Sunday, September 13, 2026
Jurnal Nusantara
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Mancanegara

Video Parlemen Denmark Dikaitkan dengan Isu Donald Trump Viral, Pemeriksa Fakta Tegaskan Tidak Berkaitan

Media pemeriksa fakta menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi Parlemen Denmark yang berkaitan dengan permintaan Donald Trump untuk Anugerah Nobel Perdamaian. Video yang beredar dipastikan merupakan konten lama yang disebarkan kembali dengan narasi keliru.

admin by admin
January 27, 2026
in Mancanegara
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Jurnal Nusantara, Denmark – Sebuah video yang diklaim sebagai pernyataan Parlemen Denmark terkait permintaan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memperoleh Anugerah Nobel Perdamaian viral di berbagai platform media sosial. Video tersebut disebarkan dengan narasi bahwa parlemen Denmark memberikan tanggapan atau sikap resmi terhadap isu Nobel yang dikaitkan dengan Donald Trump.

Namun, klaim tersebut dipastikan tidak benar. Sejumlah pemeriksa fakta menyatakan bahwa video yang beredar merupakan rekaman lama yang tidak memiliki kaitan sama sekali dengan isu Donald Trump maupun Anugerah Nobel Perdamaian.

READ ALSO

Prabowo Tiba di New Delhi, Bawa Kepentingan Indonesia dalam KTT BRICS 2026

Dari Marc Márquez hingga Veda Ega Pratama, Pembalap Indonesia Ikut Curi Perhatian di GP San Marino

Berdasarkan penelusuran FactCrescendo, video tersebut adalah rekaman sidang Parlemen Denmark yang terjadi pada periode sebelumnya dan membahas agenda yang sama sekali berbeda. Tidak ada pernyataan, pembahasan, maupun sikap resmi Parlemen Denmark yang menyinggung Donald Trump atau isu Nobel sebagaimana yang diklaim dalam unggahan viral.

FactCrescendo menjelaskan bahwa video tersebut telah mengalami kesalahan konteks (false context). Potongan video lama disebarkan ulang dengan narasi baru sehingga menimbulkan kesan seolah-olah peristiwa tersebut merupakan kejadian terkini dan berkaitan langsung dengan isu politik internasional yang sedang ramai diperbincangkan.

Hal senada juga disampaikan oleh media internasional. Seperti dilaporkan Times of India, video Parlemen Denmark tersebut tidak berhubungan dengan klaim permintaan Nobel oleh Donald Trump. Media tersebut menyoroti bagaimana konten lama kerap digunakan kembali dengan narasi menyesatkan untuk memancing perhatian publik dan meningkatkan interaksi di media sosial.

Sementara itu, sejumlah media global menilai viralnya video tersebut tidak lepas dari popularitas dan kontroversi yang kerap menyertai sosok Donald Trump. Isu seputar Nobel Perdamaian yang pernah dikaitkan dengan Trump sebelumnya juga kerap menjadi bahan spekulasi dan disinformasi di ruang digital.

Di media sosial, video tersebut menuai beragam reaksi. Sebagian warganet mempercayai narasi yang beredar dan menganggap Parlemen Denmark benar-benar menyampaikan sikap terhadap isu Nobel. Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan keaslian dan konteks video tersebut, hingga akhirnya memicu klarifikasi dari berbagai lembaga pemeriksa fakta.

Pakar literasi digital yang dikutip sejumlah media menilai kasus ini sebagai contoh klasik penyebaran misinformasi berbasis visual. Video lama yang dipotong dan dilepas dari konteks aslinya dinilai sangat efektif menyesatkan publik, terutama ketika dikaitkan dengan tokoh internasional yang kontroversial.

Para pemeriksa fakta pun mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi konten visual yang beredar di media sosial. Publik diminta untuk memeriksa sumber asli, waktu perekaman, serta konteks peristiwa sebelum mempercayai atau membagikan informasi tersebut.

Dengan adanya klarifikasi ini, media pemeriksa fakta menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada pernyataan resmi Parlemen Denmark yang berkaitan dengan permintaan Donald Trump untuk Anugerah Nobel Perdamaian. Video yang beredar dipastikan merupakan konten lama yang disebarkan kembali dengan narasi keliru.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi, sekaligus menunjukkan peran penting media dan pemeriksa fakta dalam menangkal hoaks serta disinformasi yang berpotensi menyesatkan publik.

