Tuesday, October 27, 2026
Jurnal Nusantara
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Mancanegara

Harta Karun Kuno Terungkap di Jerman, Temuan Koin Kelt Buka Jejak Perdagangan Masa Lalu

Menghebohkan! 11 Koin Perak Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di Bawah Bekas Lapangan Olahraga Jerman

admin by admin
October 22, 2026
in Mancanegara
0
Harta Karun Kuno Terungkap di Jerman, Temuan Koin Kelt Buka Jejak Perdagangan Masa Lalu
9.3k
SHARES
8.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

JERMAN — Penemuan benda bersejarah kembali membuka lembaran masa lalu Eropa. Para arkeolog menemukan 11 koin perak kuno peninggalan bangsa Kelt yang diperkirakan berasal dari abad pertama sebelum Masehi. Koin-koin tersebut ditemukan di kawasan Singer Berg, Thüringen, Jerman, ketika dilakukan penelitian arkeologi di lokasi bekas lapangan olahraga yang direncanakan menjadi tempat pembangunan stasiun pemadam kebakaran.

Temuan ini menarik perhatian karena menjadi kumpulan koin Kelt terbesar dari jenis dan periode tersebut yang diketahui pernah ditemukan di wilayah Thüringen. Selain memberikan tambahan bukti sejarah, penemuan tersebut berpotensi membantu para peneliti memahami aktivitas ekonomi, penggunaan mata uang, serta jaringan perdagangan masyarakat Eropa Tengah pada masa kuno.

READ ALSO

Bandara Dammam Arab Saudi Diserang, Dua Orang Tewas dan Operasional Kembali Normal

Tragedi di Taiz Yaman: Dua Remaja Putri Tewas, Warga Sipil Terancam di Tengah Konflik

Informasi penemuan tersebut diberitakan oleh Fox News pada 21 Oktober 2026, berdasarkan keterangan dari Kantor Negara Thüringen untuk Pelestarian Monumen dan Arkeologi atau Thuringian State Office for Monument Preservation and Archaeology (TLDA).

Ditemukan saat Penelitian Sebelum Pembangunan

Penemuan koin kuno tersebut bermula dari kegiatan penelitian arkeologi di area bekas lapangan olahraga di Singer Berg. Kawasan itu sedang diperiksa sebelum pelaksanaan pembangunan fasilitas pemadam kebakaran baru.

Dalam proses tersebut, pimpinan ekskavasi Ronny Krause menemukan koin-koin yang kemudian diteliti lebih lanjut. Penggalian lanjutan yang dilakukan pada Agustus 2026 membantu memastikan jumlah serta perkiraan usia benda bersejarah tersebut.

Hasil pemeriksaan mengidentifikasi 11 koin itu sebagai Prague-type quinarii, yakni jenis mata uang perak kuno yang dikaitkan dengan masyarakat Kelt di Eropa Tengah.

Penemuan tersebut bukan sekadar tambahan koleksi artefak. Jumlah koin sejenis yang sebelumnya diketahui di seluruh wilayah Thüringen dilaporkan hanya sekitar 80 keping. Karena itu, penambahan 11 koin dari satu lokasi dinilai penting bagi dokumentasi arkeologi regional.

Koin Kuno yang Menyimpan Jejak Perdagangan

Koin memiliki nilai penting bagi penelitian sejarah karena dapat memberikan petunjuk mengenai aktivitas ekonomi dan hubungan antarkelompok masyarakat pada masa lalu.

Dalam konteks penemuan di Singer Berg, para peneliti memperkirakan tempat pencetakan koin tersebut kemungkinan berada di kawasan Gotha, yang terletak di sebelah barat laut lokasi penemuan.

Meski demikian, asal-usul tempat pencetakan itu masih merupakan perkiraan ilmiah. Penemuan koin saja belum cukup untuk memastikan siapa pemiliknya, bagaimana koin tersebut berpindah tangan, atau untuk keperluan apa uang itu digunakan.

Melalui pemetaan berbagai temuan dari periode dan latar kebudayaan yang sama, arkeolog dapat membangun gambaran lebih luas mengenai kemungkinan jalur perdagangan dan pusat produksi pada masa kuno.

Dengan demikian, nilai penting penemuan tersebut tidak semata-mata terletak pada material peraknya, tetapi juga pada informasi yang bisa diperoleh dari konteks arkeologis tempat koin-koin itu ditemukan.

Diduga Pernah Disimpan dalam Wadah Organik

Para peneliti menduga koin-koin tersebut pada awalnya disimpan bersama dalam sebuah wadah berbahan organik yang kini telah terurai.

