BANDUNG – Tantan Sulthon Bukhawan resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat periode 2026–2031 melalui Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jawa Barat yang berlangsung di Hotel Horison Ultima Bandung, Rabu (12/8/2026).
Tantan terpilih setelah memperoleh dukungan mayoritas suara peserta Konferprov. Berdasarkan rekapitulasi hasil pemilihan yang diberitakan sejumlah media, dari total 755 pemilik hak suara, sebanyak 699 suara masuk ke bilik pemungutan suara.
Hasil akhir mencatat Tantan Sulthon Bukhawan meraih 444 suara, sementara kandidat lainnya, Hardiyansyah, memperoleh 247 suara. Selain itu terdapat dua suara abstain dan enam suara dinyatakan tidak sah. Dengan demikian, Tantan unggul 197 suara dan ditetapkan sebagai Ketua PWI Jawa Barat untuk masa bakti lima tahun ke depan. (LINGKAR PENA)
Konferprov PWI Jawa Barat 2026 menjadi momentum penting bagi organisasi kewartawanan tersebut dalam menentukan arah kepemimpinan sekaligus menjawab tantangan dunia pers yang semakin kompleks di tengah perkembangan teknologi digital.
Sebelum terpilih sebagai ketua, Tantan Sulthon Bukhawan dikenal sebagai Sekretaris PWI Jawa Barat periode 2021–2026. Dalam proses pencalonannya, ia membawa visi “PWI Jabar Istimewa” dengan tagline “Wartawannya Kompeten, Organisasinya Hebat, Anggotanya Maju dan Sejahtera.” (RRI.co.id)
Salah satu program yang sebelumnya ditawarkan Tantan adalah penyediaan 1.000 kuota Uji Kompetensi Wartawan (UKW) gratis bagi anggota PWI Jawa Barat, disertai program peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan perlindungan profesi wartawan. (https://karawang.inews.id/)
Tekankan Soliditas dan Profesionalisme Insan Pers
Usai terpilih, Tantan Sulthon Bukhawan membawa harapan agar seluruh insan pers di Jawa Barat dapat semakin solid, profesional, kompeten dan tetap menjunjung tinggi independensi dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Pesan tersebut dinilai relevan dengan kondisi pers saat ini yang menghadapi perubahan besar akibat perkembangan media digital, arus informasi yang begitu cepat, serta meningkatnya tantangan dalam menjaga akurasi dan kredibilitas pemberitaan.
Soliditas organisasi dinilai menjadi salah satu fondasi penting agar wartawan mampu menjalankan fungsi pers secara bertanggung jawab, sekaligus tetap berpegang pada Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik dan prinsip-prinsip independensi.
Harapan terhadap peningkatan kompetensi wartawan bukan merupakan hal baru dalam perjalanan Tantan di PWI Jawa Barat. Saat masih menjabat sebagai Sekretaris Umum PWI Jabar, ia pernah menekankan pentingnya peningkatan kualitas wartawan melalui pelaksanaan UKW.
Dalam kegiatan Road Show UKW PWI Jawa Barat di Karawang pada 2023, Tantan menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi wartawan dibutuhkan agar informasi yang dipublikasikan berkualitas dan sesuai kaidah jurnalistik serta kode etik. (sekilas jabar)
Pandangan tersebut menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital. Wartawan tidak hanya dituntut mampu menyampaikan informasi dengan cepat, tetapi juga harus memiliki kemampuan melakukan verifikasi, memahami konteks, menjaga keberimbangan dan membedakan fakta dengan informasi yang belum teruji.
AMKI Kabupaten Bandung Ucapkan Selamat
Terpilihnya Tantan Sulthon Bukhawan mendapat apresiasi dari Ketua Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Kabupaten Bandung, H. Agus Darmawan, S.ST. Par, yang akrab disapa Kang Danu.
Atas nama AMKI Kabupaten Bandung, Kang Danu menyampaikan ucapan selamat kepada Tantan Sulthon Bukhawan atas amanah baru sebagai Ketua PWI Jawa Barat periode 2026–2031.
“Kami dari Asosiasi Media Konvergensi Indonesia Kabupaten Bandung mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Tantan Sulthon Bukhawan atas terpilihnya sebagai Ketua PWI Jawa Barat periode 2026–2031. Semoga amanah dalam menjalankan tugas dan mampu membawa PWI Jawa Barat semakin solid, profesional, kompeten serta tetap independen dalam menjalankan fungsi pers,” ujar Kang Danu.
