Jakarta — Aparat Bareskrim Polri membongkar markas besar judi online internasional yang beroperasi secara diam-diam di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Dalam operasi penggerebekan yang berlangsung dramatis, ratusan warga negara asing (WNA) langsung diamankan petugas.
Pengungkapan kasus ini sontak menjadi viral di media sosial karena jumlah pelaku yang ditangkap mencapai lebih dari 300 orang. Mayoritas berasal dari Vietnam dan China, sementara lainnya diketahui berasal dari Thailand, Laos, Myanmar, Malaysia, hingga Kamboja.
Saat penggerebekan berlangsung, polisi menemukan sebuah gedung yang diduga dijadikan pusat kendali puluhan situs judi online lintas negara. Di dalam lokasi, petugas mendapati deretan komputer, laptop, handphone, hingga dokumen paspor yang digunakan para operator.
Dari hasil penyelidikan sementara, jaringan tersebut disebut memiliki sistem kerja yang rapi dan terorganisir. Para pelaku dibagi dalam sejumlah peran, mulai dari operator website, customer service, telemarketing, hingga bagian transaksi keuangan dan penagihan.
Polisi menduga sindikat ini mengendalikan sekitar 75 situs judi online yang menyasar pemain dari berbagai negara Asia. Selain perangkat elektronik, aparat juga menyita uang tunai dalam berbagai mata uang asing serta dokumen transaksi yang kini masih didalami penyidik.
Tak hanya itu, pihak kepolisian juga tengah menelusuri kemungkinan adanya aktor utama yang berada di luar negeri. Dugaan sementara, jaringan ini memindahkan basis operasionalnya ke Indonesia setelah adanya penindakan besar-besaran di beberapa negara Asia Tenggara.
Video penggerebekan yang memperlihatkan ratusan WNA berbaris saat pendataan pun langsung ramai diperbincangkan warganet. Banyak yang menilai kasus ini sebagai salah satu pengungkapan judi online terbesar di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Kini seluruh tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Bareskrim Polri dan terancam dijerat Undang-Undang ITE, pasal perjudian, hingga tindak pidana pencucian uang.










