Jurnal Nusantara, Jawa Barat — Yayasan BRS (Berkah Ridho Sepuh) bersama ASBI Foundation menegaskan komitmen bersama dalam memberikan serta menjamin pemenuhan gizi yang aman, layak, dan sesuai standar bagi seluruh penerima manfaat program sosial dan kemanusiaan yang dijalankan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat di setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan pangan, proses pengolahan, hingga pendistribusian makanan. Aspek kebersihan, keamanan pangan, dan keseimbangan nilai gizi menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program.
Pendiri Yayasan BRS, Yana Suryana, menegaskan bahwa pemenuhan gizi bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan amanah kemanusiaan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.
> “Program pemenuhan gizi ini adalah bentuk tanggung jawab moral kami kepada masyarakat. Karena itu, BRS berkomitmen menjaga kualitas makanan dan memastikan setiap penerima manfaat mendapatkan asupan gizi yang aman, layak, dan bermartabat,” ujar Yana Suryana saat di Kabupaten Tasikmalaya
Sementara itu, Founder ASBI Foundation, Kang Danu, menegaskan bahwa ASBI Foundation tidak akan menoleransi kelalaian dalam pelaksanaan program yang menyangkut kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.
> “Bagi kami di ASBI Foundation, pemenuhan gizi bukan hanya soal distribusi makanan, tetapi soal menjaga kepercayaan dan keselamatan penerima manfaat. Evaluasi akan terus kami lakukan, dan jika ada kekurangan di lapangan, itu menjadi tanggung jawab kami untuk segera membenahi,” tegas Kang Danu saat di wawancarai di Kabupaten Cirebon.
Ia juga menambahkan bahwa ASBI Foundation membuka diri terhadap pengawasan dan kerja sama dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta pihak terkait lainnya demi memastikan program berjalan secara profesional dan berkelanjutan.
Dengan sinergi antara Yayasan BRS dan ASBI Foundation, kedua lembaga berharap program pemenuhan gizi yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap program sosial yang dikelola secara transparan dan bertanggung jawab.










