Friday, October 30, 2026
Jurnal Nusantara
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Aphelion Kembali Ramai Dibahas, BMKG Minta Masyarakat Tak Percaya Hoaks Cuaca Dingin dan Ancaman Penyakit

admin by admin
July 7, 2026
in Peristiwa
0
Aphelion Kembali Ramai Dibahas, BMKG Minta Masyarakat Tak Percaya Hoaks Cuaca Dingin dan Ancaman Penyakit
5.4k
SHARES
6.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Jakarta, 7 Juli 2026 – Fenomena aphelion kembali menjadi perhatian masyarakat Indonesia setelah berbagai unggahan di media sosial mengaitkan peristiwa astronomi tersebut dengan suhu udara yang lebih dingin di sejumlah daerah. Tidak hanya itu, sejumlah informasi yang beredar juga menyebut aphelion dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari influenza, batuk, demam, hingga penurunan daya tahan tubuh.

Unggahan tersebut dengan cepat menyebar di berbagai platform digital dan aplikasi percakapan. Sebagian masyarakat bahkan meyakini bahwa posisi Bumi yang berada pada titik terjauh dari Matahari menjadi penyebab utama udara terasa lebih dingin dibandingkan hari-hari sebelumnya.

READ ALSO

Bukan Cuma Pantai! Pangandaran Pamerkan Kesenian dan Ikon Unik dalam Carnival 2026

16 Galaksi Ungkap Rahasia Alam Semesta, Ledakan Bintang dan Lubang Hitam Jadi Perhatian Ilmuwan

Menanggapi beredarnya informasi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali memberikan penjelasan bahwa klaim tersebut tidak benar. BMKG menegaskan, aphelion merupakan fenomena astronomi yang berlangsung setiap tahun ketika Bumi mencapai titik terjauh dari Matahari dalam lintasan orbitnya mengelilingi Matahari.

Menurut BMKG, meskipun jarak Bumi terhadap Matahari bertambah hingga sekitar 152 juta kilometer saat aphelion, perubahan tersebut tidak cukup besar untuk memengaruhi kondisi cuaca maupun suhu udara di permukaan Bumi. Perubahan jarak hanya sekitar tiga persen dibandingkan posisi terdekat Bumi dengan Matahari atau perihelion, sehingga dampaknya terhadap energi Matahari yang diterima Bumi sangat kecil.

Lembaga tersebut menjelaskan bahwa kondisi udara yang terasa lebih sejuk pada bulan Juli justru merupakan fenomena meteorologi yang lazim terjadi di Indonesia. Pada periode musim kemarau, wilayah Indonesia dipengaruhi oleh angin muson timur yang membawa massa udara dingin dan kering dari Benua Australia. Kondisi inilah yang menyebabkan suhu udara, khususnya pada malam hingga pagi hari, terasa lebih rendah dibandingkan musim penghujan.

Selain pengaruh angin muson, langit yang relatif cerah selama musim kemarau juga membuat panas yang tersimpan di permukaan Bumi lebih cepat dilepaskan ke atmosfer pada malam hari. Akibatnya, suhu udara menjelang pagi menjadi lebih dingin. Fenomena tersebut telah berlangsung setiap tahun dan tidak berkaitan dengan posisi Bumi terhadap Matahari.

Para astronom juga menegaskan bahwa perubahan musim maupun suhu udara di Bumi lebih dipengaruhi oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi sekitar 23,5 derajat daripada perubahan jarak Bumi dengan Matahari. Hal itu terlihat dari kondisi di belahan Bumi utara yang justru sedang mengalami musim panas ketika aphelion berlangsung, sementara belahan Bumi selatan memasuki musim dingin.

Fenomena aphelion sendiri merupakan bagian dari siklus revolusi Bumi yang telah dikenal dalam dunia astronomi selama ratusan tahun. Peristiwa ini terjadi setiap awal Juli dan tidak menimbulkan dampak berbahaya bagi kehidupan di Bumi. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir ataupun mengaitkannya dengan berbagai isu kesehatan yang tidak memiliki dasar ilmiah.

Di sisi lain, para ahli kesehatan menjelaskan bahwa meningkatnya kasus flu, batuk, atau infeksi saluran pernapasan pada musim kemarau lebih dipengaruhi oleh kondisi udara yang lebih kering, perubahan suhu antara siang dan malam, serta daya tahan tubuh seseorang. Faktor-faktor tersebut jauh lebih berpengaruh dibandingkan fenomena astronomi seperti aphelion.

BMKG juga mengingatkan bahwa informasi mengenai aphelion yang dikaitkan dengan cuaca ekstrem sebenarnya hampir selalu muncul setiap tahun. Meski telah berkali-kali diluruskan, informasi tersebut kembali beredar karena banyak masyarakat yang langsung membagikan pesan tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memperoleh informasi mengenai cuaca, iklim, dan fenomena astronomi dari sumber resmi, seperti BMKG, lembaga penelitian, maupun institusi pendidikan yang memiliki kompetensi di bidang tersebut. Langkah ini penting untuk menghindari penyebaran informasi yang keliru sekaligus meningkatkan literasi sains di tengah masyarakat.

Sementara itu, menghadapi suhu udara yang relatif lebih dingin pada musim kemarau, masyarakat tetap disarankan menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, memenuhi kebutuhan cairan, berolahraga secara rutin, serta menggunakan pakaian yang sesuai ketika beraktivitas pada malam atau pagi hari. Langkah-langkah tersebut merupakan upaya menjaga kesehatan menghadapi perubahan cuaca musiman, bukan karena dampak dari fenomena aphelion.

