Wednesday, October 28, 2026
Jurnal Nusantara
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Daerah

Dedi Mulyadi Dorong Pilkades Digital di Seluruh Jawa Barat, Penghitungan Suara Lebih Cepat

admin by admin
October 28, 2026
in Daerah
0
Dedi Mulyadi Dorong Pilkades Digital di Seluruh Jawa Barat, Penghitungan Suara Lebih Cepat
5.7k
SHARES
4.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

BANDUNG, JURNAL NUSANTARA — Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan desa. Salah satu langkah yang kini menjadi perhatian adalah penerapan pemilihan kepala desa (Pilkades) berbasis elektronik atau e-voting yang ditargetkan dapat diperluas ke seluruh desa di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai penggunaan teknologi dalam proses pemilihan kepala desa berpotensi mempercepat penghitungan suara, menekan biaya penyelenggaraan, serta membuat proses demokrasi di tingkat desa lebih efisien.

READ ALSO

PSI Cimahi Desak Kepala DPKP Dinonaktifkan, Dugaan Fee Proyek 10 Persen Jadi Sorotan

Kasus Dugaan Keracunan MBG di Cirebon Meluas, Keselamatan Anak dan Pengawasan Pangan Jadi Sorotan

Dorongan tersebut disampaikan saat Dedi meninjau pelaksanaan Pilkades digital di Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan teknologi dalam pelayanan pemerintahan dan penyelenggaraan demokrasi lokal.

E-voting dinilai memangkas waktu penghitungan suara

Dalam sistem pemilihan konvensional, penyelenggara harus menyiapkan surat suara, mendistribusikannya ke tempat pemungutan suara, serta melakukan penghitungan secara manual setelah pemungutan suara berakhir.

Proses tersebut membutuhkan tenaga, waktu, dan biaya operasional. Pada pelaksanaan tertentu, penghitungan juga dapat berlangsung cukup lama, terutama ketika jumlah pemilih dan tempat pemungutan suara relatif besar.

Melalui sistem e-voting, pemilih menggunakan perangkat elektronik untuk menentukan pilihan. Hasil penghitungan dapat diproses secara lebih cepat sehingga masyarakat tidak harus menunggu terlalu lama untuk mengetahui hasil pemilihan.

Dedi menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi diharapkan menghadirkan demokrasi yang lebih cepat, ekonomis, dan efisien dalam pengelolaan anggaran daerah.

Menurutnya, digitalisasi tidak semestinya hanya menjadi simbol modernisasi, tetapi perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk dalam penyelenggaraan pemilihan pemimpin di tingkat desa.

Sumedang menjadi salah satu pelaksanaan penting Pilkades digital

Kabupaten Sumedang menjadi salah satu daerah yang melaksanakan Pilkades serentak berbasis digital pada 28 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan IDN Times Jabar, sebanyak 92 desa dengan 423 tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Sumedang mengikuti Pilkades digital, dengan jumlah pemilih sekitar 270 ribu orang. Pelaksanaan ini menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap kesiapan teknologi, petugas, dan koordinasi di tingkat desa.

Pemerintah daerah juga menghadapi tantangan untuk memastikan seluruh tahapan berlangsung tertib. Persiapan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan perangkat elektronik, tetapi juga meliputi sosialisasi kepada masyarakat, pelatihan petugas, simulasi pemungutan suara, serta dukungan teknis ketika sistem digunakan.

Kesiapan tersebut menjadi penting karena pemilihan kepala desa menyangkut kepentingan langsung warga. Kepala desa terpilih akan berperan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa, pelayanan publik, pembangunan wilayah, serta pengelolaan program yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

Target perluasan ke enam kabupaten di Jawa Barat

Penerapan Pilkades digital pada 2026 direncanakan berlangsung di 565 desa yang tersebar di enam kabupaten, yakni Kabupaten Bekasi, Cianjur, Sumedang, Karawang, Subang, dan Ciamis.

Perluasan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendorong pemanfaatan teknologi pada proses demokrasi lokal. Namun, pelaksanaan di setiap kabupaten perlu menyesuaikan jadwal, kesiapan perangkat, kondisi geografis, serta kemampuan penyelenggara di masing-masing wilayah.

Dedi Mulyadi mendorong agar sistem pemilihan elektronik tidak berhenti pada daerah yang telah menerapkannya. Ia menginginkan metode tersebut dapat digunakan lebih luas sehingga manfaat efisiensi waktu dan biaya bisa dirasakan masyarakat desa di berbagai wilayah Jawa Barat.

