Jurnal Nusantara, JAKARTA — Rencana kehadiran grup K-pop Hearts2Hearts di Jakarta harus berakhir dengan pembatalan setelah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia.
Hearts2Hearts sebelumnya dijadwalkan menjadi salah satu bintang tamu dalam acara Siap-Siap Indonesian Television Awards (ITA) 2026 yang direncanakan berlangsung pada Senin, 7 September 2026. Namun, kondisi penerbangan yang terganggu akibat sebaran abu vulkanik membuat rencana penampilan grup asal Korea Selatan tersebut tidak dapat direalisasikan.
Pihak penyelenggara kemudian menyampaikan bahwa acara tersebut dibatalkan menyusul kondisi yang berkembang akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Informasi tersebut langsung menjadi perhatian penggemar, khususnya para penggemar Hearts2Hearts di Indonesia.
Penerbangan Terganggu Abu Vulkanik
Pembatalan kehadiran Hearts2Hearts tidak terlepas dari gangguan besar terhadap sektor penerbangan. Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak akhir pekan menyebabkan abu vulkanik menyebar ke wilayah udara dan mengganggu aktivitas sejumlah bandara.
Laporan terbaru menyebutkan sejumlah bandara masih mengalami penutupan akibat abu vulkanik. Dampaknya, ribuan penerbangan mengalami pembatalan maupun penundaan dan ratusan ribu penumpang terdampak. Kondisi tersebut juga membuat sejumlah penerbangan internasional mengalami perubahan jadwal.
Sebelumnya, penerbangan dari Incheon menuju Jakarta yang berkaitan dengan perjalanan Hearts2Hearts juga terdampak. Penerbangan Korean Air pada 5 dan 6 September 2026 dilaporkan mengalami pembatalan akibat kondisi abu vulkanik yang mengganggu operasional penerbangan menuju Jakarta.
Penggemar Kecewa
Kabar batalnya penampilan Hearts2Hearts di Jakarta sontak menjadi perbincangan di kalangan penggemar K-pop. Kehadiran grup yang berada di bawah naungan SM Entertainment tersebut sebelumnya telah dinantikan oleh penggemar Indonesia.
Meski demikian, pembatalan tersebut merupakan konsekuensi dari kondisi keselamatan penerbangan. Abu vulkanik dapat membahayakan operasional pesawat karena berpotensi mengganggu mesin maupun sistem penerbangan.
Karena itu, keselamatan artis, kru, penumpang, dan seluruh pihak yang terlibat menjadi pertimbangan utama dalam keputusan penyesuaian maupun pembatalan perjalanan.
Erupsi Masih Menjadi Perhatian
Erupsi Gunung Anak Krakatau juga memberikan dampak lebih luas terhadap aktivitas masyarakat. Selain penerbangan, sejumlah sekolah di wilayah terdampak menerapkan pembelajaran jarak jauh sebagai langkah antisipasi terhadap paparan abu vulkanik.
Pemerintah dan otoritas terkait mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, serta mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas vulkanik dan kondisi kualitas udara.
Gunung Anak Krakatau sendiri berada di kawasan Selat Sunda dan merupakan salah satu gunung api aktif yang terus mendapatkan pemantauan. Pengalaman erupsi sebelumnya juga membuat aktivitas gunung tersebut menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat.
Bukan Sekadar Pembatalan Acara
Batalnya penampilan Hearts2Hearts di Jakarta menunjukkan bagaimana fenomena alam dapat memberikan dampak berantai terhadap berbagai sektor, mulai dari transportasi udara, pariwisata, pendidikan hingga industri hiburan.
Bagi penggemar, pembatalan tersebut tentu menjadi kabar mengecewakan. Namun, kondisi keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama.
Dengan situasi abu vulkanik yang masih memengaruhi sejumlah wilayah, masyarakat diimbau tidak hanya mengikuti informasi yang beredar di media sosial, tetapi juga mengacu pada informasi resmi dari pemerintah, otoritas penerbangan, dan lembaga terkait.
Sementara itu, perhatian publik kini tertuju pada perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan pemulihan operasional penerbangan di sejumlah bandara yang terdampak.
ASBI Media Center