 

Tags: Amerika SerikatAnugerah Nobel PerdamaianBerita Hari iniDonald TrumpIndiaParlemanViral

Related Posts

Prabowo Tiba di New Delhi, Bawa Kepentingan Indonesia dalam KTT BRICS 2026
Mancanegara

Prabowo Tiba di New Delhi, Bawa Kepentingan Indonesia dalam KTT BRICS 2026

September 12, 2026
Dari Marc Márquez hingga Veda Ega Pratama, Pembalap Indonesia Ikut Curi Perhatian di GP San Marino
Mancanegara

Dari Marc Márquez hingga Veda Ega Pratama, Pembalap Indonesia Ikut Curi Perhatian di GP San Marino

September 11, 2026
Sorotan Video Diduga Prajurit TNI Dampingi Arya Wedakarna di Thailand, Ini Respons Mabes TNI
Mancanegara

Sorotan Video Diduga Prajurit TNI Dampingi Arya Wedakarna di Thailand, Ini Respons Mabes TNI

September 7, 2026
Hari jadi asean ke-59 diperingati 8 agustus 2026, momentum memperkuat persatuan dan masa depan asia tenggara
Mancanegara

Hari jadi asean ke-59 diperingati 8 agustus 2026, momentum memperkuat persatuan dan masa depan asia tenggara

August 8, 2026
Di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Pertamina Pastikan Dua Kapal Tanker Berhasil Melintasi Selat Hormuz
Mancanegara

Di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Pertamina Pastikan Dua Kapal Tanker Berhasil Melintasi Selat Hormuz

July 9, 2026
Gelombang Panas Eropa Jadi Sorotan Dunia, Perubahan Iklim Kembali Diperdebatkan
Mancanegara

Gelombang Panas Eropa Jadi Sorotan Dunia, Perubahan Iklim Kembali Diperdebatkan

June 24, 2026
Next Post

Isu Rapel Gaji Pensiunan ASN Jadi Perbincangan Publik, Pemerintah dan PT Taspen Tegaskan Belum Ada Regulasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

PANCEG RUPA : PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI HAJAT LEMBUR, WUJUD PELESTARIAN SENI BUDAYA DAN RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT

PANCEG RUPA : PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI HAJAT LEMBUR, WUJUD PELESTARIAN SENI BUDAYA DAN RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT

August 2, 2026
Partai Berkarya Kabupaten Bandung Perkenalkan Kepengurusan Baru, KPU dan Kesbangpol Beri Sambutan Hangat

Partai Berkarya Kabupaten Bandung Perkenalkan Kepengurusan Baru, KPU dan Kesbangpol Beri Sambutan Hangat

June 10, 2026

SBR 3, Pusat Oleh-Oleh Garut Terbesar dan Terlengkap dengan Dominasi Produk UMKM Lokal

January 22, 2026
KADIN Kabupaten Bandung dan Kota Depok Kembali Buka Fasilitas Sertifikasi SBU Pengadaan Barang dan Jasa Nonkonstruksi

KADIN Kabupaten Bandung dan Kota Depok Kembali Buka Fasilitas Sertifikasi SBU Pengadaan Barang dan Jasa Nonkonstruksi

September 10, 2026
Pengurus KADIN Kabupaten Bandung Hadiri Festival AHU, Dorong Penguatan Legalitas dan Kepastian Hukum Dunia Usaha

Pengurus KADIN Kabupaten Bandung Hadiri Festival AHU, Dorong Penguatan Legalitas dan Kepastian Hukum Dunia Usaha

September 1, 2026

EDITOR'S PICK

Banjir Jakarta Masih Meluas, Puluhan RT & Jalan Tergenang, Kerja dari Rumah Diberlakukan

January 24, 2026

Menanti Kepastian Lebaran Saat Sains dan Ijtihad Bertemu di Sidang Isbat

March 19, 2026
Dari Bandung untuk Indonesia. SUMU Hadir Menjadi Rumah Besar UMKM dan Kebangkitan Ekonomi Umat

Dari Bandung untuk Indonesia. SUMU Hadir Menjadi Rumah Besar UMKM dan Kebangkitan Ekonomi Umat

May 7, 2026
Selain BBM Subsidi, Bahlil Pastikan LPG 3 Kg Tak Naik sampai Akhir 2026

Selain BBM Subsidi, Bahlil Pastikan LPG 3 Kg Tak Naik sampai Akhir 2026

May 3, 2026
Jurnal Nusantara

© 2026 Jurnal Nusantara News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik

© 2026 Jurnal Nusantara News