIniViralHariIni

Related Posts

Emas Antam Kembali Menguat Tipis, Harga 1 Gram Tembus Rp2,574 Juta
Ekonomi

Emas Antam Kembali Menguat Tipis, Harga 1 Gram Tembus Rp2,574 Juta

October 19, 2026
Bukan Sekadar Angka di Bursa, Tekanan IHSG Menguji Kepercayaan Investor terhadap Pasar Modal Indonesia
Ekonomi

Bukan Sekadar Angka di Bursa, Tekanan IHSG Menguji Kepercayaan Investor terhadap Pasar Modal Indonesia

October 19, 2026
KADIN Kabupaten Bandung Kembali Bersatu, Momentum Baru Dongkrak Investasi dan Serapan Tenaga Kerja
Ekonomi

KADIN Kabupaten Bandung Kembali Bersatu, Momentum Baru Dongkrak Investasi dan Serapan Tenaga Kerja

October 15, 2026
Adhitya Fatur Rohman dan Wawan Setiawan Bawa Semangat Pengusaha Muda Kabupaten Bandung ke Forum Bisnis Internasional
Ekonomi

Adhitya Fatur Rohman dan Wawan Setiawan Bawa Semangat Pengusaha Muda Kabupaten Bandung ke Forum Bisnis Internasional

October 14, 2026
Pertalite Tak Naik Meski Harga Minyak Dunia Bergejolak, Pemerintah Jaga Harga BBM Subsidi
Ekonomi

Pertalite Tak Naik Meski Harga Minyak Dunia Bergejolak, Pemerintah Jaga Harga BBM Subsidi

September 30, 2026
HUT ke-58 KADIN, Mohamad Iqbal Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Dunia Usaha di Kabupaten Bandung
Ekonomi

HUT ke-58 KADIN, Mohamad Iqbal Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Dunia Usaha di Kabupaten Bandung

September 25, 2026
Next Post
Founder ASBI Grup Silaturahmi ke Kawargian Abah Alam Syah, Bahas Program Pendidikan, Kebudayaan, Hukum hingga Keagamaan

Founder ASBI Grup Silaturahmi ke Kawargian Abah Alam Syah, Bahas Program Pendidikan, Kebudayaan, Hukum hingga Keagamaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

PANCEG RUPA : PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI HAJAT LEMBUR, WUJUD PELESTARIAN SENI BUDAYA DAN RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT

PANCEG RUPA : PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI HAJAT LEMBUR, WUJUD PELESTARIAN SENI BUDAYA DAN RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT

August 2, 2026
Partai Berkarya Kabupaten Bandung Perkenalkan Kepengurusan Baru, KPU dan Kesbangpol Beri Sambutan Hangat

Partai Berkarya Kabupaten Bandung Perkenalkan Kepengurusan Baru, KPU dan Kesbangpol Beri Sambutan Hangat

June 10, 2026

SBR 3, Pusat Oleh-Oleh Garut Terbesar dan Terlengkap dengan Dominasi Produk UMKM Lokal

January 22, 2026

Video “Mukena Pink” Viral di Media Sosial, Warganet Ramai Mencari Link Asli

March 13, 2026
KADIN Kabupaten Bandung dan Kota Depok Kembali Buka Fasilitas Sertifikasi SBU Pengadaan Barang dan Jasa Nonkonstruksi

KADIN Kabupaten Bandung dan Kota Depok Kembali Buka Fasilitas Sertifikasi SBU Pengadaan Barang dan Jasa Nonkonstruksi

September 10, 2026

EDITOR'S PICK

Dugaan Korupsi Program MBG Meluas, Kejagung Selidiki Pengadaan Puluhan Ribu Motor Listrik

Dugaan Korupsi Program MBG Meluas, Kejagung Selidiki Pengadaan Puluhan Ribu Motor Listrik

June 12, 2026

KEKERASAN BIADAB DI RUANG PUBLIK. LANSIA TEWAS DIPUKUL DI ALFAMART CIBIRU

January 15, 2026
Tantang BYD Atto 3, Lepas Siapkan SUV Listrik E4 dengan Jarak Tempuh 500 Km!

Tantang BYD Atto 3, Lepas Siapkan SUV Listrik E4 dengan Jarak Tempuh 500 Km!

May 3, 2026
Penjualan Tiket Konser YE di Jakarta Resmi Dibuka, Menjadi Tonggak Baru Industri Konser Internasional di Indonesia

Penjualan Tiket Konser YE di Jakarta Resmi Dibuka, Menjadi Tonggak Baru Industri Konser Internasional di Indonesia

July 28, 2026
Jurnal Nusantara

© 2026 Jurnal Nusantara News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik

© 2026 Jurnal Nusantara News