Koin-koin itu ditemukan tersebar pada area sekitar 19 kaki kali 5 kaki atau kurang lebih 5,8 meter kali 1,5 meter. Penyebaran tersebut diperkirakan berkaitan dengan aktivitas pembajakan tanah pada masa berikutnya.

Pihak berwenang menggambarkan penemuan itu sebagai closed find, yaitu temuan yang dipandang berasal dari satu kumpulan benda yang semula disimpan bersama. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaporkan, seluruh koin dari kumpulan tersebut diperkirakan telah berhasil ditemukan.

Walaupun demikian, alasan seseorang menyimpan koin-koin tersebut hingga terkubur selama lebih dari 2.000 tahun belum diketahui secara pasti. Dugaan mengenai penyimpanan untuk keamanan atau tujuan lain masih memerlukan bukti tambahan.

Artefak dari Periode Berbeda Turut Ditemukan

Selain 11 koin Kelt, kegiatan arkeologi di kawasan tersebut juga menghasilkan sejumlah benda lain dari periode sejarah yang berbeda.

Benda-benda itu mencakup sebuah koin Romawi kuno, manik-manik kaca dari periode abad pertengahan, fragmen pisau, satu koin perak lainnya, serta sebuah kancing seragam Prusia dari abad ke-19 atau ke-20.

Keberadaan benda-benda dari masa berbeda menunjukkan bahwa suatu lokasi dapat menyimpan jejak aktivitas manusia yang berlangsung dalam rentang waktu panjang.

Namun, ditemukannya berbagai artefak di area yang sama tidak otomatis berarti semua benda tersebut berasal dari satu peristiwa atau memiliki hubungan langsung. Penentuan usia, fungsi, dan keterkaitan setiap benda tetap membutuhkan penelitian tersendiri.

Pentingnya Pelestarian Warisan Arkeologi

Penemuan di Thüringen juga menegaskan pentingnya pemeriksaan arkeologi sebelum pembangunan dilakukan di kawasan yang berpotensi menyimpan peninggalan sejarah.

Kegiatan pembangunan, penggalian tanah, dan perubahan fungsi lahan dapat membuka akses terhadap benda-benda kuno yang sebelumnya tidak diketahui keberadaannya. Tanpa dokumentasi yang tepat, konteks penemuan bisa hilang dan informasi sejarah yang terkandung di dalamnya berisiko tidak dapat dipulihkan.

Oleh sebab itu, otoritas arkeologi menekankan pentingnya menjaga lokasi penemuan serta melaporkan benda bersejarah melalui prosedur yang sesuai. Pencarian benda kuno tanpa dokumentasi dan tanpa mengikuti ketentuan yang berlaku dapat menghilangkan informasi penting mengenai asal-usul artefak.

Dalam penelitian arkeologi, posisi benda, kondisi tanah, hubungan dengan artefak lain, serta lapisan tempat benda ditemukan sama pentingnya dengan benda itu sendiri.

Membuka Peluang Penelitian Sejarah Lebih Lanjut

Penemuan 11 koin perak Kelt di Singer Berg menjadi tambahan penting bagi catatan sejarah Thüringen. Walaupun jumlahnya relatif kecil dibandingkan penemuan harta karun dalam bentuk lain, kelangkaan jenis koin tersebut membuatnya memiliki arti tersendiri bagi penelitian arkeologi.

Temuan ini dapat menjadi bahan perbandingan untuk mengkaji peredaran mata uang, aktivitas ekonomi, serta hubungan masyarakat di Eropa Tengah pada abad pertama sebelum Masehi.

Pertanyaan mengenai siapa yang menyimpan koin-koin tersebut, apa tujuan penyimpanannya, dan bagaimana benda itu akhirnya tertinggal di lokasi tersebut masih terbuka untuk diteliti.

Pada akhirnya, penemuan tersebut mengingatkan bahwa kawasan yang saat ini digunakan untuk aktivitas modern dapat menyimpan jejak peradaban berusia ribuan tahun. Melalui penelitian yang sistematis dan pelestarian yang bertanggung jawab, artefak sederhana seperti koin dapat membantu manusia memahami kehidupan masyarakat pada masa lampau.

Sumber referensi: Fox News, 21 Oktober 2026, mengenai penemuan 11 koin perak Kelt di Thüringen, Jerman; serta laporan arkeologi terkait yang mengutip keterangan TLDA.

Redaksi berita oleh JURNAL NUSANTARA  / ASBI Media Center.