Tantangan literasi digital dan keamanan sistem

Meski menawarkan berbagai kemudahan, penerapan e-voting tetap membutuhkan pengawasan dan evaluasi yang menyeluruh. Perubahan dari sistem manual ke sistem elektronik bukan sekadar mengganti surat suara dengan perangkat digital, melainkan juga memastikan hak pilih warga tetap terlindungi.

Salah satu tantangan yang perlu diperhatikan adalah literasi digital, khususnya bagi pemilih lanjut usia atau warga yang belum terbiasa menggunakan perangkat elektronik. Pendampingan petugas dan penyediaan panduan yang mudah dipahami dapat membantu masyarakat mengikuti proses pemilihan tanpa mengurangi kemandirian mereka dalam menentukan pilihan.

Selain itu, penyelenggara perlu memastikan keamanan perangkat, keandalan sistem, kerahasiaan pilihan, serta ketepatan pencatatan hasil. Mekanisme audit dan prosedur penanganan gangguan juga penting agar setiap persoalan teknis dapat ditangani secara terukur.

Kecepatan penghitungan suara memang menjadi salah satu keunggulan yang diharapkan dari digitalisasi. Namun, hasil pemilihan yang cepat harus tetap disertai proses yang dapat dipertanggungjawabkan dan dipercaya oleh masyarakat.

Transparansi tetap menjadi fondasi demokrasi desa

Dalam pelaksanaan Pilkades, kepercayaan masyarakat merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan dari kualitas demokrasi. Sistem apa pun yang digunakan perlu memberikan kesempatan yang setara bagi pemilih, menjaga kerahasiaan suara, dan memastikan hasil pemilihan dapat dipertanggungjawabkan.

Digitalisasi dapat membantu meningkatkan efisiensi, tetapi keberhasilannya juga bergantung pada keterbukaan informasi, netralitas penyelenggara, pengawasan yang memadai, dan akses masyarakat terhadap informasi mengenai tahapan pemilihan.

Karena itu, evaluasi setelah pelaksanaan menjadi langkah penting. Pemerintah daerah dapat menilai kesiapan infrastruktur, tingkat pemahaman pemilih, efektivitas biaya, kendala teknis, serta pengalaman panitia di lapangan sebagai dasar penyempurnaan pelaksanaan berikutnya.

Pendekatan tersebut diperlukan agar modernisasi demokrasi tidak hanya menghasilkan proses yang lebih singkat, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa.

Desa sebagai fondasi pembangunan Jawa Barat

Desa memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah. Berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi lokal dilaksanakan dengan peran penting pemerintah desa.

Oleh karena itu, transformasi digital dalam Pilkades dapat menjadi bagian dari agenda yang lebih luas untuk membangun pemerintahan desa yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Harapannya, penggunaan teknologi dapat mendukung tata kelola yang lebih efektif tanpa mengabaikan kebutuhan warga yang masih menghadapi keterbatasan akses digital.

Dorongan Dedi Mulyadi agar Pilkades elektronik diterapkan di seluruh desa di Jawa Barat menjadi salah satu langkah menuju demokrasi lokal yang lebih modern. Tantangan berikutnya adalah memastikan penerapan sistem tersebut berjalan sesuai ketentuan, memiliki pengamanan yang memadai, serta mampu menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat.

Bagi Jawa Barat, keberhasilan transformasi digital di tingkat desa tidak hanya diukur dari seberapa cepat hasil pemilihan diumumkan, tetapi juga dari seberapa baik sistem tersebut melindungi hak warga dan mendukung pemerintahan yang bertanggung jawab.

Tags: ASBI Media CenterASBI NewsBerita Jawa Baratberita SumedangBerita Terkiniberita viral 28 Oktober 2026Cibeureum WetanDedi Mulyadidemokrasi desadigitalisasi pemerintahan desae-voting desaefisiensi anggaran desaGubernur Jawa BaratJabar TodayJurnal NusantaraKabupaten SumedangKDMkeamanan e-votingKecamatan Cimalakaliterasi digital masyarakatMedia NusantaraPembangunan DesaPemerintah Provinsi Jawa Baratpemilihan kepala desaPemprov Jabarpenghitungan suara elektronikPilkades digitalPilkades elektronikPilkades Jawa Barat 2026Pilkades serentak 2026teknologi pemerintahantransformasi digitaltransparansi pemilihan

