Wednesday, October 28, 2026
Jurnal Nusantara
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Sekolah Rakyat Kupang: Jadi Ruang Pemulihan Sosial, Anak Tak Lagi Berkelahi

admin by admin
January 14, 2026
in Pendidikan
0
0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai ruang belajar akademik, tetapi juga menjadi ruang pemulihan sosial dan emosional bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Hal ini tampak dari perubahan perilaku siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang setelah hampir enam bulan tinggal dan belajar di lingkungan berasrama.

Miguel Antonio Gusmao, Wali Asuh SRMP 19 Kupang, mengatakan sebagian besar siswa berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2, kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah. Kondisi sosial tersebut sangat memengaruhi karakter awal anak-anak saat pertama kali masuk sekolah.

READ ALSO

PENGUATAN KOMPETENSI PENGRAWIT DAN JURU KAWIH MELALUI PELATIHAN GAMELAN KILININGAN–JAIPONGAN DAN VOKAL KEPESINDENAN DI PADEPOKAN PANAWUNG JAYA GUYUR PUTRA KABUPATEN BANDUNG

Perundungan di Lingkungan Kampus Jadi Perhatian, Telkom University Disorot soal Penegakan Aturan

“Sejak awal mereka masuk memiliki karakter yang sulit untuk dibentuk. Mereka sering emosional, suka berkelahi, suka mencaci maki temannya, suka ribut dengan suara-suara keras, teriak dengan suara keras tanpa terkontrol,” ujar Mighy, sapaan akrab Miguel saat ditemui di SRMP 19, Kompleks Setra Efata, Kupang, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, anak-anak tersebut sebelumnya tumbuh dengan keterbatasan perhatian, pola asuh yang tidak utuh, serta minim rasa aman. Kondisi itu berdampak pada kemampuan komunikasi sosial dan pengendalian emosi.

Namun, perubahan signifikan mulai terlihat setelah beberapa bulan mengikuti pendidikan dan kehidupan berasrama di Sekolah Rakyat. Saat ini, kata Mighy, anak-anak jauh lebih tenang, lebih sopan, tidak lagi berteriak sembarangan, dan konflik antarsiswa jauh berkurang.

“Kalau dulu di awal-awal pasti ada yang nangis, pasti saja ada yang bilang ini bully, ini bully. Tapi sekarang sudah kita minimalisir. Puji Tuhan cukup baik untuk saat ini,” kata Mighy.

Menurutnya, kunci perubahan tersebut terletak pada pendekatan pengasuhan berbasis kasih sayang yang diterapkan di Sekolah Rakyat. Para wali asuh diposisikan sebagai pengganti orang tua, bukan sekadar pengawas asrama.

“Kita melayani mereka dengan penuh kasih sayang, harus merasa bahwa mereka memang benar-benar anak kita. Bukan anak yang kita asuh dari orang lain, tapi memang bagian dari anak kita sendiri,” ujarnya.

Selain pembinaan karakter, Sekolah Rakyat juga menghadirkan keteraturan hidup yang sebelumnya jarang dirasakan para siswa, mulai dari jadwal makan yang teratur, lingkungan yang bersih dan aman, hingga aktivitas bersama yang mendorong keberanian tampil dan berinteraksi.

“Anak-anak terus dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang ada. Pada akhirnya mereka mulai berubah dan tidak takut lagi, walaupun memang masih ada satu dua yang mentalnya belum pede,” tambah Mighy.

Komunikasi dengan orang tua atau wali siswa juga terus dijaga, baik melalui sambungan telepon maupun kunjungan rutin setiap akhir bulan. Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah menyampaikan perkembangan anak sekaligus menerima masukan dari keluarga.

Mighy menilai, Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah dalam memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan, terutama bagi kelompok masyarakat yang selama ini sulit mengakses layanan pendidikan berkualitas. “Bagi orang-orang yang tidak mampu, jalurnya hanya satu menurut saya, lewat jalur pendidikan,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas inisiatif pendirian Sekolah Rakyat yang menyasar langsung kelompok masyarakat paling rentan.

“Sebagai wali asuh dan sebagai warga negara Indonesia, saya sangat berterima kasih kepada Pak Presiden, Pak Prabowo, karena punya niat baik dan hati yang tulus untuk membangun Sekolah Rakyat. Harapan kami dengan pendidikan ini, mata rantai kemiskinan itu bisa putus,” pungkasnya.

