Jurnal Nusantara, Jakarta — Di tengah momen Ramadhan 1447 H, publik Indonesia dihebohkan dengan beredarnya informasi hoaks penawaran layanan internet gratis selama bulan puasa yang dipublikasikan melalui unggahan media sosial seperti Facebook dan TikTok . Namun, pihak otoritas dan pemeriksa fakta menyatakan bahwa klaim ini tidak benar dan berpotensi berbahaya karena modusnya adalah phishing untuk mencuri data pribadi pengguna.
Beberapa akun di Facebook memposting tautan dan gambar dimuat bahwa masyarakat bisa mendapatkan akses internet gratis selama Ramadhan hanya dengan mengisi formulir pendaftaran. Dalam formulir tersebut, pengguna diminta memasukkan nama lengkap, nomor ponsel, hingga kontak Telegram, yang kemudian diarahkan ke situs yang bukan bagian dari program resmi pemerintah.
“Akses internet menjadi lebih mudah dan gratis untuk Anda selama Ramadhan!” demikian bunyi salah satu keterangan unggahan yang kini dipastikan tidak benar. Situs yang ditautkan dalam unggahan bukan milik instansi resmi dan bisa dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab untuk phishing atau pencurian data pribadi.
Berdasarkan penelusuran cek fakta oleh sejumlah media nasional, termasuk Liputan6.com dan AFP Indonesia, klaim tautan internet gratis tersebut tidak berasal dari pemerintah maupun penyedia layanan resmi. Bahkan, laman yang beredar secara viral ternyata “modus phishing” yang berpotensi membahayakan privasi pengguna.
Pihak penyedia internet Internet Rakyat pun telah diperingatkan masyarakat bahwa laman resmi untuk pendaftaran layanan mereka adalah internetrakyat.id. Akun resmi mereka di Instagram bahkan mengeluarkan pernyataan untuk tidak memasukkan data di luar situs resmi, karena tautan yang beredar bukan bagian dari program mereka.
Selain itu, otoritas seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada selama Ramadhan, karena periode ini sering dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan skema penipuan melalui internet dan media sosial.
Fenomena Hoaks Digital yang Meningkat Jelang Ramadhan
Menurut pakar keamanan digital, lalu lintas hoaks atau penipuan yang berani cenderung meningkat pada periode Ramadhan dan menjelang Lebaran, ketika pengguna internet lebih aktif mencari promo, bantuan, dan penawaran menarik secara online. Modus penipuan seperti ini memanfaatkan kebutuhan masyarakat akan layanan murah atau gratis untuk menarik klik dan data sensitif.
Jenis penipuan serupa termasuk layanan tautan gratis, bantuan sosial palsu, atau kuota internet gratis sering muncul di berbagai momentum besar sepanjang tahun, sehingga masyarakat diminta selalu memverifikasi sumber informasi dan tautan yang mereka terima.
Pakar teknologi menyarankan beberapa langkah agar tidak menjadi korban hoaks bertebaran di era digital, antara lain:
- Jangan mengisi data pribadi di situs yang mencurigakan atau tidak jelas sumbernya.
- Pastikan alamat situs resmi (misalnya domain resmi penyedia layanan).
- Verifikasi setiap penawaran melalui sumber pemerintah atau perusahaan resmi .
- Laporkan konten mencurigakan kepada pihak berwenang atau platform media sosial.