Related Posts

PSI Cimahi Desak Kepala DPKP Dinonaktifkan, Dugaan Fee Proyek 10 Persen Jadi Sorotan
Daerah

PSI Cimahi Desak Kepala DPKP Dinonaktifkan, Dugaan Fee Proyek 10 Persen Jadi Sorotan

October 28, 2026
Kasus Dugaan Keracunan MBG di Cirebon Meluas, Keselamatan Anak dan Pengawasan Pangan Jadi Sorotan
Daerah

Kasus Dugaan Keracunan MBG di Cirebon Meluas, Keselamatan Anak dan Pengawasan Pangan Jadi Sorotan

October 23, 2026
Kebakaran Gunung Ciremai Meluas, Dedi Mulyadi Ajak Warga Turun Tangan dengan Insentif Rp250 Ribu
Daerah

Kebakaran Gunung Ciremai Meluas, Dedi Mulyadi Ajak Warga Turun Tangan dengan Insentif Rp250 Ribu

October 23, 2026
Gunung Ciremai Terbakar, KDM Ajak Warga Bergerak Bersama dan Siapkan Honor Rp250 Ribu
Daerah

Gunung Ciremai Terbakar, KDM Ajak Warga Bergerak Bersama dan Siapkan Honor Rp250 Ribu

October 23, 2026
Gudang Kayu dan 10 Bangunan Terbakar di Bandung, Api Muncul Pagi Hari
Daerah

Gudang Kayu dan 10 Bangunan Terbakar di Bandung, Api Muncul Pagi Hari

October 23, 2026
ESDM Jabar Ungkap Ketahanan Stok BBM: Bensin 6–7 Hari, Solar hingga 13 Hari
Daerah

ESDM Jabar Ungkap Ketahanan Stok BBM: Bensin 6–7 Hari, Solar hingga 13 Hari

October 22, 2026
Next Post
PSI Cimahi Desak Kepala DPKP Dinonaktifkan, Dugaan Fee Proyek 10 Persen Jadi Sorotan

PSI Cimahi Desak Kepala DPKP Dinonaktifkan, Dugaan Fee Proyek 10 Persen Jadi Sorotan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

PANCEG RUPA : PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI HAJAT LEMBUR, WUJUD PELESTARIAN SENI BUDAYA DAN RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT

PANCEG RUPA : PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI HAJAT LEMBUR, WUJUD PELESTARIAN SENI BUDAYA DAN RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT

August 2, 2026
Partai Berkarya Kabupaten Bandung Perkenalkan Kepengurusan Baru, KPU dan Kesbangpol Beri Sambutan Hangat

Partai Berkarya Kabupaten Bandung Perkenalkan Kepengurusan Baru, KPU dan Kesbangpol Beri Sambutan Hangat

June 10, 2026

SBR 3, Pusat Oleh-Oleh Garut Terbesar dan Terlengkap dengan Dominasi Produk UMKM Lokal

January 22, 2026
KADIN Kabupaten Bandung dan Kota Depok Kembali Buka Fasilitas Sertifikasi SBU Pengadaan Barang dan Jasa Nonkonstruksi

KADIN Kabupaten Bandung dan Kota Depok Kembali Buka Fasilitas Sertifikasi SBU Pengadaan Barang dan Jasa Nonkonstruksi

September 10, 2026

Video “Mukena Pink” Viral di Media Sosial, Warganet Ramai Mencari Link Asli

March 13, 2026

EDITOR'S PICK

Dana Desa Cianaga Menyusut, Jalan hingga Pertanian Jadi Prioritas

Dana Desa Cianaga Menyusut, Jalan hingga Pertanian Jadi Prioritas

August 23, 2026

Penjualan Mobil Listrik Naik 141 Persen

January 14, 2026
Kisah Inspiratif Sidny Lopes Cabral, Gol Magis Tanjung Verde yang Menggetarkan Dunia Resmi Jadi Gol Terbaik Piala Dunia 2026

Kisah Inspiratif Sidny Lopes Cabral, Gol Magis Tanjung Verde yang Menggetarkan Dunia Resmi Jadi Gol Terbaik Piala Dunia 2026

July 28, 2026

What Your Legs Could Be Telling You About Your Heart Health

March 12, 2026
Jurnal Nusantara

© 2026 Jurnal Nusantara News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik

© 2026 Jurnal Nusantara News