Wednesday, September 30, 2026
Jurnal Nusantara
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Rupiah Kembali Bangkit! Dolar AS Turun ke Rp17.925, Pasar Masih Waspadai Tekanan Global

admin by admin
September 30, 2026
in Uncategorized
0
Rupiah Kembali Bangkit! Dolar AS Turun ke Rp17.925, Pasar Masih Waspadai Tekanan Global
9.9k
SHARES
8.8k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

JURNAL NUSANTARA, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan Rabu, 30 September 2026. Mata uang Garuda dibuka menguat ke kisaran Rp17.925 per dolar AS, setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup di sekitar Rp17.981 per dolar AS.

Berdasarkan laporan ANTARA yang dikutip sejumlah media nasional, penguatan tersebut mencapai sekitar 56 poin atau 0,31 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan Selasa, 29 September 2026. Pergerakan tersebut menjadi perhatian pasar karena rupiah sebelumnya sempat berada sangat dekat dengan level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

READ ALSO

Hari jadi asean ke-59 diperingati 8 agustus 2026, momentum memperkuat persatuan dan masa depan asia tenggara

Prabowo Terima Kunjungan Resmi PM India Narendra Modi, Indonesia dan India Perkuat Kerja Sama Strategis

Pergerakan rupiah pada perdagangan terakhir September ini terjadi di tengah dinamika pasar keuangan global yang masih cukup kompleks. Salah satu sentimen yang memberikan ruang penguatan rupiah adalah penurunan harga minyak dunia, yang kemudian meredakan sebagian kekhawatiran pasar terhadap tekanan pasokan energi.

Harga Minyak Dunia Beri Sentimen Positif

Sejumlah laporan media ekonomi menyebutkan bahwa koreksi harga minyak dunia menjadi salah satu faktor yang membantu pergerakan rupiah pada perdagangan Rabu.

Liputan6, dengan mengutip laporan ANTARA, menyebut harga minyak Brent turun sekitar 2,8 persen menjadi US$102,35 per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) dilaporkan turun sekitar 3,8 persen menjadi US$89 per barel. Penurunan tersebut berkaitan dengan munculnya tanda-tanda perbaikan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Perkembangan pasokan minyak menjadi penting bagi pasar Indonesia karena perubahan harga energi global dapat memengaruhi persepsi investor terhadap kondisi ekonomi, kebutuhan devisa, biaya impor, hingga tekanan inflasi.

Dengan adanya penurunan harga minyak, sebagian tekanan terhadap mata uang negara-negara emerging market dapat berkurang. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta menghilangkan seluruh risiko yang sedang dihadapi rupiah.

Rupiah Sempat Menembus Rp18.000

Sebelum mengalami penguatan pada Rabu pagi, rupiah mendapat tekanan cukup besar dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa, 29 September 2026, rupiah ditutup di kisaran Rp17.981 per dolar AS dan sempat menyentuh level di atas Rp18.000. Kondisi tersebut membuat angka Rp18.000 menjadi perhatian pelaku pasar karena merupakan level psikologis penting dalam pergerakan nilai tukar.

Bank Indonesia sebelumnya juga memberikan penjelasan mengenai sejumlah faktor yang memengaruhi pelemahan rupiah. Tekanan tersebut antara lain berkaitan dengan kondisi pasar global, kenaikan harga minyak, ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat, kebutuhan valuta asing oleh importir, serta pergerakan dana portofolio.

Metro TV melaporkan pernyataan Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, bahwa tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi kenaikan harga minyak yang meningkatkan ekspektasi pengetatan kebijakan moneter AS.

BI Terus Pantau Stabilitas Rupiah

Bank Indonesia menyatakan tetap berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan memastikan mekanisme pasar berjalan secara baik.

Reuters pada 29 September melaporkan bahwa BI terus melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk membantu menjaga stabilitas rupiah. Pada saat yang sama, kondisi pasar global masih menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati.

Pada September 2026, BI juga meningkatkan pembelian obligasi pemerintah di pasar sekunder sebagai bagian dari upaya menjaga likuiditas sistem keuangan. Reuters melaporkan bahwa langkah tersebut dilakukan ketika pasar menghadapi sejumlah tekanan dan nilai tukar rupiah berada di bawah tekanan.

Peran bank sentral menjadi penting karena pergerakan nilai tukar bukan hanya berkaitan dengan pasar valuta asing, tetapi juga dapat berdampak terhadap aktivitas perdagangan, harga barang impor, dunia usaha dan kondisi pasar keuangan.

Depresiasi Rupiah Sepanjang 2026 Masih Menjadi Perhatian

Meskipun rupiah menguat pada perdagangan 30 September, kondisi sepanjang tahun tetap menunjukkan adanya tekanan.

