Jurnal Nusantara, Kabupaten Bandung – Dunia musik daerah kembali mendapatkan warna baru. H. Agus Darmawan atau yang akrab disapa Kang Danu, menghadirkan sejumlah karya lagu pop Sunda dengan pendekatan yang berbeda mengangkat nilai-nilai sosial dan kemanusiaan sebagai ruh utama dalam setiap liriknya.
Karya-karya ini secara khusus dipersembahkan untuk seluruh kader ASBI Foundation, sekaligus menjadi pesan terbuka bagi para pegiat sosial dan kemanusiaan di berbagai penjuru. Tidak sekadar menghadirkan keindahan musikal, lagu-lagu tersebut membawa narasi yang menyentuh, menggugah empati, serta mengajak pendengarnya untuk lebih peka terhadap realitas sosial di sekitar.
Beberapa karya yang telah disiapkan di antaranya berjudul “Katinéung”, “Karasa Dina Asih”, dan “Asih Nu Moal Pareum” yang masing-masing mengusung kekuatan rasa, kerinduan, serta cinta yang tidak pernah padam sebagai benang merah pesan sosialnya.
Menariknya, Kang Danu memberikan kepercayaan penuh kepada putri sulungnya, Putri Aprilia Darmawan, sebagai pengisi suara utama. Pilihan ini menghadirkan nuansa emosional yang kuat, di mana karakter vokal yang lembut namun penuh penghayatan mampu menyampaikan setiap pesan lagu dengan mendalam.
Dalam pernyataannya, Putri Aprilia Darmawan mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam proyek ini bukan sekadar sebagai penyanyi, melainkan sebagai bagian dari proses penyampaian pesan kemanusiaan.
“Lagu-lagu ini bukan hanya untuk didengar, tapi untuk dirasakan. Saya berusaha menyampaikan setiap lirik dengan hati, karena di dalamnya ada pesan tentang kepedulian, cinta, dan pengabdian. Semoga karya ini bisa menyentuh banyak orang dan menjadi pengingat bahwa kita semua punya peran untuk saling peduli,” ujarnya.
Sementara itu, saat dihubungi awak media, Kang Danu menyampaikan bahwa karya ini lahir dari kegelisahan sekaligus harapan terhadap kondisi sosial yang ada.
“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda. Musik Sunda tidak hanya tentang percintaan, tapi juga bisa menjadi media dakwah sosial dan kemanusiaan. Lagu-lagu ini adalah suara hati kami, khususnya untuk para kader ASBI Foundation agar tetap istiqomah dalam pengabdian,” ungkap H. Danu
Nuansa pop Sunda yang diusung pun tampil berbeda. Jika selama ini genre tersebut identik dengan tema percintaan, Kang Danu justru membuktikan bahwa isu sosial pun dapat dikemas menjadi karya musik yang menyentuh bahkan dalam balutan lagu bernuansa sendu dan reflektif.
Setiap bait yang ditulis dan setiap nada yang dirangkai seolah menjadi jembatan antara rasa dan realita. Lagu-lagu ini tidak hanya untuk didengar, tetapi untuk dirasakan menghidupkan kesadaran bahwa kepedulian sosial dapat hadir melalui medium seni yang sederhana namun bermakna.
Dengan konsep yang kuat dan pesan yang dalam, karya ini diprediksi akan menarik perhatian para penikmat musik, sekaligus membuka ruang baru bagi perkembangan musik pop Sunda yang lebih progresif, berdaya guna, dan sarat nilai.
Melalui karya ini, Kang Danu menegaskan bahwa musik bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga tentang kontribusi nyata menyuarakan kepedulian, menyatukan rasa, dan menggerakkan aksi untuk kemanusiaan.






