Jurnal Nusantara, IKN – Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur menjadi salah satu fokus utama dalam agenda pembangunan nasional, dan per 27 Januari 2026 perkembangan terakhir menunjukkan kemajuan yang terus bergerak. Pemerintah menyatakan proyek raksasa ini berjalan sesuai rencana dan memasuki tahapan penting untuk mewujudkan fungsi IKN sebagai pusat pemerintahan dan kota masa depan Indonesia.
Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, dalam talkshow “Arah Baru Pembangunan Nasional” di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, menyatakan bahwa pembangunan IKN tidak mengkrak seperti kabar yang beredar. Gibran menegaskan kemajuan pembangunan di lapangan menunjukkan pencapaian yang signifikan, dan pemerintah kini fokus pada pembangunan fasilitas utama untuk mendukung kelancaran pemerintahan di IKN. ( VOI )
Menurut Wapres, pemerintah saat ini mengupayakan penyelesaian kompleks legislatif dan yudikatif, yang menjadi bagian penting agar roda pemerintahan dapat berpindah secara utuh ke ibu kota baru pada waktunya. Target penyelesaian infrastruktur utama ditetapkan hingga tahun 2028 agar kegiatan pemerintahan pusat dapat berjalan efektif di IKN pada tahun 2029.
Kemajuan fisik IKN juga menunjukkan dinamika pembangunan berbagai fasilitas penunjang. Salah satu pencapaian penting adalah rampungnya pembangunan Kantor Wakil Presiden di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) yang selesai secara fisik pada akhir Desember 2025 . Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari fase pertama pembangunan IKN dan telah mencapai hampir selesai.
Tidak hanya itu, pembangunan perumahan untuk aparatur sipil negara dan aparat keamanan juga terus berlangsung. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memulai konstruksi 47 menara perumahan di wilayah IKN untuk mendukung kebutuhan perumahan ASN dan personel TNI/Polri. Pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya mempersiapkan pemindahan ASN secara bertahap.
Selain pengerjaan infrastruktur pemerintahan dan perumahan, perkembangan lain yang menarik adalah masuknya investasi dari luar negeri. Perusahaan konstruksi dan pengembangan asal Uni Emirat Arab, Ayedh Dejem Group , dikabarkan mengembangkan kawasan terpadu di IKN, menunjukkan bahwa proyek ibu kota baru juga mulai menarik minat investor global.
Di sisi kebijakan, pejabat pemerintah menegaskan bahwa masuknya investasi swasta dan kerja sama strategis merupakan bagian penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi IKN. Hal ini sejalan dengan prinsip pembangunan kota masa depan yang tidak hanya menjadi pusat pemerintahan tetapi juga menjadi magnet pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.
Meskipun masih terdapat tantangan dan narasi yang berbeda di ruang publik, seperti pertanyaan mengenai ritme investasi atau penambahan biaya pembangunan, pemerintah dan otoritas IKN terus menggarisbawahi komitmen untuk menyelesaikan proyek sesuai rencana jangka panjang. Upaya percepatan pembangunan dilakukan dengan pendekatan kolaboratif antara kementerian, investor, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dengan berbagai pencapaian fisik dan kebijakan yang terus bergerak, kemajuan pembangunan IKN pada 27 Januari 2026 mencerminkan bahwa ibu kota baru Indonesia tidak berhenti pada infrastruktur dasar, tetapi mulai memasuki fase pembangunan terintegrasi yang berfokus pada fungsi pemerintahan, perumahan, dan kehidupan perkotaan yang modern.