Republika melaporkan berdasarkan keterangan Bank Indonesia bahwa hingga posisi 29 September 2026, rupiah mengalami depresiasi sekitar 7,74 persen secara year-to-date dibandingkan posisi akhir 2025. BI menyatakan akan terus melakukan langkah-langkah intervensi untuk menciptakan stabilitas nilai tukar.

Angka tersebut memberikan gambaran bahwa penguatan rupiah pada satu hari perdagangan tidak dapat langsung dimaknai sebagai berakhirnya tekanan terhadap mata uang nasional. Pergerakan nilai tukar sangat dipengaruhi kondisi global dan domestik yang dapat berubah dari waktu ke waktu.

Karena itu, pelaku usaha dan masyarakat perlu melihat perkembangan rupiah dalam konteks yang lebih luas, bukan hanya berdasarkan perubahan harian.

Pasar Masih Mencermati Kebijakan The Fed

Selain harga minyak, kebijakan moneter Amerika Serikat juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar.

Ketika pasar memperkirakan adanya kebijakan moneter AS yang lebih ketat atau imbal hasil surat utang AS meningkat, aset dalam dolar AS dapat menjadi lebih menarik bagi investor global. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Bank Indonesia juga menyoroti hubungan antara kenaikan harga minyak, ekspektasi kebijakan moneter AS, dan pergerakan yield US Treasury dalam menjelaskan tekanan terhadap rupiah.

Situasi ini menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah tidak hanya ditentukan oleh kondisi ekonomi Indonesia, tetapi juga dipengaruhi perkembangan ekonomi dan kebijakan negara-negara besar.

Dampaknya bagi Masyarakat dan Dunia Usaha

Pergerakan rupiah menjadi perhatian masyarakat karena nilai tukar memiliki hubungan dengan berbagai aktivitas ekonomi.

Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya barang dan bahan baku yang masih bergantung pada impor. Dunia usaha yang menggunakan bahan baku, mesin, komponen atau produk dari luar negeri perlu memperhitungkan perubahan kurs dalam biaya operasional.

Di sisi lain, sektor yang memperoleh pendapatan dalam dolar AS dapat memiliki kondisi berbeda karena penerimaan dalam valuta asing ketika dikonversi ke rupiah menghasilkan nilai rupiah yang lebih besar.

Bagi masyarakat umum, dampak nilai tukar dapat terlihat melalui harga sejumlah produk yang memiliki komponen impor, biaya perjalanan luar negeri, pendidikan internasional, hingga berbagai kebutuhan yang terkait dengan perdagangan global.

Namun, dampak tersebut tidak selalu terjadi secara langsung karena harga barang juga dipengaruhi faktor lain seperti biaya produksi, distribusi, kebijakan pemerintah, permintaan pasar dan harga komoditas.

Rupiah Menguat, Pasar Tetap Waspada

Pada perdagangan Rabu, 30 September 2026, penguatan rupiah menjadi perkembangan positif setelah mata uang Garuda sebelumnya mendekati bahkan sempat melewati level Rp18.000 per dolar AS.

Data pembukaan yang dikutip ANTARA menunjukkan rupiah menguat 56 poin menjadi Rp17.925 per dolar AS. Sejumlah laporan pada hari yang sama juga mencatat rupiah bergerak di kisaran Rp17.800-an hingga Rp17.900-an seiring dinamika pasar.

Namun, pergerakan tersebut masih harus dilihat bersama perkembangan harga minyak, kebijakan bank sentral AS, arus modal asing, kebutuhan valas domestik dan kebijakan stabilisasi Bank Indonesia.

Dengan demikian, perhatian pasar terhadap rupiah belum berhenti hanya karena terjadi penguatan pada perdagangan hari ini.

ASBI Media Center — Pergerakan rupiah pada akhir September 2026 menunjukkan bahwa pasar keuangan Indonesia masih menghadapi dinamika global dan domestik yang cukup kuat. Penguatan ke sekitar Rp17.925 per dolar AS memberikan ruang positif pada perdagangan 30 September, tetapi tekanan sepanjang tahun dan faktor eksternal tetap menjadi perhatian bagi pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, investor, serta masyarakat.

Sumber pengembangan : ANTARA, Liputan6, ASBI News, JABAR Today, Jurnal Nusantara, MEDIA Nusantara, Republika, Reuters, Metro TV, Bisnis.com, detikFinance dan sejumlah laporan media ekonomi lainnya.

