Jurnal Nusantara, Kalimantan Timur – Progres pembangunan Masjid Negara IKN di kawasan Ibu Kota Nusantara terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga 11 Maret 2026, pembangunan masjid yang diproyeksikan menjadi pusat kegiatan keagamaan di ibu kota baru Indonesia tersebut telah mencapai sekitar 98 hingga 99 persen.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa sebagian besar konstruksi utama telah selesai. Saat ini pekerjaan difokuskan pada penyelesaian interior, pemasangan perlengkapan, serta penataan kawasan di sekitar masjid.
“Secara struktur bangunan sudah selesai. Saat ini tinggal penyempurnaan interior dan fasilitas pendukung agar masjid dapat digunakan dengan nyaman oleh masyarakat,” ujar Basuki dalam keterangannya.
Pemerintah menargetkan Masjid Negara IKN dapat mulai difungsikan pada momentum Ramadan 2026. Dengan demikian, masyarakat dan aparatur yang berada di kawasan ibu kota baru dapat melaksanakan kegiatan ibadah, termasuk salat tarawih berjamaah.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kehadiran masjid tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan spiritual sekaligus simbol kehidupan religius di ibu kota baru Indonesia.
“Kami berharap Masjid Negara IKN tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat di Nusantara,” kata Nasaruddin.
Masjid Negara IKN dirancang sebagai salah satu ikon spiritual di kawasan ibu kota baru. Bangunan ini berdiri di atas lahan sekitar 3,2 hektare dengan luas bangunan mencapai lebih dari 70 ribu meter persegi.
Pada tahap awal operasional, masjid diproyeksikan mampu menampung sekitar 29 ribu jemaah, dengan kapasitas yang dapat diperluas hingga sekitar 60 ribu jemaah seiring perkembangan kawasan IKN.
Arsitektur Modern Bernuansa Nusantara
Dari sisi desain, masjid ini mengusung konsep arsitektur modern yang terinspirasi dari identitas Nusantara. Kubahnya memiliki bentuk unik menyerupai lipatan sorban, yang melambangkan dinamika spiritual dan kesatuan umat.
Bangunan ini juga dilengkapi menara setinggi 99 meter yang merepresentasikan 99 Asmaul Husna, sekaligus menjadi salah satu elemen visual utama di kawasan pusat pemerintahan Nusantara.
Selain menjadi pusat ibadah umat Islam, kawasan masjid ini juga dirancang sebagai bagian dari kompleks rumah ibadah lintas agama di ibu kota baru. Pemerintah membangun sejumlah rumah ibadah lain di sekitar kawasan tersebut sebagai simbol kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.
Pemerintah berharap kehadiran Masjid Negara IKN dapat memperkuat kehidupan spiritual masyarakat sekaligus menjadi salah satu landmark religius di ibu kota masa depan Indonesia.










