JURNAL NUSANTARA, JAKARTA — Sebuah objek bercahaya yang terlihat melintas di langit sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu pagi, 16 September 2026, sempat menarik perhatian masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Dalam sejumlah rekaman yang beredar, objek tersebut tampak bergerak perlahan dengan meninggalkan jejak putih memanjang di belakangnya. Penampakan itu dilaporkan terlihat antara lain dari wilayah Kabupaten Bogor, Tangerang Selatan, hingga Cianjur, Jawa Barat.
Fenomena tersebut kemudian mendapat penjelasan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN.
Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, mengatakan objek yang terlihat di langit Indonesia tersebut merupakan roket Gravity-1 Y3 milik China.
Menurut Thomas, roket tersebut diluncurkan dari perairan lepas pantai Shanghai pada Rabu, 16 September 2026, sekitar pukul 05.00 WIB.
Roket itu menggunakan lintasan polar menuju orbit dengan ketinggian sekitar 800 kilometer. Dalam perjalanan menuju orbit tersebut, lintasan roket melewati wilayah Indonesia sehingga dapat terlihat oleh masyarakat dari daratan.
Thomas menjelaskan, waktu peluncuran juga menjadi salah satu faktor mengapa roket tersebut terlihat jelas dari Indonesia. Peluncuran dilakukan pada pagi hari ketika kondisi langit belum sepenuhnya terang.
Pada ketinggian tertentu, roket masih mendapatkan pantulan cahaya Matahari. Kondisi tersebut membuat objek dan jejaknya terlihat dari wilayah Indonesia meskipun roket diluncurkan dari China.
Sementara itu, berdasarkan laporan ANTARA, China memang meluncurkan roket Gravity-1 Y3 dari perairan lepas pantai Shanghai pada 16 September 2026.
Roket tersebut membawa sembilan satelit yang terdiri dari kelompok baru satelit Konstelasi Qianfan serta satu satelit untuk uji teknologi EUHT.
Misi peluncuran yang dilakukan oleh Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan itu dinyatakan berhasil sepenuhnya. Menurut perusahaan kedirgantaraan China, OrienSpace, misi tersebut membawa muatan bersih lebih dari tiga ton menuju orbit sekitar 800 kilometer.
Peluncuran Gravity-1 Y3 juga menjadi bagian dari pengembangan jaringan satelit internet pada orbit rendah Bumi. OrienSpace menyebut misi tersebut merupakan peluncuran keempat Gravity-1 dari laut dan menjadi misi pertama roket tersebut untuk membentuk jaringan konstelasi internet satelit dalam jumlah besar.
Dengan demikian, objek bercahaya yang membuat penasaran warga bukanlah benda misterius atau fenomena yang belum diketahui. Berdasarkan penjelasan BRIN, penampakan tersebut berkaitan dengan perjalanan roket Gravity-1 Y3 menuju orbit setelah diluncurkan dari China.
Fenomena ini sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas peluncuran antariksa dari negara lain dapat terlihat dari wilayah Indonesia ketika lintasan roket melewati kawasan udara yang dapat diamati dari daratan.