Tags: 30 September 2026ASBI Media CenterASBI NewsBank IndonesiaBerita Ekonomiberita ekonomi terbaruBerita Hari iniBerita Indonesia.Berita Nasionalberita rupiah terbaruberita terbaruBerita Viral IndonesiaBIBisnis IndonesiaDolar AmerikaDolar ASdolar Rp18000Dunia Usahaekonomi 2026Ekonomi GlobalEkonomi IndonesiaEkonomi NasionalEkonomi TerkiniHarga Minyak DuniaIHSGInflasiinformasi ekonomiInvestasi IndonesiaInvestorJabar Todaykabar ekonomikebijakan moneterkurs dolarkurs dolar hari inikurs rupiahMinyak dunianilai tukarnilai tukar rupiahPasar Keuanganpasar valuta asingperdagangan Indonesiaperkembangan rupiahRupiahrupiah 30 september 2026rupiah hari iniRupiah Melemahrupiah menguatrupiah Rp18000The FedUMKMUS Treasuryvalas

Related Posts

Hari jadi asean ke-59 diperingati 8 agustus 2026, momentum memperkuat persatuan dan masa depan asia tenggara
Mancanegara

Hari jadi asean ke-59 diperingati 8 agustus 2026, momentum memperkuat persatuan dan masa depan asia tenggara

August 8, 2026
Prabowo Terima Kunjungan Resmi PM India Narendra Modi, Indonesia dan India Perkuat Kerja Sama Strategis
Uncategorized

Prabowo Terima Kunjungan Resmi PM India Narendra Modi, Indonesia dan India Perkuat Kerja Sama Strategis

July 7, 2026
Drama Babak Gugur Piala Dunia 2026 Dimulai, Kanada Amankan Tiket 16 Besar
Uncategorized

Drama Babak Gugur Piala Dunia 2026 Dimulai, Kanada Amankan Tiket 16 Besar

June 29, 2026
Lima Titik Demonstrasi di Jakarta Menjadi Sorotan, Dampak Terhadap Mobilitas dan Aktivitas Perkotaan
Uncategorized

Lima Titik Demonstrasi di Jakarta Menjadi Sorotan, Dampak Terhadap Mobilitas dan Aktivitas Perkotaan

June 17, 2026
Presiden Prabowo Subianto Temui Petani di Panen Raya Nasional, Harapan Baru Ketahanan Pangan Indonesia
Uncategorized

Presiden Prabowo Subianto Temui Petani di Panen Raya Nasional, Harapan Baru Ketahanan Pangan Indonesia

May 18, 2026
Uncategorized

Estimated cost of Central Sulawesi disaster reaches nearly $1B

April 3, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

PANCEG RUPA : PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI HAJAT LEMBUR, WUJUD PELESTARIAN SENI BUDAYA DAN RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT

PANCEG RUPA : PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI HAJAT LEMBUR, WUJUD PELESTARIAN SENI BUDAYA DAN RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT

August 2, 2026
Partai Berkarya Kabupaten Bandung Perkenalkan Kepengurusan Baru, KPU dan Kesbangpol Beri Sambutan Hangat

Partai Berkarya Kabupaten Bandung Perkenalkan Kepengurusan Baru, KPU dan Kesbangpol Beri Sambutan Hangat

June 10, 2026

SBR 3, Pusat Oleh-Oleh Garut Terbesar dan Terlengkap dengan Dominasi Produk UMKM Lokal

January 22, 2026
KADIN Kabupaten Bandung dan Kota Depok Kembali Buka Fasilitas Sertifikasi SBU Pengadaan Barang dan Jasa Nonkonstruksi

KADIN Kabupaten Bandung dan Kota Depok Kembali Buka Fasilitas Sertifikasi SBU Pengadaan Barang dan Jasa Nonkonstruksi

September 10, 2026
PTGMI Kabupaten Bandung Perkuat Kampanye Kesehatan Gigi dan Mulut Melalui Jalan Sehat, Edukasi dan Pemeriksaan Gratis

PTGMI Kabupaten Bandung Perkuat Kampanye Kesehatan Gigi dan Mulut Melalui Jalan Sehat, Edukasi dan Pemeriksaan Gratis

September 11, 2026

EDITOR'S PICK

Event Serentak, Jakarta Membludak

April 11, 2026
Dudy Purwagandhi: Aturan Komisi 8 Persen Fokus untuk Pengemudi Ojek Online

Dudy Purwagandhi: Aturan Komisi 8 Persen Fokus untuk Pengemudi Ojek Online

June 29, 2026

Hoaks BBM Kian Meluas Jelang April Mop, Isu Pertamax Tembus Rp17 Ribu Picu Kepanikan

April 1, 2026
Kapolres Palopo Tindak Oknum Polisi yang Ngamuk-Panjat Pagar Rumah Wali Kota

Kapolres Palopo Tindak Oknum Polisi yang Ngamuk-Panjat Pagar Rumah Wali Kota

May 3, 2026
Jurnal Nusantara

© 2026 Jurnal Nusantara News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik

© 2026 Jurnal Nusantara News