Flores Timur, NTT, 6 Juni 2026 – Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki kembali menjadi sorotan nasional setelah sejumlah foto dan video letusan beredar luas di media sosial. Gunung api yang berada di Flores Timur tersebut mengeluarkan kolom abu vulkanik tebal yang terlihat jelas dari berbagai wilayah di sekitarnya.
Selain menjadi perhatian publik, aktivitas vulkanik tersebut juga berdampak pada sektor transportasi udara. Bandara Frans Seda Maumere sempat menghentikan operasional penerbangan karena sebaran abu vulkanik dinilai berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan. Beberapa jadwal penerbangan maskapai domestik terpaksa dibatalkan dan dijadwalkan ulang.
Menurut otoritas vulkanologi, Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini berada pada Status Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati area kawah dan tetap mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah maupun PVMBG.

Warga di sejumlah desa sekitar gunung juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan apabila terjadi curah hujan tinggi. Ancaman tersebut dapat muncul akibat material vulkanik yang terbawa aliran sungai dari lereng gunung menuju kawasan permukiman.
Di tengah viralnya peristiwa ini, berbagai pihak mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Otoritas kebencanaan menegaskan bahwa seluruh perkembangan aktivitas gunung terus dipantau secara intensif dan akan diumumkan secara berkala kepada masyarakat.
Erupsi terbaru Gunung Lewotobi menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung api aktif di Indonesia.









