Wednesday, October 28, 2026
Jurnal Nusantara
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Mancanegara

Video Parlemen Denmark Dikaitkan dengan Isu Donald Trump Viral, Pemeriksa Fakta Tegaskan Tidak Berkaitan

Media pemeriksa fakta menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi Parlemen Denmark yang berkaitan dengan permintaan Donald Trump untuk Anugerah Nobel Perdamaian. Video yang beredar dipastikan merupakan konten lama yang disebarkan kembali dengan narasi keliru.

admin by admin
January 27, 2026
in Mancanegara
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Jurnal Nusantara, Denmark – Sebuah video yang diklaim sebagai pernyataan Parlemen Denmark terkait permintaan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memperoleh Anugerah Nobel Perdamaian viral di berbagai platform media sosial. Video tersebut disebarkan dengan narasi bahwa parlemen Denmark memberikan tanggapan atau sikap resmi terhadap isu Nobel yang dikaitkan dengan Donald Trump.

Namun, klaim tersebut dipastikan tidak benar. Sejumlah pemeriksa fakta menyatakan bahwa video yang beredar merupakan rekaman lama yang tidak memiliki kaitan sama sekali dengan isu Donald Trump maupun Anugerah Nobel Perdamaian.

READ ALSO

Harta Karun Kuno Terungkap di Jerman, Temuan Koin Kelt Buka Jejak Perdagangan Masa Lalu

Bandara Dammam Arab Saudi Diserang, Dua Orang Tewas dan Operasional Kembali Normal

Berdasarkan penelusuran FactCrescendo, video tersebut adalah rekaman sidang Parlemen Denmark yang terjadi pada periode sebelumnya dan membahas agenda yang sama sekali berbeda. Tidak ada pernyataan, pembahasan, maupun sikap resmi Parlemen Denmark yang menyinggung Donald Trump atau isu Nobel sebagaimana yang diklaim dalam unggahan viral.

FactCrescendo menjelaskan bahwa video tersebut telah mengalami kesalahan konteks (false context). Potongan video lama disebarkan ulang dengan narasi baru sehingga menimbulkan kesan seolah-olah peristiwa tersebut merupakan kejadian terkini dan berkaitan langsung dengan isu politik internasional yang sedang ramai diperbincangkan.

Hal senada juga disampaikan oleh media internasional. Seperti dilaporkan Times of India, video Parlemen Denmark tersebut tidak berhubungan dengan klaim permintaan Nobel oleh Donald Trump. Media tersebut menyoroti bagaimana konten lama kerap digunakan kembali dengan narasi menyesatkan untuk memancing perhatian publik dan meningkatkan interaksi di media sosial.

Sementara itu, sejumlah media global menilai viralnya video tersebut tidak lepas dari popularitas dan kontroversi yang kerap menyertai sosok Donald Trump. Isu seputar Nobel Perdamaian yang pernah dikaitkan dengan Trump sebelumnya juga kerap menjadi bahan spekulasi dan disinformasi di ruang digital.

Di media sosial, video tersebut menuai beragam reaksi. Sebagian warganet mempercayai narasi yang beredar dan menganggap Parlemen Denmark benar-benar menyampaikan sikap terhadap isu Nobel. Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan keaslian dan konteks video tersebut, hingga akhirnya memicu klarifikasi dari berbagai lembaga pemeriksa fakta.

Pakar literasi digital yang dikutip sejumlah media menilai kasus ini sebagai contoh klasik penyebaran misinformasi berbasis visual. Video lama yang dipotong dan dilepas dari konteks aslinya dinilai sangat efektif menyesatkan publik, terutama ketika dikaitkan dengan tokoh internasional yang kontroversial.

Para pemeriksa fakta pun mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi konten visual yang beredar di media sosial. Publik diminta untuk memeriksa sumber asli, waktu perekaman, serta konteks peristiwa sebelum mempercayai atau membagikan informasi tersebut.

Dengan adanya klarifikasi ini, media pemeriksa fakta menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi Parlemen Denmark yang berkaitan dengan permintaan Donald Trump untuk Anugerah Nobel Perdamaian. Video yang beredar dipastikan merupakan konten lama yang disebarkan kembali dengan narasi keliru.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi, sekaligus menunjukkan peran penting media dan pemeriksa fakta dalam menangkal hoaks serta disinformasi yang berpotensi menyesatkan publik.

