Abraham Stefano Tambunan (16), salah satu siswa SMA Taruna Nusantara asal Medan, Sumatra Utara, mengungkapkan rasa kagumnya terhadap sosok Presiden RI Prabowo Subianto.
Ia menilai Prabowo merupakan sosok pemimpin yang tegas, disiplin, dan memiliki visi kuat dalam membangun pendidikan nasional.
“Pak Prabowo itu mencerminkan kepemimpinan yang saya sukai dan kedisiplinan yang saya selalu pedomani,” ujar Abraham di SMA Taruna Nusantara Malang, Jawa Timur, dikutip Rabu (14/1).
Prabowo meresmikan gedung SMA Taruna Nusantara Malang dan meninjau sejumlah ruang belajar. Prabowo juga sempat berdialog dengan siswa mengenai teknologi yang mereka kembangkan.
Abraham mengaku senang bisa bertemu langsung dengan Prabowo. Baginya, pertemuan tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus membanggakan.
“Saya merasa senang karena ini merupakan pengalaman saya bertemu dengan RI 1 dan Pak Prabowo merupakan salah satu idola saya,” ungkapnya.
Abraham menyoroti gagasan Prabowo dalam membangun sekolah unggulan di setiap provinsi. Gagasan itu menurutnya menjadi bukti konkret perhatian Presiden terhadap dunia pendidikan, yakni untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Untuk kepemimpinan sendiri, kita dapat lihat Beliau yang sudah memiliki ide untuk membangun setiap sekolah unggulan di setiap provinsi, yang salah satunya itu SMA Taruna Nusantara Kampus Malang ini,” lanjutnya.
Selama menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara, Abraham mengaku mengalami perubahan signifikan dalam kesehariannya, terutama dalam hal kedisiplinan. Nilai tersebut tidak hanya diajarkan di ruang kelas, tetapi juga diterapkan melalui aktivitas harian dan pembentukan karakter.
“Pelajaran yang saya dapatkan yaitu kedisiplinan karena ada salah satu prinsip, disiplin adalah napasku,” ucapnya.
“Sehingga bukan hanya belajar di kelas, tetapi juga belajar di lingkungan sekitar. Bagaimana kita hidup dan bagaimana kita disiplin dalam melakukan segala hal,” jelas Abraham.
Abraham mengaku bangga menjadi bagian dari SMA Taruna Nusantara, mengingat proses seleksi masuknya yang ketat dan kompetitif. Dari puluhan peserta seleksi di daerahnya, hanya sebagian kecil yang dinyatakan lolos.








