Jurnal Nusantara, Jakarta — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa genangan air yang sebelumnya terjadi di sejumlah wilayah ibu kota akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir kini telah sepenuhnya surut. Kondisi tersebut menandai berakhirnya fase banjir akut yang sempat berdampak pada aktivitas masyarakat.
Kepala BPBD DKI Jakarta menyampaikan bahwa berdasarkan laporan terbaru dari petugas lapangan, tidak ditemukan lagi titik genangan aktif di seluruh wilayah Jakarta. Pemantauan dilakukan secara berkala sejak hujan deras mengguyur Jakarta dan sekitarnya, yang menyebabkan air meluap di sejumlah kawasan permukiman, ruas jalan, serta wilayah yang selama ini dikenal rawan banjir.
“Seluruh genangan yang sempat dilaporkan kini telah surut. Situasi saat ini terkendali dan aktivitas masyarakat sudah kembali berjalan normal,” demikian keterangan BPBD DKI Jakarta.
Sebelumnya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berlangsung dalam durasi cukup panjang mengakibatkan meningkatnya debit air di sejumlah saluran drainase dan sungai. Kondisi tersebut menyebabkan genangan di beberapa titik, terutama di wilayah dengan sistem aliran air yang terbatas.
Dalam upaya penanganan, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel gabungan bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, serta unsur kelurahan dan kecamatan. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi penyedotan air menggunakan pompa, pembersihan saluran air, hingga pengaturan lalu lintas di kawasan terdampak.
BPBD juga memastikan bahwa pompa-pompa air di lokasi rawan banjir berfungsi dengan baik selama proses penanganan. Selain itu, petugas disiagakan selama 24 jam untuk memastikan genangan dapat segera ditangani apabila kembali terjadi peningkatan curah hujan.
Meski genangan telah surut, BPBD DKI Jakarta menyatakan tetap meningkatkan kesiapsiagaan. Hal ini dilakukan mengingat prakiraan cuaca masih menunjukkan potensi hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat guna memastikan sistem pengendalian banjir dapat berjalan optimal.
BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya warga yang tinggal di wilayah rawan banjir. Warga diminta menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air.
Selain itu, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada petugas atau melalui layanan darurat apabila menemukan genangan, pohon tumbang, atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan keselamatan. Laporan cepat dari warga dinilai penting untuk mempercepat proses penanganan di lapangan.
Dengan surutnya seluruh genangan air, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap aktivitas warga dapat kembali berjalan normal serta dampak lanjutan akibat banjir dapat diminimalkan.