 

Tags: Amerika SerikatAnugerah Nobel PerdamaianBerita Hari iniDonald TrumpIndiaParlemanViral

Related Posts

Harta Karun Kuno Terungkap di Jerman, Temuan Koin Kelt Buka Jejak Perdagangan Masa Lalu
Mancanegara

Harta Karun Kuno Terungkap di Jerman, Temuan Koin Kelt Buka Jejak Perdagangan Masa Lalu

October 22, 2026
Bandara Dammam Arab Saudi Diserang, Dua Orang Tewas dan Operasional Kembali Normal
Mancanegara

Bandara Dammam Arab Saudi Diserang, Dua Orang Tewas dan Operasional Kembali Normal

October 22, 2026
Tragedi di Taiz Yaman: Dua Remaja Putri Tewas, Warga Sipil Terancam di Tengah Konflik
Mancanegara

Tragedi di Taiz Yaman: Dua Remaja Putri Tewas, Warga Sipil Terancam di Tengah Konflik

October 20, 2026
Negosiasi AS–Iran Tak Kunjung Mencapai Kesepakatan, Bayang-Bayang Konflik Baru Menguat
Mancanegara

Negosiasi AS–Iran Tak Kunjung Mencapai Kesepakatan, Bayang-Bayang Konflik Baru Menguat

October 20, 2026
Udara Memburuk, Lorong Mal Jadi Lintasan Lari: Dampak Kabut Asap Indonesia sampai Singapura
Mancanegara

Udara Memburuk, Lorong Mal Jadi Lintasan Lari: Dampak Kabut Asap Indonesia sampai Singapura

October 20, 2026
Indonesia Walk Out dari Sidang PBB Saat Netanyahu Naik Podium, Jadi Sorotan Dunia
Mancanegara

Indonesia Walk Out dari Sidang PBB Saat Netanyahu Naik Podium, Jadi Sorotan Dunia

September 25, 2026
Next Post

Isu Rapel Gaji Pensiunan ASN Jadi Perbincangan Publik, Pemerintah dan PT Taspen Tegaskan Belum Ada Regulasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

PANCEG RUPA : PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI HAJAT LEMBUR, WUJUD PELESTARIAN SENI BUDAYA DAN RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT

PANCEG RUPA : PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI HAJAT LEMBUR, WUJUD PELESTARIAN SENI BUDAYA DAN RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT

August 2, 2026
Partai Berkarya Kabupaten Bandung Perkenalkan Kepengurusan Baru, KPU dan Kesbangpol Beri Sambutan Hangat

Partai Berkarya Kabupaten Bandung Perkenalkan Kepengurusan Baru, KPU dan Kesbangpol Beri Sambutan Hangat

June 10, 2026

SBR 3, Pusat Oleh-Oleh Garut Terbesar dan Terlengkap dengan Dominasi Produk UMKM Lokal

January 22, 2026

Video “Mukena Pink” Viral di Media Sosial, Warganet Ramai Mencari Link Asli

March 13, 2026
KADIN Kabupaten Bandung dan Kota Depok Kembali Buka Fasilitas Sertifikasi SBU Pengadaan Barang dan Jasa Nonkonstruksi

KADIN Kabupaten Bandung dan Kota Depok Kembali Buka Fasilitas Sertifikasi SBU Pengadaan Barang dan Jasa Nonkonstruksi

September 10, 2026

EDITOR'S PICK

Classic green juice that can help your skin heal more quickly

March 5, 2026
Viral! Aksi Greenpeace di Patung Bundaran HI, Pesan Krisis Iklim dan Beban Hidup Menggema

Viral! Aksi Greenpeace di Patung Bundaran HI, Pesan Krisis Iklim dan Beban Hidup Menggema

October 20, 2026

Event Serentak, Jakarta Membludak

April 11, 2026
Harga Emas Antam 8 September 2026 Terkoreksi, Buyback Turun Jadi Rp2.480.000 per Gram

Harga Emas Antam 8 September 2026 Terkoreksi, Buyback Turun Jadi Rp2.480.000 per Gram

September 8, 2026
Jurnal Nusantara

© 2026 Jurnal Nusantara News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik

© 2026 Jurnal Nusantara News