Tags: arkeologi Jermanartefak kunoASBI Media Centerbangsa CelticBerita Internasionalberita sejarah duniaberita viral 22 Oktober 2026harta karun bersejarahJabar Todayjalur perdagangan kunokabar dunia terbarukoin berusia 2000 tahunkoin Kelt kunokoin perak kunomata uang kunopelestarian cagar budayapenelitian arkeologipenemuan arkeologi terbarupenemuan benda bersejarahpenemuan harta karun kunopeninggalan sejarahPrague-type quinariisejarah bangsa Keltsejarah EropaSinger BergThüringen Jermanwarisan budaya dunia

Related Posts

Bandara Dammam Arab Saudi Diserang, Dua Orang Tewas dan Operasional Kembali Normal
Mancanegara

Bandara Dammam Arab Saudi Diserang, Dua Orang Tewas dan Operasional Kembali Normal

October 22, 2026
Tragedi di Taiz Yaman: Dua Remaja Putri Tewas, Warga Sipil Terancam di Tengah Konflik
Mancanegara

Tragedi di Taiz Yaman: Dua Remaja Putri Tewas, Warga Sipil Terancam di Tengah Konflik

October 20, 2026
Negosiasi AS–Iran Tak Kunjung Mencapai Kesepakatan, Bayang-Bayang Konflik Baru Menguat
Mancanegara

Negosiasi AS–Iran Tak Kunjung Mencapai Kesepakatan, Bayang-Bayang Konflik Baru Menguat

October 20, 2026
Udara Memburuk, Lorong Mal Jadi Lintasan Lari: Dampak Kabut Asap Indonesia sampai Singapura
Mancanegara

Udara Memburuk, Lorong Mal Jadi Lintasan Lari: Dampak Kabut Asap Indonesia sampai Singapura

October 20, 2026
Indonesia Walk Out dari Sidang PBB Saat Netanyahu Naik Podium, Jadi Sorotan Dunia
Mancanegara

Indonesia Walk Out dari Sidang PBB Saat Netanyahu Naik Podium, Jadi Sorotan Dunia

September 25, 2026
Perjuangan Belum Usai! Indonesia Koleksi 13 Medali, Asa Emas Masih Terbuka di Asian Games 2026
Mancanegara

Perjuangan Belum Usai! Indonesia Koleksi 13 Medali, Asa Emas Masih Terbuka di Asian Games 2026

September 23, 2026
Next Post
Gudang Kayu dan 10 Bangunan Terbakar di Bandung, Api Muncul Pagi Hari

Gudang Kayu dan 10 Bangunan Terbakar di Bandung, Api Muncul Pagi Hari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

PANCEG RUPA : PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI HAJAT LEMBUR, WUJUD PELESTARIAN SENI BUDAYA DAN RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT

PANCEG RUPA : PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI HAJAT LEMBUR, WUJUD PELESTARIAN SENI BUDAYA DAN RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT

August 2, 2026
Partai Berkarya Kabupaten Bandung Perkenalkan Kepengurusan Baru, KPU dan Kesbangpol Beri Sambutan Hangat

Partai Berkarya Kabupaten Bandung Perkenalkan Kepengurusan Baru, KPU dan Kesbangpol Beri Sambutan Hangat

June 10, 2026

SBR 3, Pusat Oleh-Oleh Garut Terbesar dan Terlengkap dengan Dominasi Produk UMKM Lokal

January 22, 2026

Video “Mukena Pink” Viral di Media Sosial, Warganet Ramai Mencari Link Asli

March 13, 2026
KADIN Kabupaten Bandung dan Kota Depok Kembali Buka Fasilitas Sertifikasi SBU Pengadaan Barang dan Jasa Nonkonstruksi

KADIN Kabupaten Bandung dan Kota Depok Kembali Buka Fasilitas Sertifikasi SBU Pengadaan Barang dan Jasa Nonkonstruksi

September 10, 2026

EDITOR'S PICK

Gus Ipul Serukan Gotong Royong-Entaskan Kemiskinan Lewat Sekolah Rakyat

Gus Ipul Serukan Gotong Royong-Entaskan Kemiskinan Lewat Sekolah Rakyat

May 3, 2026
Kapolres Palopo Tindak Oknum Polisi yang Ngamuk-Panjat Pagar Rumah Wali Kota

Rampas Mobil Warga, 4 Orang Ngaku Debt Collector Diringkus Polresta Pati

May 3, 2026
Hearts2Hearts Batal Tampil di Jakarta, Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan

Hearts2Hearts Batal Tampil di Jakarta, Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan

September 7, 2026

Estimated cost of Central Sulawesi disaster reaches nearly $1B

April 3, 2026
Jurnal Nusantara

© 2026 Jurnal Nusantara News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik

© 2026 Jurnal Nusantara News