Jurnal Nusantara, Kabupaten Bandung – Ikhtiar penguatan ekonomi umat kembali menemukan momentumnya melalui rencana pembentukan Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Kabupaten Bandung. Kehadiran organisasi ini diharapkan menjadi pilar strategi dalam membangun kemandirian ekonomi, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dengan visi besar “From Lokal To Global”.
SUMU Kabupaten Bandung diproyeksikan sebagai ruang kolaborasi yang tidak hanya menghimpun pelaku usaha, tetapi juga menghadirkan sistem pelatihan terpadu, peningkatan kualitas produk, serta perluasan akses pasar hingga ke tingkat internasional. Dengan pendekatan berbasis nilai-nilai keislaman dan semangat gotong royong, SUMU diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi umat yang berdaya saing tinggi.
Dalam dinamika pembentukannya, nama H.Agus Darmawan, S.ST.Par atau yang akrab disapa Kang Danu mencuat sebagai sosok kuat yang dinilai memiliki kapasitas dan rekam jejak mumpuni untuk memimpin organisasi tersebut.
Kang Danu dikenal sebagai Pendiri sejumlah entitas usaha dan sosial, antara lain PT Darma Buana Indonesia, PT Pawon Kasepuhan Nusantara, PT Media Jurnal Nusantara, Yayasan ASBI, serta ASBI Group. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai organisasi strategi, di antaranya sebagai Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) sejak tahun 2016 hingga saat ini, anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Bandung, serta pengurus Perkumpulan Pengusaha Karsa Mandiri (PPKM) sejak tahun 2021, dan berbagai asosiasi lainnya.
Dalam pernyataannya, Kang Danu menegaskan bahwa SUMU harus menjadi wadah yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi pelaku UMKM.
“Serikat Usaha Muhammadiyah ini harus menjadi rumah besar yang tidak hanya menghimpun, tetapi juga memperkuat. Kita ingin UMKM tidak berhenti di pasar lokal, melainkan mampu naik kelas dan menembus pasar global dengan kualitas yang terstandar,” ujar Kang Danu.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendorong kemajuan UMKM.
“Kunci dari kemajuan UMKM adalah kolaborasi—antara pelaku usaha, organisasi, pemerintah, hingga akses pasar. Ketika semua terhubung dalam satu ekosistem yang kuat, maka transformasi ‘From Lokal To Global’ bukan sekadar slogan, tetapi menjadi gerakan nyata,” imbuhnya.
Momentum penting turut memperkuat optimisme tersebut. Pada hari Selasa, 7 April 2026, Kang Danu menyampaikan kabar bahwa sejumlah produk dan unit usaha dalam ekosistem yang ia bina telah dinyatakan lolos kurasi tingkat pusat. Pencapaian ini menjadi indikator bahwa kualitas produk lokal Kabupaten Bandung mampu memenuhi standar yang lebih tinggi.
“Alhamdulillah, pada Selasa, 7 April 2026, kami menerima kabar bahwa pemberkasan saya telah lolos kurasi pusat. Ini bukan hanya pencapaian internal, tetapi juga bukti bahwa UMKM daerah memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional bahkan global,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi pemicu semangat bagi pelaku UMKM lainnya untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing produk.
Rencana pembentukan SUMU Kabupaten Bandung pun disambut dengan antusias oleh berbagai kalangan. Organisasi ini diharapkan segera terwujud secara resmi dan menjadi tonggak baru dalam penguatan ekonomi berbasis komunitas, sekaligus membuka jalan bagi UMKM untuk berkembang secara berkelanjutan.
Dengan kepemimpinan yang visioner dan dukungan berbagai pihak, SUMU Kabupaten Bandung diyakini akan mampu memainkan peran strategis dalam menciptakan ekosistem usaha yang inklusif, mandiri, dan berorientasi global.