Menurutnya, kepemimpinan baru PWI Jawa Barat diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarelemen pers, khususnya dalam menghadapi perubahan ekosistem media yang semakin berkembang.
Kang Danu menilai, era konvergensi media telah membuat batas antara media cetak, elektronik, digital, radio, televisi dan platform media sosial semakin dinamis. Kondisi tersebut membutuhkan peningkatan kapasitas insan pers sekaligus penguatan etika dan profesionalisme.
“Dunia media saat ini berkembang sangat cepat. Karena itu, kompetensi, profesionalisme, integritas dan independensi menjadi modal utama insan pers. Kami berharap kepemimpinan Kang Tantan dapat membawa semangat baru untuk memperkuat kualitas wartawan sekaligus membangun kolaborasi yang sehat di antara berbagai organisasi dan perusahaan media,” lanjutnya.
Kang Danu juga berharap PWI Jawa Barat di bawah kepemimpinan Tantan dapat membuka ruang komunikasi dan kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai organisasi media, perusahaan pers, komunitas jurnalistik serta stakeholder di daerah.
Menurutnya, pers yang kuat bukan hanya ditentukan oleh jumlah media dan wartawan, tetapi juga oleh kualitas karya jurnalistik serta kemampuan insan pers menjaga kepercayaan publik.
“Kebebasan pers harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab. Independensi harus tetap dijaga, tetapi profesionalisme dan kompetensi juga harus terus ditingkatkan. Pada akhirnya, masyarakat membutuhkan pers yang dapat dipercaya, berimbang dan memberikan informasi yang memiliki nilai edukasi serta manfaat bagi publik,” ungkapnya.
Kepemimpinan Tantan Sulthon Bukhawan juga akan menghadapi tantangan besar dalam perkembangan industri media digital.
Kecepatan distribusi informasi melalui media sosial membuat wartawan dituntut bekerja lebih cepat tanpa mengorbankan prinsip verifikasi dan akurasi. Di sisi lain, fenomena hoaks, disinformasi, misinformasi serta konten yang tidak memenuhi standar jurnalistik menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
Dalam konteks tersebut, program peningkatan kompetensi wartawan menjadi salah satu agenda strategis. Sebelumnya, Tantan telah menawarkan program 1.000 UKW gratis bagi anggota PWI Jawa Barat sebagai bagian dari visi PWI Jabar Istimewa. (RRI.co.id)
Selain kompetensi, Tantan juga menawarkan penguatan perlindungan profesi wartawan serta program peningkatan kualitas sumber daya manusia. (Sanga.id)
Hal tersebut menunjukkan bahwa arah kepemimpinan PWI Jawa Barat lima tahun mendatang tidak hanya berkaitan dengan konsolidasi organisasi, tetapi juga bagaimana meningkatkan kapasitas wartawan agar mampu beradaptasi dengan perubahan industri media.
Dengan terpilihnya Tantan Sulthon Bukhawan, PWI Jawa Barat diharapkan mampu memperkuat persatuan di antara wartawan dan organisasi kewartawanan di berbagai daerah.
Bagi AMKI Kabupaten Bandung, momentum tersebut juga diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi serta kolaborasi antara media konvensional dan media berbasis digital.
Kang Danu menegaskan bahwa pers memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat. Media bukan hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki peran dalam memberikan edukasi, melakukan kontrol sosial dan menjadi ruang komunikasi publik.
“Kami berharap PWI Jawa Barat semakin maju dan mampu menjadi rumah besar bagi insan pers yang profesional. Selamat kepada Kang Tantan, semoga amanah, sukses menjalankan kepemimpinan dan mampu membawa PWI Jabar semakin dipercaya masyarakat,” pungkas Kang Danu.
Terpilihnya Tantan Sulthon Bukhawan kini membuka babak baru perjalanan PWI Jawa Barat periode 2026–2031. Tantangan ke depan tentu tidak ringan, namun dengan konsolidasi organisasi, peningkatan kompetensi dan komitmen menjaga independensi pers, kepemimpinan baru tersebut diharapkan mampu menghadirkan wajah pers Jawa Barat yang semakin profesional, kredibel dan adaptif terhadap perkembangan zaman.











