MEMPAWAH, JURNAL NUSANTARA — Sebuah video yang memperlihatkan aktivitas seorang anggota DPRD Kabupaten Mempawah berinisial CNF di area lahan yang terbakar menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat aktivitas pembakaran dan pembersihan lahan yang disebut akan dimanfaatkan untuk penanaman kembali, termasuk tanaman sawit.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah perhatian terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Rekaman yang beredar memperlihatkan CNF bersama sejumlah orang berada di area perkebunan yang sebelumnya disebut telah mengalami kebakaran.
Dalam salah satu video, CNF menyampaikan mengenai rencana pemanfaatan lahan tersebut untuk penanaman sawit dan jagung. Pernyataan dalam video itulah yang kemudian memicu perhatian masyarakat dan mendorong aparat kepolisian melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi Lakukan Olah TKP
Menanggapi video yang beredar, Polres Mempawah melakukan langkah penyelidikan dengan menerjunkan personel Inafis Satreskrim bersama anggota Polsek Mempawah Hilir untuk melakukan pengecekan serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto menjelaskan bahwa polisi tidak hanya mengandalkan video yang beredar di media sosial. Aparat melakukan pemeriksaan langsung di lokasi untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus mengumpulkan berbagai alat bukti dan keterangan yang diperlukan.
Menurut kepolisian, video yang beredar menjadi informasi awal. Selanjutnya, penyidik perlu mencocokkan isi video dengan kondisi lapangan, dokumentasi, keterangan saksi dan informasi lain yang relevan.
Perkembangan terbaru yang diberitakan pada 22 September menyebut perkara tersebut telah naik ke tahap penyidikan. Meski demikian, proses penyidikan tetap membutuhkan pembuktian mengenai rangkaian peristiwa, lokasi, tindakan yang dilakukan, serta unsur pelanggaran hukum yang mungkin terpenuhi.
Video Media Sosial Jadi Awal Penelusuran
Kasus ini bermula dari sejumlah unggahan di media sosial yang memperlihatkan aktivitas CNF di area perkebunan. Dalam rekaman tersebut, terdapat bagian yang memperlihatkan sisa lahan terbakar serta aktivitas pembersihan.
Peredaran video dengan cepat menarik perhatian masyarakat. Publik kemudian mempertanyakan latar belakang pembakaran tersebut, terutama karena pembakaran lahan merupakan isu sensitif di wilayah yang menghadapi ancaman karhutla dan kabut asap.
Namun, kepolisian menegaskan pentingnya proses pemeriksaan berbasis fakta. Artinya, video yang beredar tidak serta-merta menjadi satu-satunya dasar untuk menyimpulkan adanya tindak pidana. Penyidik tetap harus memastikan konteks, waktu, lokasi, kondisi lahan, serta pihak-pihak yang terlibat.
HMI Mempawah Tempuh Langkah Hukum
Perkembangan kasus tersebut kemudian berlanjut dengan laporan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mempawah. HMI melaporkan dugaan pembakaran lahan yang dikaitkan dengan anggota DPRD berinisial C kepada Polres Mempawah.
Selain laporan terkait dugaan pembakaran lahan, HMI juga melaporkan dugaan intimidasi yang dialami Ketua Umum HMI Mempawah, Abdul Rohman. Menurut laporan detikKalimantan, Abdul Rohman mengaku menerima telepon dari nomor yang tidak dikenal dan menyebut adanya kata-kata kasar serta ancaman. Keterkaitan panggilan tersebut dengan anggota DPRD yang dimaksud masih berupa dugaan dan diserahkan kepada polisi untuk didalami.
HMI menyatakan akan mengawal proses hukum tersebut dan meminta agar aparat menangani perkara berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.
Persoalan Karhutla Jadi Sorotan
Kasus ini juga tidak dapat dilepaskan dari persoalan karhutla yang masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kalimantan.
Kebakaran lahan bukan hanya berkaitan dengan kerusakan vegetasi, tetapi juga dapat berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, aktivitas transportasi, hingga perekonomian apabila asap menyebar dalam skala luas.
Di wilayah Kalimantan lainnya, kabut asap bahkan sempat mengganggu aktivitas penerbangan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kebakaran lahan dapat menimbulkan dampak lintas sektor.
Karena itu, kasus dugaan pembakaran lahan di Mempawah mendapat perhatian lebih luas. Proses hukum terhadap perkara tersebut kini menjadi perhatian masyarakat, khususnya mengenai bagaimana kepolisian membuktikan fakta dan menentukan ada atau tidaknya pelanggaran hukum.
Menunggu Hasil Penyidikan
Dengan meningkatnya status perkara ke tahap penyidikan, masyarakat kini menunggu perkembangan selanjutnya dari Polres Mempawah.
Penyidikan diharapkan dapat menjawab sejumlah pertanyaan penting, mulai dari bagaimana lahan tersebut terbakar, siapa yang melakukan pembakaran, tujuan pembakaran, kondisi lahan sebelum dan sesudah kejadian, hingga apakah tindakan tersebut memenuhi unsur tindak pidana berdasarkan peraturan yang berlaku.
Di sisi lain, asas praduga tak bersalah tetap perlu dikedepankan selama proses hukum belum menghasilkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap aktivitas pembukaan atau pembersihan lahan dengan menggunakan api memiliki konsekuensi hukum dan lingkungan yang perlu diperhatikan. Terlebih ketika kondisi suatu wilayah sedang menghadapi ancaman karhutla.
Kini perhatian publik tertuju pada proses penyidikan Polres Mempawah untuk memastikan fakta sebenarnya di balik video viral tersebut.
Penulis: Redaksi ASBI Media Center
Editor: Tim Redaksi Jurnal Nusantara














