Jurnal Nusantara, Filipina — Dua anggota kepolisian dari Manila Police District ditarik dari tugasnya setelah sebuah video yang menunjukkan aksi mereka di jalan raya menjadi viral di media sosial. Video yang beredar secara luas memperlihatkan mobil patroli polisi memblokir kendaraan lain di Taft Avenue, salah satu ruas jalan utama di Manila, sehingga memicu kemacetan dan reaksi keras netizen.
Rekaman video yang tersebar di platform seperti Facebook dan X menunjukkan sebuah patrol car polisi tiba‑tiba berhenti di tengah jalan meskipun lampu lalu lintas sudah hijau, sehingga kendaraan lain terpaksa berhenti di belakangnya. Momen ini lantas menjadi viral karena dinilai sebagai bentuk pengabaian tata tertib lalu lintas dan perilaku tidak profesional aparat yang semestinya menjamin kelancaran arus kendaraan.
Menanggapi kehebohan tersebut, komandan dari Ermita Police Station 5 menyatakan kedua petugas yang terlibat telah dicopot sementara dari tugas mereka dan diperintahkan menyerahkan penjelasan tertulis seputar kejadian yang terekam dalam video. Pihak kepolisian setempat juga menginisiasi peninjauan administratif menyeluruh untuk mengungkap kronologi lengkap insiden tersebut.
Komandan polisi menjelaskan bahwa kedua personel tersebut mengklaim bahwa mobil patroli mengalami masalah mesin (engine trouble) sebelum berhenti di tengah jalan. Pernyataan ini masih menjadi bagian dari proses pemeriksaan untuk menentukan apakah ada kelalaian tugas atau pelanggaran prosedur yang dilakukan.
Selain pencopotan sementara, pihak Manila Police District mengatakan mereka telah memulai pemeriksaan administratif dan pengumpulan rekaman CCTV tambahan untuk mengklarifikasi peristiwa tersebut. Jika disimpulkan bahwa kedua petugas bersalah, mereka bisa menghadapi tindakan disipliner sesuai aturan internal kepolisian Filipina.
Pihak berwenang juga mengumumkan bahwa Land Transportation Office (LTO) telah mengeluarkan perintah kepada polisi sebagai pemilik mobil patroli untuk memberikan penjelasan kenapa mereka tidak boleh dikenakan tuduhan seperti menghalangi lalu lintas atau mengemudikan kendaraan secara ceroboh.
Insiden ini memicu kritik luas di media sosial. Warganet mempertanyakan profesionalisme aparat dalam menjalankan tugas sehari‑hari, terutama di tengah harapan tinggi masyarakat terhadap penegakan hukum dan keselamatan lalu lintas. Video yang viral ini menjadi sorotan karena dinilai bertolak belakang dengan tugas polisi yang semestinya memberikan teladan di ruang publik.
Kejadian seperti ini juga membuka kembali diskusi tentang akuntabilitas aparat keamanan di era digital, di mana setiap momen kerja polisi bisa terekam dan langsung menjadi konsumsi publik dalam hitungan menit.











