Jurnal Nusantara, Kabupaten Bandung – Forum Komunikasi Anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung mengadakan kegiatan buka bersama (bukber) yang sarat makna dan momentum strategis bagi dunia usaha di wilayah tersebut. Tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi di bulan Ramadhan, pertemuan ini juga menjadi ruang konsolidasi serta penyampaian aspirasi para pelaku usaha terkait pentingnya reaktivasi kepengurusan Kadin Kabupaten Bandung.
- Kegiatan yang dihadiri para anggota aktif dan pemegang KTA ini berlangsung dalam suasana kebersamaan, namun tetap fokus pada pembahasan masa depan organisasi. Para peserta sepakat bahwa acara kepengurusan yang telah berlangsung sejak Desember 2024 perlu segera diakhiri agar Kadin dapat kembali menjalankan fungsinya secara optimal sebagai wadah resmi dunia usaha.
Momentum ini dinilai semakin relevan setelah dilantiknya Almer Faiq Rusydi sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat periode 2025–2030. Para anggota menilai kepemimpinan baru di tingkat provinsi menjadi titik terang sekaligus penanda berakhirnya dinamika organisasi yang sebelumnya terjadi. Dengan situasi yang kini lebih solid di tingkat Jawa Barat, para pelaku usaha di Kabupaten Bandung merasa tidak ada lagi alasan untuk menunda proses reaktivasi di tingkat kabupaten.
Dalam forum tersebut, Koordinator Forum Komunikasi Anggota, Adri Jumastopo, menegaskan bahwa reaktivasi bukan semata-mata persoalan administratif, melainkan kebutuhan yang mendesak bagi keberlangsungan ekosistem bisnis lokal. Menurutnya, tanpa kepengurusan yang sah dan diakui secara hukum, Kadin Kabupaten Bandung tidak dapat berperan maksimal sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bandung dalam merancang kebijakan ekonomi, memperluas peluang investasi, serta memperkuat jaringan antar pelaku usaha.
Ia juga menyoroti bahwa selama lebih dari satu tahun kekosongan kepemimpinan, sejumlah strategi program dan peluang kolaborasi tidak dapat berjalan secara optimal. Padahal, Kabupaten Bandung memiliki potensi industri, perdagangan, dan UMKM yang besar dan membutuhkan wadah koordinasi yang kuat dan legitimatif.

Selain membahas langkah-langkah organisasi, kegiatan buka bersama ini juga menjadi ruang refleksi atas dedikasi kepengurusan sebelumnya yang dipimpin mendiang Haji Agus Ruslan. Para anggota menyampaikan penghargaan atas kontribusi dan semangat beliau dalam memajukan dunia usaha daerah. Reaktivasi yang didorong saat ini termasuk bentuk keinginan estafet perjuangan tersebut, dengan memastikan legalitas dan tata kelola organisasi berjalan sesuai AD/ART.
Dalam kesepakatan bersama, para anggota yang mendorong Kadin Jawa Barat untuk segera memfasilitasi mekanisme organisasi, baik melalui penunjukan pelaksana tugas (pengurus) maupun percepatan Musyawarah Kabupaten (Muskab), guna membentuk kepengurusan definitif yang sah dan representatif.
Melalui kegiatan buka bersama ini, para pelaku usaha berharap tercipta kembali sinergi yang kuat antara dunia usaha dan pemerintah daerah. Mereka optimis, dengan kepengurusan yang resmi dan solid, Kadin Kabupaten Bandung dapat kembali menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, menciptakan iklim usaha yang sehat, serta mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Buka bersama kali ini pun menjadi simbol bahwa kebersamaan dan komunikasi yang terjalin antar anggota merupakan fondasi penting dalam membangun organisasi yang kuat dan berdaya guna bagi kepentingan seluruh pelaku usaha di Kabupaten Bandung.