Related Posts

PENGUATAN KOMPETENSI PENGRAWIT DAN JURU KAWIH MELALUI PELATIHAN GAMELAN KILININGAN–JAIPONGAN DAN VOKAL KEPESINDENAN DI PADEPOKAN PANAWUNG JAYA GUYUR PUTRA KABUPATEN BANDUNG
Pendidikan

PENGUATAN KOMPETENSI PENGRAWIT DAN JURU KAWIH MELALUI PELATIHAN GAMELAN KILININGAN–JAIPONGAN DAN VOKAL KEPESINDENAN DI PADEPOKAN PANAWUNG JAYA GUYUR PUTRA KABUPATEN BANDUNG

October 18, 2026
Perundungan di Lingkungan Kampus Jadi Perhatian, Telkom University Disorot soal Penegakan Aturan
Pendidikan

Perundungan di Lingkungan Kampus Jadi Perhatian, Telkom University Disorot soal Penegakan Aturan

October 14, 2026
Kasus Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Pamanukan Jadi Sorotan, DPRD Jabar Desak Investigasi Tuntas
Pendidikan

Kasus Dugaan Pelecehan di SMAN 1 Pamanukan Jadi Sorotan, DPRD Jabar Desak Investigasi Tuntas

September 8, 2026
Abu Vulkanik Capai Sejumlah Wilayah, Siswa Belajar dari Rumah Mulai 7 September 2026
Pendidikan

Abu Vulkanik Capai Sejumlah Wilayah, Siswa Belajar dari Rumah Mulai 7 September 2026

September 7, 2026
Sekolah Mahal Belum Tentu Pintar, Tapi Gengsi Orang Tua Naik? Viral Biaya Pendidikan Tuai Sindiran Pedas Netizen
Pendidikan

Sekolah Mahal Belum Tentu Pintar, Tapi Gengsi Orang Tua Naik? Viral Biaya Pendidikan Tuai Sindiran Pedas Netizen

May 10, 2026
Peringati Hardiknas 2026, Seskab Teddy Sapa Relawan-Komunitas Pendidikan
Pendidikan

Peringati Hardiknas 2026, Seskab Teddy Sapa Relawan-Komunitas Pendidikan

May 3, 2026
Next Post

Kisah Siswa Sekolah Rakyat: Pidato Bahasa Inggris di Depan Prabowo-Tak Ada Bully

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

PANCEG RUPA : PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI HAJAT LEMBUR, WUJUD PELESTARIAN SENI BUDAYA DAN RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT

PANCEG RUPA : PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI HAJAT LEMBUR, WUJUD PELESTARIAN SENI BUDAYA DAN RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT

August 2, 2026
Partai Berkarya Kabupaten Bandung Perkenalkan Kepengurusan Baru, KPU dan Kesbangpol Beri Sambutan Hangat

Partai Berkarya Kabupaten Bandung Perkenalkan Kepengurusan Baru, KPU dan Kesbangpol Beri Sambutan Hangat

June 10, 2026

SBR 3, Pusat Oleh-Oleh Garut Terbesar dan Terlengkap dengan Dominasi Produk UMKM Lokal

January 22, 2026

Video “Mukena Pink” Viral di Media Sosial, Warganet Ramai Mencari Link Asli

March 13, 2026
KADIN Kabupaten Bandung dan Kota Depok Kembali Buka Fasilitas Sertifikasi SBU Pengadaan Barang dan Jasa Nonkonstruksi

KADIN Kabupaten Bandung dan Kota Depok Kembali Buka Fasilitas Sertifikasi SBU Pengadaan Barang dan Jasa Nonkonstruksi

September 10, 2026

EDITOR'S PICK

KADIN Kabupaten Bandung Kembali Bersatu, Momentum Baru Dongkrak Investasi dan Serapan Tenaga Kerja

KADIN Kabupaten Bandung Kembali Bersatu, Momentum Baru Dongkrak Investasi dan Serapan Tenaga Kerja

October 15, 2026

Viral Antrean Panjang Warga Sumenep Sejak Siang demi Ibadah Tarawih dan Tradisi Zakat Rp300 Ribu

February 22, 2026
Napas Orangutan di Tengah Kepungan Asap, Karhutla Kalteng Picu Ancaman Serius bagi Satwa Liar

Napas Orangutan di Tengah Kepungan Asap, Karhutla Kalteng Picu Ancaman Serius bagi Satwa Liar

September 7, 2026
Aksi Matel Viral Ancam Piting Sopir di Jakarta Barat Berakhir di Kantor Polisi

Aksi Matel Viral Ancam Piting Sopir di Jakarta Barat Berakhir di Kantor Polisi

August 25, 2026
Jurnal Nusantara

© 2026 Jurnal Nusantara News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik

© 2026 Jurnal Nusantara News