JURNAL NUSANTARA — Aksi kebersamaan dan solidaritas warga di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi sorotan publik setelah video dan foto aktivitas gotong royong membangun kembali rumah tetangga yang rusak akibat cuaca ekstrem viral di media sosial. Tindakan ini tidak hanya mendatangkan komentar positif dari warganet, tetapi juga menjadi bukti kuatnya nilai sosial di tengah tantangan bencana alam.
Beberapa pekan terakhir, wilayah Tasikmalaya dilanda cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang, yang mengakibatkan kerusakan sejumlah rumah warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya mencatat setidaknya 14 rumah rusak berat dan ringan tersebar di beberapa kecamatan, seperti Bungursari, Mangkubumi, dan Purbaratu, pada akhir Januari 2026.
Fenomena cuaca ini juga memicu pohon tumbang di sejumlah titik jalan utama, yang sempat menghambat arus transportasi dan menimbulkan ketakutan sebagian warga saat hujan deras disertai angin menerjang kawasan permukiman di Kecamatan Leuwisari dan Padakembang.
Ketika rumah tetangga mengalami kerusakan akibat terjangan angin dan hujan yang datang secara tiba-tiba, warga di salah satu kampung di Tasikmalaya tidak menunggu bantuan resmi. Mereka bergotong royong secara sukarela membersihkan puing bangunan, mengumpulkan material bantuadari sesama warga, hingga membangun kembali struktur rumah agar dapat segera ditempati kembali.
Foto dan video aktivitas warga yang bekerja bersama tersebut kemudian diunggah ke media sosial oleh masyarakat sekitar. Unggahan ini cepat menyebar luas dan menjadi trend di platform TikTok, Instagram, serta grup WhatsApp lokal, dan mendapat respon positif dari netizen yang memuji semangat kekompakan dan kepedulian antarsesama.
Di kolom komentar unggahan viral, banyak warganet yang menyampaikan kekaguman atas aksi warga Tasikmalaya. “Kisah ini menunjukkan bahwa nilai gotong royong masih hidup di tengah era modern,” tulis salah seorang netizen, menyuarakan apresiasi terhadap semangat solidaritas komunitas lokal.
Tokoh masyarakat setempat yang diwawancarai media lokal juga mengatakan bahwa gotong royong adalah tradisi yang terus dipertahankan dan diyakini sebagai kekuatan sosial yang mampu membantu pemulihan setelah bencana. Menurutnya, kepedulian seperti ini memperkuat ikatan komunitas di lingkungan masyarakat yang sering menghadapi tantangan alam.
Fenomena cuaca ekstrem yang melanda Tasikmalaya bukan kali pertama terjadi. Hujan deras yang disertai angin kencang beberapa kali memicu banjir, tanah longsor, serta kerusakan bangunan rumah di berbagai titik kawasan perkotaan dan perdesaan.
BPBD setempat mencatat bahwa dalam beberapa musim hujan terakhir, kejadian banjir, longsor, pohon tumbang, dan atap rumah yang rusak sering terjadi di kawasan Kota Tasikmalaya. Salah satunya pada November 2025 ketika hujan deras memicu banjir cileuncang dan beberapa rumah roboh di wilayah permukiman pusat kota.
Kisah positif warga Tasikmalaya ini tidak hanya menjadi viral karena konten di media sosial, tetapi juga memberi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus menumbuhkan semangat solidaritas dan membantu sesama di tengah situasi sulit. Banyak warga berharap bahwa aksi nyata seperti ini dapat menjadi contoh bagi komunitas lain di daerah rawan bencana.
Seorang warga yang ikut serta dalam kegiatan gotong royong mengatakan bahwa kerja sama semacam ini memberikan kekuatan emosional dan praktis bagi keluarga yang rumahnya rusak. “Kami bantu karena kami bagian dari satu keluarga besar di sini,” ujarnya.










