Jurnal Nusanatara, Kabupaten Bandung – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, dihentikan sementara setelah viralnya video yang memperlihatkan sejumlah siswa mengembalikan paket makanan ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Peristiwa tersebut terjadi pada awal April 2026, saat para siswa menerima distribusi makanan di sekolah. Dalam video yang beredar luas di media sosial, terlihat para siswa mengembalikan makanan karena diduga mengeluarkan bau tidak sedap dan dinilai tidak layak konsumsi.
Menanggapi kejadian tersebut, pihak Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) bersama instansi terkait langsung melakukan peninjauan ke lokasi dapur SPPG di Desa Citeureup. Berdasarkan hasil koordinasi, operasional dapur MBG tersebut diputuskan untuk dihentikan sementara guna dilakukan evaluasi menyeluruh.
Kapolsek Dayeuhkolot, Kompol Triyono, menyampaikan bahwa penghentian ini bersifat sementara sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
“Program ini dinonaktifkan terlebih dahulu. Kami sedang melakukan evaluasi total dan menunggu hasil pengecekan dari pihak Puskesmas,” ujarnya.
Pemeriksaan juga dilakukan terhadap sampel makanan untuk memastikan ada atau tidaknya potensi kontaminasi. Meski demikian, hingga saat ini tidak ditemukan adanya kasus keracunan pada siswa yang sempat mengonsumsi makanan tersebut.
Diketahui, makanan yang dibagikan saat kejadian terdiri dari nasi, ayam rendang, tempe orek, acar, dan buah. Namun sebagian menu dilaporkan dalam kondisi kurang layak, bahkan diduga basi, meskipun tidak seluruhnya mengalami kondisi yang sama.
Sementara itu, Kepala SPPG Desa Citeureup, Putra Angga, akhirnya buka suara terkait kejadian yang menimbulkan perhatian publik tersebut. Ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh penerima manfaat.
“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan yang terjadi. Kami bertanggung jawab penuh dan akan melakukan evaluasi serta pembenahan sistem pengelolaan dapur,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan perbaikan menyeluruh, terutama pada aspek kebersihan, distribusi, dan pengawasan kualitas makanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat program MBG merupakan salah satu program nasional yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat, khususnya pelajar. Program tersebut telah berjalan sejak 2025 dan menyasar kelompok rentan seperti siswa serta ibu hamil.
Hingga kini, masyarakat masih menunggu hasil uji laboratorium dan evaluasi dari pihak terkait untuk menentukan kelanjutan operasional dapur SPPG di Dayeuhkolot. Pemerintah pun diharapkan memperketat pengawasan agar kualitas dan keamanan pangan dalam program MBG tetap terjaga.