Fenomena aphelion menjadi pengingat bahwa tidak semua informasi yang viral di media sosial sesuai dengan fakta ilmiah. Di era digital, kemampuan memilah informasi menjadi semakin penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh hoaks yang dapat menimbulkan kesalahpahaman maupun kepanikan. Dengan mengedepankan informasi berbasis sains dan mengacu pada sumber resmi, masyarakat diharapkan dapat memahami setiap fenomena alam secara lebih objektif dan rasional.

Tags: Aphelion 2026AstronomiBerita NasionalBerita ViralBMKGBumi dan MatahariCek FaktaCuaca DinginCuaca IndonesiaEdukasi SainsFakta AphelionFenomena AlamFenomena AphelionFenomena AstronomiHoaks Cuaca DinginIndonesiaInformasi BMKGLiterasi DigitalMusim KemarauViral Hari Ini

Related Posts

Bukan Cuma Pantai! Pangandaran Pamerkan Kesenian dan Ikon Unik dalam Carnival 2026
Peristiwa

Bukan Cuma Pantai! Pangandaran Pamerkan Kesenian dan Ikon Unik dalam Carnival 2026

October 20, 2026
16 Galaksi Ungkap Rahasia Alam Semesta, Ledakan Bintang dan Lubang Hitam Jadi Perhatian Ilmuwan
Peristiwa

16 Galaksi Ungkap Rahasia Alam Semesta, Ledakan Bintang dan Lubang Hitam Jadi Perhatian Ilmuwan

October 20, 2026
Berawal dari Salon Sederhana, Martha Tilaar Tinggalkan Warisan Besar bagi Kecantikan Indonesia
Peristiwa

Berawal dari Salon Sederhana, Martha Tilaar Tinggalkan Warisan Besar bagi Kecantikan Indonesia

October 14, 2026
1.098 Hektare Terdampak Kebakaran, Pendakian Gunung Rinjani via Senaru-Torean Ditutup
Peristiwa

1.098 Hektare Terdampak Kebakaran, Pendakian Gunung Rinjani via Senaru-Torean Ditutup

September 30, 2026
Bukan Lava Biru! Fenomena Blue Fire Muncul di Gunung Papandayan, Wisatawan Diminta Waspada
Peristiwa

Bukan Lava Biru! Fenomena Blue Fire Muncul di Gunung Papandayan, Wisatawan Diminta Waspada

September 26, 2026
Pestapora 2026 Digelar 25–27 September, Ini Line-up Hari Pertama dan Lokasinya
Peristiwa

Pestapora 2026 Digelar 25–27 September, Ini Line-up Hari Pertama dan Lokasinya

September 25, 2026
Next Post
Viral Personel Bersenjata di Mapolda Metro Jaya, Mabes TNI Pastikan Tidak Ada Pengerahan Pasukan

Viral Personel Bersenjata di Mapolda Metro Jaya, Mabes TNI Pastikan Tidak Ada Pengerahan Pasukan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

PANCEG RUPA : PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI HAJAT LEMBUR, WUJUD PELESTARIAN SENI BUDAYA DAN RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT

PANCEG RUPA : PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI HAJAT LEMBUR, WUJUD PELESTARIAN SENI BUDAYA DAN RASA SYUKUR KEPADA ALLAH SWT

August 2, 2026
Partai Berkarya Kabupaten Bandung Perkenalkan Kepengurusan Baru, KPU dan Kesbangpol Beri Sambutan Hangat

Partai Berkarya Kabupaten Bandung Perkenalkan Kepengurusan Baru, KPU dan Kesbangpol Beri Sambutan Hangat

June 10, 2026

SBR 3, Pusat Oleh-Oleh Garut Terbesar dan Terlengkap dengan Dominasi Produk UMKM Lokal

January 22, 2026
KADIN Kabupaten Bandung dan Kota Depok Kembali Buka Fasilitas Sertifikasi SBU Pengadaan Barang dan Jasa Nonkonstruksi

KADIN Kabupaten Bandung dan Kota Depok Kembali Buka Fasilitas Sertifikasi SBU Pengadaan Barang dan Jasa Nonkonstruksi

September 10, 2026

Video “Mukena Pink” Viral di Media Sosial, Warganet Ramai Mencari Link Asli

March 13, 2026

EDITOR'S PICK

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Indonesia, Masyarakat Diminta Waspada

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Indonesia, Masyarakat Diminta Waspada

July 29, 2026

Police Officers From The K9 Unit During A Operation To Find Victims

March 24, 2026
Karnaval SKNC 2026 Pekalongan Jadi Sorotan, MUI Nilai Ada Atraksi Tak Sesuai Semangat Maulid

Karnaval SKNC 2026 Pekalongan Jadi Sorotan, MUI Nilai Ada Atraksi Tak Sesuai Semangat Maulid

September 14, 2026
Pelabuhan Utama Minyak Rusia, Primorsk, Terbakar Akibat Diserang Drone

Pelabuhan Utama Minyak Rusia, Primorsk, Terbakar Akibat Diserang Drone

May 4, 2026
Jurnal Nusantara

© 2026 Jurnal Nusantara News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik

© 2026 Jurnal Nusantara News