Friday, June 5, 2026
Jurnal Nusantara
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Otomotif

Pasar Otomotif Nasional Mandek? Begini Analisis Peneliti LPEM UI

admin by admin
January 14, 2026
in Otomotif
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Pasar otomotif nasional menghadapi tekanan struktural akibat menyusutnya kelas menengah dan daya beli masyarakat. Kondisi tersebut menjadi faktor utama stagnansi penjualan mobil baru dalam beberapa tahun terakhir.

Peneliti Senior LPEM-FEB UI, Riyanto, menyebut harga mobil kini tumbuh lebih cepat dibanding pendapatan masyarakat.

READ ALSO

Sirkuit Mandalika Diprediksi Meledak! MotoGP 2026 Mulai Panaskan Dunia Balap, Marc Marquez vs Toprak Jadi Magnet Utama

Honda Prelude Laris Manis; Lepas E4 EV Siap Masuk Indonesia

“Intinya sebenarnya satu ya, daya beli. Harga mobil memang lebih tinggi daripada pendapatan masyarakat secara umum,” ujar Riyanto dalam pemaparan risetnya.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi yang hanya berada di kisaran 5 persen membuat kenaikan pendapatan per kapita tidak signifikan, jika dibandingkan dekade sebelumnya.

“Pendapatan per kapita sudah pasti mungkin naiknya tidak sebesar di periode dasar warsa sebelumnya,” katanya.

Situasi ini semakin diperparah dengan menyusutnya kelompok kelas menengah nasional. Riyanto mencatat, jumlah kelas menengah turun sekitar 9–10 juta orang dalam lima tahun terakhir.

“Kelompok menengah kita turun yang tadinya kira-kira 57 juta. Di 2019, di 2024 itu turun sekitar 9–10 juta, jadi 47 juta,” jelasnya.

Kelompok inilah yang selama ini menjadi motor utama penjualan mobil baru karena rutin melakukan pergantian kendaraan setiap tiga hingga lima tahun. Namun kini, pola konsumsi tersebut berubah.

“Kelompok ini yang biasanya ganti mobil cepat, sekarang lebih lama,” kata Riyanto.

Tak hanya itu, sebagian calon pembeli mobil pertama juga menunda pembelian atau beralih ke mobil bekas.

“Ada beberapa kelompok yang sebenarnya untuk first buyer itu bisa membeli tapi tertunda atau bergeser membeli mobil bekas,” ujarnya.

Menurut Riyanto, kombinasi faktor tersebut membuat pasar mobil baru terus tertekan, meski pasar mobil bekas justru tumbuh.

“Kalau dibandingkan 2013, turunnya sekitar 30 persen. Market mobil bekas justru tumbuh,” ungkapnya.

Ia menilai penyusutan kelas menengah terjadi karena kelompok ini tidak banyak menikmati hasil pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun terakhir.

“Kelompok-kelompok menengah ini sebenarnya di pertumbuhan ekonomi 5 persen tidak banyak memperoleh kue ekonomi selama lima tahun,” kata Riyanto.

Akibatnya, daya beli melemah dan berdampak langsung terhadap pasar otomotif nasional.

“Kelompok ini menyusut, sehingga kita pahami ini jadi penyebab pasar otomotif kita yang turun,” tegasnya.

Riyanto menilai, jika kondisi daya beli tidak segera diperbaiki, maka target penjualan mobil baru pemerintah akan semakin sulit tercapai, meskipun teknologi kendaraan khususnya elektrifikasi dan kendaraan yang rendah emisi terus berkembang.

Related Posts

Sirkuit Mandalika Diprediksi Meledak! MotoGP 2026 Mulai Panaskan Dunia Balap, Marc Marquez vs Toprak Jadi Magnet Utama
Otomotif

Sirkuit Mandalika Diprediksi Meledak! MotoGP 2026 Mulai Panaskan Dunia Balap, Marc Marquez vs Toprak Jadi Magnet Utama

May 10, 2026
Honda Prelude Laris Manis; Lepas E4 EV Siap Masuk Indonesia
Otomotif

Honda Prelude Laris Manis; Lepas E4 EV Siap Masuk Indonesia

May 3, 2026
Auto Brake Hold: ‘Asisten’ yang Bisa Jadi Bumerang Kalau Sopir Tak Siaga
Otomotif

Auto Brake Hold: ‘Asisten’ yang Bisa Jadi Bumerang Kalau Sopir Tak Siaga

May 3, 2026
Jaecoo J3 dan J9 Siap Meluncur; Adopsi Motor Listrik RI Tinggi
Otomotif

Jaecoo J3 dan J9 Siap Meluncur; Adopsi Motor Listrik RI Tinggi

May 3, 2026
Tantang BYD Atto 3, Lepas Siapkan SUV Listrik E4 dengan Jarak Tempuh 500 Km!
Otomotif

Tantang BYD Atto 3, Lepas Siapkan SUV Listrik E4 dengan Jarak Tempuh 500 Km!

May 3, 2026
Otomotif

Honda Perkenalkan Logo ‘H’ Baru, Simbol Era Elektrifikasi Generasi Baru

January 14, 2026
Next Post

Penjualan Mobil Listrik Naik 141 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

Dari Bandung untuk Indonesia. SUMU Hadir Menjadi Rumah Besar UMKM dan Kebangkitan Ekonomi Umat

Dari Bandung untuk Indonesia. SUMU Hadir Menjadi Rumah Besar UMKM dan Kebangkitan Ekonomi Umat

May 7, 2026
Puskesmas Kiarapedes Gelar Skrining TBC Gratis untuk Masyarakat

Puskesmas Kiarapedes Gelar Skrining TBC Gratis untuk Masyarakat

May 4, 2026
Pelabuhan Utama Minyak Rusia, Primorsk, Terbakar Akibat Diserang Drone

Pelabuhan Utama Minyak Rusia, Primorsk, Terbakar Akibat Diserang Drone

May 4, 2026

Video “Mukena Pink” Viral di Media Sosial, Warganet Ramai Mencari Link Asli

March 13, 2026

Dugaan Investasi Bodong CV Mantra Jaya Group di Bandung, Puluhan Korban Rugi Hingga Miliaran Rupiah

April 19, 2026

EDITOR'S PICK

Pembangunan Masjid Negara IKN Hampir Rampung, Pemerintah Pastikan Siap Digunakan Ramadan 2026

March 11, 2026

Viral Dugaan Penolakan Pasien di RSAD Bima, Kodam IX/Udayana Tegaskan Tidak Ada Penolakan

February 16, 2026

Aktivis HAM Disiram Air Keras, 170 Organisasi Masyarakat Sipil Desak Pengusutan Tuntas

March 17, 2026

Geger 4 Pelajar SMP di Kalbar Diduga Pesta Narkoba di Kelas, Ternyata Sabu Palsu

January 14, 2026
Jurnal Nusantara

© 2026 Jurnal Nusantara News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Mancanegara
  • Daerah
  • Lifestyle
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik

© 2026 Jurnal Nusantara News